Soal Cegah Perkawinan Anak, Bupati Lombok Barat Aktif Terlibat

Lombok Barat (17/02) undangan ngobrol santai bersama Bapak Bupati Lombok Barat, Bapak Fauzan Khalid disampaikan kepada manajer Project Yes I Do, Budi Kurniawan. Malam itu, bersama beberapa perwakilan Project Yes I DO (Plan Indonesia bersama LPAR, Pupuk, dan Reutgers) jadikan agenda ngobrol santai ini jadi penuh makna. Kira-kira apa lagi agenda yang akan dibuat oleh Lombok Barat untuk turunkan angka perkawinan anak? Apa saja yang bisa didukung oleh masyarakat? Simak obrolan tim Plan Indonesia bersama Pak Fauzan

Lombok dianugerahi Pangripta Nusantara 2017 sebagai kabupaten yang mampu mengatasi dan mencegah pernikahan anak di usia dini dengan baik. Bagaimana pandangan bapak?

Pada dasarnya, penghargaan sebagai daerah paling akseleratif menurunkan angka perkawinan anak ini adalah upaya dan usaha bersama-sama, juga tidak terlepas dari apa yang telah teman-teman Yes I Do, kelompok agama, masyarakat, serta kelompok remaja yang berupaya bersama di Lombok Barat. Saya sadar betul, untuk mengubah budaya perkawinan anak ini, kalau mau maksimal kita semua harus bergerak, agar semua lapisan masyarakat terlibat.

Kami setuju pak, perlu upaya berbagai pihak untuk cegah perkawinan anak. Nah, saat ini apa yang menjadi harapan bapak kedepannya?

Kami berharap Yes I Do untuk melebarkan sayap, tidak hanya konteks desa yang sekarang dibina, diperluas lagi cakupannya. Namun penting juga untuk menuntaskan kerja-kerja baik di Lombok Barat, sebelum buat di wilayah lain, padahal yang di Lombok Barat belum tuntas.

Pun projectnya sudah selesai, saya harap kita bersama bisa merekam praktik-praktik baik, dan meninggalkan praktik dan pembelajaran tersebut di Lombok Barat, agar ada yang meneruskan dan mengembangkan.

Pastinya, pak Fauzan, inilah yang sedang diupayakan oleh teman-teman Project Yes I Do, agar tetap ada keberlanjutan. Lalu, ppa rencana terdekat saat ini dalam upaya penurunkan angka perkawinan anak?

Dalam waktu dekat ini, saya ingin mengadakan pertemuan bersama semua kepala sekolah untuk membahas Pendewasaan Usia Perkawinan, stunting, dan pengelolaan sampah. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan Kapolres untuk membantu. Saya rasa pertemuan ini penting dan strategis, secara angka tingginya angka perkawinan anak memengaruhi juga tingkat kemungkinan stunting pada anak, serta komplikasi kehamilan pada ibu muda. Niatnya saya, ingin juga ajak kementerian agama untuk menyampaikan hal ini.

Baik pak Fauzan, terima kasih banyak untuk waktunya yang sangat bermakna. Sekarang, mari kita foto bersama!