Safe Seas Fishing Allience: Perlindungan Pekerja Perikanan Tangkap dari Kerja Paksa dan Perdagangan Orang

Laporan mengenai Safe Fishing Alliance terkait dengan Perlindungan Pekerja Perikanan Tangkap dari Kerja Paksa dan Perdagangan Orang menjelaskan latar belakang dan pendekatan proyek SAFE Seas dan Safe Fishing Alliance dalam melindungi awak kapal perikanan dari kerja paksa dan perdagangan orang di kapal penangkap ikan di Indonesia dan Filipina, serta butiran rekomendasi untuk membangun mekanisme koordinasi antar-lembaga. 

Menurut laporan International Labour Organization (ILO) tentang Estimasi Global Tahun 2017 pada Perbudakan Modern, terdapat sekitar 16 juta korban eksploitasi kerja paksa oleh para pelaku sektor swasta di seluruh dunia pada 2016. Dari angka 16 juta ini, kira-kira 11%, atau hampir 2 juta orang diperkirakan mengalami eksploitasi di sektor pertanian dan perikanan. 

Penelitian mengenai insiden kerja paksa dan perdagangan manusia (FL/TIP) di sektor perikanan di Indonesia dan Filipina menunjukkan bahwa praktik-praktik eksploitatif seperti jeratan hutang, upah yang tidak dibayar, tidak adanya kontrak kerja, jam kerja yang di luar batas, pelibatan paksa dalam kegiatan melanggar hukum, kurangnya perlengkapan keselamatan yang layak, dan  tidak adanya perawatan medis sudah menyebar luas dan sistemik. 

Masalah-masalah ini berkaitan dengan kondisi kerja yang terjadi di kapal-kapal penangkap ikan seperti jam kerja yang lama dan sifat penangkapan ikan yang menuntut secara fisik, serta kondisi terisolir di tengah laut selama kurun waktu yang lama dan kondisi kerja dan tempat tinggal yang sempit. 

Selain itu, di kedua negara ini, minimnya undang-undang dan peraturan yang terintegrasi dan terhubung untuk melaksanakan pengawasan di laut menyebabkan kondisi- kondisi seperti ini agaknya tidak terlaporkan secara tepat.