Metty, Petani muda sekaligus pengusaha buah dan sayuran organik

Maria Yumetri Omenu, kerap dipanggi Metty adalah seorang petani muda di kabupaten Kefamenanu, NTT.  Perempuan muda berusia 27 tahun ini selain hobi memancing, sehari-sehari adalah bertani buah dan sayuran organik. Ketika sampai di akhir minggu, Metty akan melihat kegiatannya selama seminggu kemarin dan sesekali refreshing ketika ada waktu luang. Menjadi petani bukanlah hal yang baru bagi dirinya, ayahnya juga seorang petani dan tukang kayu, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga.

“Cita-cita Saya adalah memiliki usaha sendiri dan membantu teman-teman sekitarnya agar mereka tidak perlu menjadi TKI yang mencari kerja keluar negeri.”

Motivasi Metty menjadi wirausaha di bidang pertanian organik adalah membuktikan bahwa petani merupakan pekerjaan yang mulia dan dapat memberikan penghasilan yang cukup. Selain mendapatkan pendapatan, pekerjaan petani juga turut menjaga kelestarian alam dan kesehatan orang-orang yang mengonsumsi hasil panennya.

“Saya mau membuktikan kepada masyarakat kalau bertani sebenarnya adalah pekerjaan mulia dan bisa berpenghasilan dan bisa dijadikan sebagai bisnis.”

Metty adalah salah satu penerima manfaat proyek Green Skill yang paling aktif di kelompoknya. Dia menjadi motivator bagi teman-teman lainnya dengan menyuarakan bahwa bekerja itu tidak harus sesuai dengan profesi dan tingkat pendidikan tetapi bagaimana kita bisa membaca peluang dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri sendiri.


Setelah mengikuti kegiatan Green Skill, Metty dapat membuktikan pemikiran yang keliru mengenai petani yang sering dipandang “miskin”. Saat ini, Metty sedang mengelola lebih dari 3 hektar lahan dengan memperkerjakan 10 orang teman-temannya. Metty juga berhasil memanage omset ratusan juta dari hasil panen dalam satu kali masa tanam (sekitar 4 bulan).

Metty merasa bersyukur mengikuti program Green Skill karena dampaknya sangat besar bagi kaum muda dan berharap teman-teman yang lain dapat berpartisipasi. Metty juga mengatakan bahwa dengan tekun mengikuti program ini, dia dapat menemukan jati dirinya sebagai seorang petani muda karena selama beberapa tahun lalu dirinya bingung dengan masa depannya dan pekerjaan yang akan dikerjakannya nanti.

“Pesan saya agar program ini bisa mampu mengajak teman-teman yang lain untuk bisa berpartisipasi dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi kaum muda yang berpartisipasi agar mengurangi pengangguran sekaligus bisa meningkatkan income peserta.”