Kisah Munkarramah, S.Pd, Guru Kelas 1 SD yang Mengajar Luring

Mengajar murid-murid di kelas 1 SD merupakan tugas yang tidak mudah bagi seorang guru. Anak didik yang rentang usianya masih masuk kategori prasekolah ini butuh pendampingan ekstra dan terus distimulasi dengan berbagai pendekatan agar motivasi belajarnya muncul dan terus terjaga.

Namaku Munkarramah. Aku guru honorer di SDN 1 Lembahsari, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Aku mengajar murid-murid kelas 1, jumlahnya ada 19 anak. 

Di masa wabah COVID-19 ini kami guru-guru melakukan pembelajaran luring dengan berkunjung ke rumah-rumah anak didik karena banyak orangtua murid yang tidak memiliki akses internet, tidak paham menggunakan aplikasi berbasis Android, bahkan tidak punya telepon genggam. Selain itu, mereka tidak sanggup mendampingi anak dalam proses belajar karena harus bekerja di ladang.

Kelas kunjungan berlangsung dari Senin hingga Sabtu. Dalam sehari, aku mengajar di beberapa lokasi kelompok belajar yang terdiri dari 4-5 anak, selama 2-3 jam. Pengelompokan ini dibuat berdasarkan area tempat tinggal.

Dari rumah aku sudah menyiapkan materi belajar lengkap dengan alat ajar, termasuk papan tulis. Karena murid-muridku masih kecil-kecil, aku menjemput mereka satu per satu untuk bersama-sama ke lokasi belajar yang ditentukan.

Meskipun tidak belajar di gedung sekolah, murid-murid tetap memakai seragam. Tak lupa, memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan lainnya. Hal ini dilakukan agar mereka terbiasa dengan kebiasaan dalam pendidikan formal selain untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan.

Tantangan yang kuhadapi selama mengajar adalah pada fasilitas pendukung pembelajaran, seperti tidak ada bangku dan meja. Anak-anak jadi mudah lelah karena duduk di lantai. Selain itu, beberapa lokasi belajar cukup jauh dan sulit diakses kendaraan roda dua.

Tapi aku bersyukur anak-anak didik terlihat bersemangat belajar. Tugas-tugas dariku selalu mereka kerjakan. Aku juga bersyukur karena orangtua mereka mendukung proses belajar sebaik yang mereka bisa.

Bagiku, anak-anak harus terus belajar, bagaimana pun kondisinya. Mereka harus menjadi generasi muda Indonesia yang pintar.

Ditulis oleh: Marga Aditama/ Ciptanti Putri | Ilustrasi: Aida Rahma