Kisah Maria Rosalina Agho Owa, Guru yang Berkeliling dengan Papan Tulis

Nama saya Maria Rosalina Agho Owa, atau akrab disapa Ibu Rolin. Saya guru honorer di salah satu SD di Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Semenjak wabah COVID-19 melanda dunia dan mulai masuk ke Indonesia, pemerintah menerapkan program Belajar dari Rumah (BDR). Tugas kami guru-guru adalah rutin mengunjungi murid-murid yang sudah dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai zonasi tempat tinggalnya.

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Hari ini saya akan pergi ke lokasi belajar pertama di daerah Pisa naik ojek motor. Saya bawa serta papan tulis untuk alat mengajar. Saya memakai sandal beralas karet karena nanti harus berjalan jauh ke lokasi-lokasi belajar lainnya

Dalam proses BDR Saya dan guru-guru lain selalu memperhatikan protokol kesehatan. Kami semua pakai masker, menjaga jarak, juga sering mencuci tangan pakai sabun.

Karena hari ini Jumat, maka kami akan belajar membuat karya seni dari barang-barang bekas. Di sekolah saya memang diberi kepercayaan mendampingi kegiatan ekstra kurikuler. Nah, kami mau buat lampion dulu, ya!

Tak terasa waktu berlalu, saya harus lanjut mengajar ke lokasi lain. Saya rapikan peralatan dan papan tulis. Saya lihat Kanisius melambaikan tangan tanda perpisahan sambil tersenyum pada saya. Ia dulu tak diberi izin oleh mama papanya untuk ikut BDR. Untunglah mereka bisa saya bujuk dan Kanisius bisa memperoleh haknya untuk belajar.

Perjalanan ke lokasi BDR selanjutnya saya tempuh dengan berjalan kaki. Pernah suatu kali sandal saya putus, eh ada teman yang memotret kejadian itu dengan telepon genggam dan mempostingnya di Facebook. Aduh, ada-ada saja, deh!

Ada banyak rasa bangga dan haru yang saya dapat sejak menjalani BDR ini. Saya melihat api semangat dan kegembiraan anak-anak saat saya datang dan memberi materi pelajaran. Saya pun menjadi lebih dekat dengan mereka dan memahami kebutuhan mereka satu per satu.

Lewat pengalaman ini, saya merasa menjadi seorang guru yang sesungguhnya. Semoga saya selalu diberi kekuatan untuk dapat terus mendidik anak-anak.

Ditulis oleh: Cosmas Damianus Meze/ Ciptanti Putri | Ilustrasi: Aida Rahma