Kisah Dwi Ika Setiawaty: Guru yang Mengajar dengan Radio HT

Hai, aku Dwi Ika Setiawaty, keluarga dan kawan-kawan memanggilku Ika atau Bu Ika. Aku guru kelas 1-2 di salah satu SD di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Sudah sejak 2005 aku mengabdi di sekolah ini.

Saat kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) diterapkan di sini, aku dan guru-guru lain sempat kebingungan. Mungkin bagi masyarakat di desa lain bisa menggunakan telepon genggam berbasis Android yang tersambung jaringan internet. Masalahnya, letak desa kami sangat terpencil, berada di kawasan pegunungan. Sinyal GSM sering kali sulit tertangkap. 

Untunglah aku bertemu seorang orang muda di desaku yang sejak Februari 2019 aktif menggunakan radio Handy Talky (HT). Dari situlah timbul ide memakai radio HT sebagai media pembelajaran karena praktis dan tidak butuh beli paket data atau pulsa. Seluruh warga desa pun sepakat dan mendukung pelaksanaannya.

Tepat pada pukul 7 pagi, aku sudah siap dengan radio HT dan mulai menyapa anak-anak sambil bernyanyi. Lalu aku mulai pelajaran dengan presensi kehadiran. Ada 5 kelas yang ku ajar dalam sehari dengan jumlah murid 38 anak. 

Aku langsung mendistribusikan tugas-tugas, bergilir dari kelas pertama hingga kelas kelima. Dalam proses belajar biasanya murid didampingi orangtuanya dan selesai pada pukul 12 siang. Jujur saja, durasi harian ini belum cukup buatku menjelaskan beberapa materi.

Untuk itulah aku tetap memantau murid-murid, terutama mengingatkan mereka untuk mengerjakan tugas dan tidak keasikan bermain radio HT. aku juga selalu mengingatkan mereka untuk melakukan ibadah rutin harian. Pendampingan lewat radio HT ini bisa berlangsung hingga pukul 9 malam.

Sekolah kami punya 2 unit radio HT dan membuka 2 jaringan frekuensi. Frekuensi 1 untuk kelas 1-3, sementara kelas 4-5 memakai frekuensi 2. Dengan begitu proses belajar jadi lebih efektif.

Di awal-awal pembelajaran dengan radio HT, terkadang suara-suara anak yang bermain di luar ikut masuk mengganggu proses belajar. Kami pun berdialog dengan para orangtua dan murid agar tidak mengganggu lagi. Syukurlah, tak lama masalah ini dapat teratasi.

Aku sungguh bersyukur dapat terus mendidik murid-murid lewat medium radio HT ini. Karena ada atau tanpa kondisi wabah seperti sekarang, anak-anak harus mendapatkan haknya untuk belajar dan menerima pelajaran.

Ditulis oleh: Irwansyah dan Jatmoko/ Ciptanti Putri | Ilustrasi: Aida Rahma