Kamu Harus Tahu, Ini 6 Kiat Sukses Bekerja dari Sudut Pandang SDM

Persaingan kerja makin ketat. Mengikuti masa bonus demografi yang diperkirakan datang pada 2030-2040, kaum muda harus terus mengasah kemampuan mereka agar bisa bersaing di era kerja yang baru.

Demi memfasilitasi para kaum muda, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui program KitaKerja terus mengadakan pelatihan, webinar, maupun lokakarya di bidang ketenagakerjaan dan kewirausahaan. Salah satunya, melalui webinar bertajuk “Yang Muda yang Menentukan Masa Depan Bangsa” yang digelar pada Sabtu, 17 Oktober 2020, berkolaborasi dengan platform Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK).

Webinar ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada kaum muda dan juga perusahaan mengenai pentingnya keberadaan pengembangan kemampuan kerja kaum muda, pekerjaan yang layak, juga kesetaraan gender di tempat kerja. Dalam acara tersebut, hadir para narasumber yang kompeten di bidangnya, termasuk Maria Theodora Kurniawati, Human Capital Expert yang juga merupakan advisor dari PT. United Family Food dan Steering Committee GNIK.

Kepada peserta, Maria membagikan cara yang dilakukannya untuk meniti karier selama 30 tahun di dunia SDM (Sumber Daya Manusia). Menurutnya, ia berfokus pada produktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan dan juga melakukan evaluasi secara berkala. Selain itu, Maria juga memaparkan hal-hal yang harus diketahui kaum muda untuk meraih kesuksesan di tempat kerja. Khususnya, dari sudut pandang SDM. Apa saja?

1. Berupaya menjadi orang yang tepat bagi perusahaan

Maria menurutkan, bagian SDM perusahaan tidak akan melihat semua karyawan. Mereka akan melihat atau berfokus pada orang-orang yang tepat atau dianggap sebagai kunci kesuksesan perusahaan.

“Artinya, yang dipertimbangkan untuk jadi aset adalah orang yang moralnya sesuai dengan tuntutan perusahaan dan kompetensinya juga sesuai. Apabila kita ingin meniti karier, maka perhatikanlah hal ini. Upayakan kita menjadi aset perusahaan,” ungkap Maria.

2. Kemampuan bekerjasama dengan orang lain

Tak cuma itu, Maria menegaskan bahwa seseorang harus memiliki kemampuan kerjasama yang baik. Apalagi, jika sudah berada di posisi pemimpin. Kita harus bisa berkolaborasi dan menyelaraskan tujuan dengan rekan kerja, juga berkomunikasi dengan kolega dari berbagai usia dan latar belakang Kemudian, jika ingin sukses, kita juga perlu memiliki fleksibilitas dalam berpikir dan tidak merasa mau menang sendiri.

3. Pahami Strategi HR dan Tujuan Bisnis Perusahaan

Selanjutnya, kita perlu memahami strategi yang dimiliki perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu, karena strategi SDM tidak akan jauh dari strategi bisnis perusahaan. ada perusahaan yang memiliki strategi dengan fokus keuntungan atau profit, kerelawanan (volunteer), atau juga dengan fokus nonprofit.

Saat memutuskan untuk bergabung dalam suatu perusahaan, ada baiknya kalau kita mempelajari strategi tersebut.

“Jangan terlalu cepat berasumsi bahwa manajemen karier di perusahaan tempat adik-adik bekerja tidak ada,” ujarnya.

4. Pahami jobdesc dan tingkatkan produktivitas

Selain itu, kita perlu memahami mengenai kewajiban atau jobdesc yang dibebankan di tempat kerja. Dalam artian, kita perlu menyadari apa saja yang akan dinilai dan seperti apa prioritas yang diharapkan dari kita.

Untuk bisa mencapai target di tempat kerja, kita juga perlu menerapkan disiplin produktivitas pribadi. Maria mencontohkan, misalnya dengan menghilangkan gangguan yang bisa menyebabkan tidak fokus saat bekerja, berpusat kepada hal-hal yang benar-benar penting, juga membuat timeline kerja. Timeline ini berfungsi untuk menentukan target yang ingin diraih pada jangka tertentu, misal per empat bulan, enam bulan, atau satu tahun sekali. Dengan demikian, kita bisa menetapkan waktu dan target, sehingga tidak membuang-buang waktu.

5. Pahami benefit yang diberikan perusahaan

Dalam memilih tempat untuk berkarier, seseorang mungkin akan mempertimbangkan benefit atau keuntungan yang akan diperoleh dari perusahaan. Kita akan meninjau gaji, tunjangan, juga hal-hal yang bisa didapatkan dari tempat kerja.

Terkait ini, Maria menyarankan agar seseorang benar-benar memperhatikan apa yang mereka dapatkan. “Saya ingin membagikan ini karena kadang-kadang, rumput tetangga terlihat lebih hijau karena kita tidak mengetahui secara komperhensif dan hanya memperhatikan basic payment dan location allowance,” tuturnya.

Maria menyampaikan, kita perlu memahami mengenai cash payment, seperti basic pay, location allowance, incentives, bonus, overtime, maupun commision yang diberikan perusahaan. Selain itu, kita juga perlu mengetahui non-cash payment yang ada, seperti Jamsostek, asuransi, maupun hak cuti dan tunjangan transportasi.

6. Pilih jalan karier yang diinginkan

Selain kelima hal di atas, yang tak kalah penting adalah menentukan jalur karier yang diinginkan. Kemudian, kita perlu membuat tujuan bekerja dan konsisten dalam berupaya meraihnya.

Secara umum, tujuan maupun jenjang karier seseorang memang bisa berbeda-beda. Tapi, sebagai gambaran, Maria memaparkan mengenai pergerakan karier yang umumnya dilalui oleh seseorang. Di antaranya, adalah dengan bergabung ke perusahaan (22 tahun), menjadi supervisor atau asisten manajer (26-29 tahun), menjadi manajer (29-35 tahun), manajer senior (34-45 tahun), dan menjadi CEO atau jajaran direksi (45-55 tahun).