Perlindugan dan Tumbuh Kembang Anak

Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak
Communications Team

FORUM ANAK NUSA TENGGARA BARAT DORONG TERCIPTANYA GENERASI TANGGUH UNTUK CEGAH PERKAWINAN ANAK

Mataram, 29 Juli 2021 – Anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan terhadap kekerasan, terlebih di tengah pandemik COVID-19. Praktik perkawinan anak yang semakin meningkat, salah satunya.  Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung mencatat hingga akhir 2020, ada 800 kasus perkawinan anak terlaporkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Angka ini diduga masih jauh dari kenyataan karena banyak kasus yang tidak dilaporkan. Sebanyak 1 dari 9 anak perempuan terancam dikawinkan (BPS, 2020). Mereka pun berpotensi kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan karena perkawinan anak, dan sebagai konsekuensinya terancam terjebak kemiskinan di masa depan. Selain itu perkawinan anak juga memiliki memiliki risiko lebih

Selengkapnya
Laporan dan Studi
Communications Team

Respon Perubahan Iklim bagi WASH yang inklusif: Studi Kasus di Manggarai, Flores, Indonesia

Perubahan iklim tidak memengaruhi setiap orang secara setara, dan solusi perlu dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang beragam dari kelompok sosial yang bervariasi. Akibat peran perempuan dalam mengelola air dan sanitasi keluarga mereka mungkin terpengaruh secara tidak proporsional dengan tambahan beban dalam merespon dampak perubahan iklim. Di beberapa bagian di pedesaan Manggarai rumah tangga memiliki akses ke sambungan pipa air dan mempunyai jamban keluarga yang berkualitas baik. Layanan air dan sanitasi yang berkualitas tinggi ini mendukung akses air dan sanitasi yang setara. Namun, jika perubahan iklim menyebabkan kegagalan layanan-layanan ini keluarga mungkin perlu menggunakan titik air umum atau jamban umum yang

Selengkapnya
Laporan dan Studi
Communications Team

Respons Perubahan Iklim bagi WASH yang Inklusif: Catatan Panduan bagi Yayasan Plan International Indonesia

Perubahan iklim memengaruhi bagian yang berbeda dari masyarakat melalui berbagai cara yang berbeda. Dalam banyak situasi, dampak perubahan iklim terhadap air, sanitasi dan kebersihan lebih cenderung secara tidak berimbang memengaruhi perempuan dan kaum disabilitas. Saat perempuan menjadi pengelola utama terhadap air dan pengasuhan anak dan orang-orang tanggungan lainnya, mereka dapat menanggung beban kerja air, sanitasi dan kebersihan yang lebih besar akibat bahaya iklim. Ketika perempuan dan kaum disabilitas secara relatif memiliki status sosial dan status hukum yang lebih rendah dan memiliki kekuatan politik yang lebih kecil dalam sebuah masyarakat, ini akan membatasi pengaruh mereka terhadap keputusan mengenai bagaimana keluarga dan

Selengkapnya
Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak
Communications Team

Serukan Perlindungan Anak, Pemda Timor Tengah Selatan Kukuhkan Forum Anak Kabupaten

Soe, 23 Juli 2021 – Sesuai dengan tema HAN 2021 “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, Pemerintah Daerah (Pemda) Timor Tengah Selatan (TTS) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) TTS bersama Forum Anak TTS, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan untuk memperingati hari anak nasional (HAN) 2021. Puncak perayaan HAN 2021 berlangsung di rumah jabatan (Rujab) Bupati TTS yang ditandai dengan pengukuhan badan pengurus Forum Anak TTS periode 2021-2023 pada Jumat (23/7). Agnes L. S. Fobia, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas P3A TTS, mengatakan, “Melalui Forum Anak TTS, kami berharap kreativitas anak

Selengkapnya
Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja
Communications Team

Peringati Hari Anak Nasional, Plan Indonesia Serukan Perlindungan Anak untuk Indonesia Maju

Jakarta, 21 Juli 2021 – Pandemik COVID-19 telah berdampak besar pada kehidupan anak-anak di Indonesia. Setidaknya 12,5% dari kasus positif COVID-19 di Indonesia adalah anak usia 0-18 tahun, atau setara dengan 1 dari 8 orang yang terinfeksi (IDAI, Juni 2021). “Di Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2021, kami ingin mengingatkan kembali pentingnya perlindungan terhadap anak di tengah tingginya kasus COVID-19 di Indonesia”, ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia. “Festival Hari Anak Nasional yang kami selenggarakan seminggu penuh ini bukan hanya perayaan, melainkan pengingat bahwa pandemik COVID-19 telah berdampak besar pada kehidupan anak. Jangan

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Aruna, keluarga dan masyarakat

Peran keluarga dan masyarakat untuk mencegah dan merespon kekerasan seksual pada anak Oleh: James B. Ballo – Area Program Manager, Yayasan Plan International Indonesia Pada pertengahan 2007 di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, saya mendapat kabar dari staf di lapangan bahwa telah terjadi perkosaan terhadap seorang anak perempuan berusia lima belas tahun yang dilakukan oleh saudara angkatnya, seorang anak laki-laki berumur tujuh belas tahun. Kasus ini terungkap ketika keluarga korban membawa korban ke fasilitas kesehatan yang ada di desa. Petugas kesehatan yang curiga dengan keadaan korban menanyakan penyebab dislokasi tulang paha korban, dan korban pun menceritakan peristiwa

Selengkapnya
Newsletter
Communications Team

Suara Sanitasi – Newsletter Water for Women Juni 2021

Perilaku hidup bersih dan sehat esperti cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan buang air besar di jamban bahkan belum menjadi norma sosial yang diterapkan dengan autopilot. Padahal gaya hidup yang bersih dan sehat dapat berkontribusi mendukung upaya manajemen kebersihan menstruasi (MHM), mengurangi potensi stunting, mencegah penyebaran pandemik COVID-19, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan seseorang. Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) terus berupaya meningkatkan kualitas akses dan fasilitas air dan sanitasi di Nusa Tenggara. Plan Indonesia juga tak hentinya berupaya meningkatkan penyadartahuan masyarakat akan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat dan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) melalui

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Setelah Ikut Kelas MAPAN, Eping Lebih Berani untuk Memimpin dan Memberdayakan Komunitas Sekitar

Eping merupakan aktivis muda yang aktif dalam isu pencegahan kekerasan terhadap anak. Namun, sebelum menjadi aktif dalam berbagai kegiatan yang ditekuninya sekarang, dulu ia lebih malu untuk berbicara di depan umum.   Sejak mengikuti kelas MAPAN yang menjadi bagian dari proyek Better Life Options and Opportunities Model (BLOOM) Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), Eping menuturkan bahwa ia dan anak-anak di desanya menjadi lebih percaya diri, semakin akrab, dan menerima berbagai pengetahuan dan informasi mengenai gaya pacaran yang sehat. “Dulu saya lebih cengeng, sekarang saya lebih mandiri dan berani berbicara di depan umum, misalnya, di kelas, di kegiatan-kegiatan desa, dan di forum anak,” tutur Eping.  Saat ini, Epin sudah lebih berani memimpin dan bahkan berhasil mewujudkan perubahan yang ingin ia lakukan melalui keterlibatannya dalam Forum Anak Desa (Forades). Saat ini, Eping menjabat sebagai Sekretaris Forades Laranwutun.   Melalui Forades, Eping secara aktif bergerak melakukan kegiatan terkait pencegahan kekerasan terhadap anak yang dibentuk bersama teman-teman sebayanya. Inisiatif perubahan lain yang dilakukan Eping bersama dengan Forades Laranwutun adalah memelopori terbentuknya Posyandu Remaja (Posrem) di Desa Laranwutun. Untuk mendukung keberlanjutan posyandu Remaja, Eping memimpin teman-temannya melakukan

Selengkapnya