Pemberdayaan Ekonomi dan Kesempatan Bekerja Kaum Muda

Berita Dari Kami
Communications Team

Kemitraan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan SAFE Seas Project untuk Melindungi Hak-Hak Awak Kapal Perikanan Indonesia

Sejumlah pelanggaran hak-hak Awak Kapal Perikanan (AKP) yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri hingga kini masih terus terjadi. Ironisnya, proses hukum kepada pelaku dan ganti rugi berupa pemenuhan hak-hak korban belum dapat dilakukan secara maksimal. Pada Maret 2021, sebanyak tujuh orang AKP terlantar di Pelabuhan Perikanan Merauke yang patut diduga menjadi korban praktik kerja paksa. Pada 2020, tercatat 22 orang AKP Indonesia meninggal di atas kapal berbendara asing. Mereka yang meninggal dunia mayoritas merupakan korban praktik kerja paksa dan perdagangan orang. Di lapangan, AKP kerap bekerja dalam lingkungan yang dekat dengan bahaya dan ruang kerja yang tidak higienis.

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Perlindungan Hukum Pelaut di Kapal Indonesia Berbasis Nilai Keadilan

Perlindungan hukum terhadap Awak Kapal Perikanan (AKP) adalah tanggung jawab negara. Tanggung jawab tersebut dituangkan dalam suatu perjanjian kerja antara awak kapal dengan perusahaan. Perjanjian kerja ini dibuat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara asal awak kapal dan negara bendera kapal. Namun, pada kenyataannya, banyak diantara mereka tidak mendapatkan perlindungan yang seharusnya didapatkan baik dari negara asal maupun negara di mana mereka bekerja. Perjanjian kerja sangat penting bagi awak kapal ketika yurisdiksi dari negara bendera kapal berlaku, yaitu ketika mereka berada di negara bendera kapal dan berada di laut lepas yang tentu saja diterapkan hukum yang berlaku di

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Merawat Semangat Kartini untuk Berdaya sebagai Wirausaha Perempuan Muda

Sumber: MediaIndonesia Penulis: Dina Mairawati, Youth Employment and Entrepreneurship Advisor Yayasan Plan International Indonesia Unsiyah Marhamah, Youth Engagement Specialist for Wired 4 Work! Project Yayasan Plan International Indonesia R.A Kartini atau yang dikenal Kartini adalah salah satu simbol perjuangan kesetaraan hak bagi perempuan di Indonesia. Meski aktivitasnya mulai terbatas di usia 12 tahun ketika harus tinggal tinggal di rumah untuk kemudian menikah, semangat Kartini untuk maju tak lantas surut. Berbekal kemampuan bahasa Belanda yang dipelajarinya selama bersekolah di ELS atau sekolah untuk anak-anak Eropa, ia meneruskan korespondensi dengan teman-temannya di Eropa dalam keadaan dipingit. Selama itu, muncul pula keinginannya untuk

Selengkapnya
Pemberdayaan Ekonomi dan Kesempatan Bekerja Kaum Muda
Communications Team

Perkuat Fishers’ Center, PLAN Indonesia Gandeng Dinas Kelautan dan Perikanan di Jawa Tengah

Semarang, 13 April 2021 – Pusat perlindungan Awak Kapal Perikanan (AKP) berbasis masyarakat perlu diperkuat kehadiran dan layanannya bagi AKP yang bekerja dalam rentang jam kerja yang panjang dan dalam kondisi kerja yang intens serta berisiko tinggi. Sebagai kelompok pekerja di industri perikanan tangkap, AKP sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah dan juga organisasi kemasyarakatan dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan agar terhindadr dari eksploitasi tenaga kerja, termasuk kerja paksa dan perdagangan orang. Oleh karena itu, organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melalui SAFE Seas Project, mendirikan Fishers’ Center, yaitu pusat perlindungan AKP berbasis masyarakat di

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Mencari Kesejahteraan dari Kayanya Laut Indonesia

Warnadi mengenal laut sejak usia 10 tahun. Di usia tersebut memang sudah biasa bagi anak-anak yang tinggal di Desa Munjungagung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Jawa Tengah, ikut melaut bersama orang tuanya menggunakan perahu kecil ukuran 3 Gross Ton (GT). Warnadi kecil lahir pada 24 Januari 1972 dan tinggal di Desa Munjungagung di tepi pantai Larangan Kabupaten Tegal. Warnadi tidak punya pilihan lain selain menjadi nelayan, ia juga tidak memiliki keahlian lain kecuali mencari ikan. Menjadi nelayan berarti siap untuk hidup penuh kesulitan jauh dari kata mewah, bahkan kurang terjamah dengan program pemerintah dalam melindungi dan mensejahterakan nelayan dan Awak Kapal

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Women as the Driver for the Protection of Fishing Crews

Women are equal partners of men who have a role in national development and improvement of family welfare. The results of the Philippine SAFE Seas Project study on “The Effect of Forced Labor and Trafficking of Fishing Crews on Female Relatives” also show that women of the fishing crews have an important role in making decisions related to household finances including in proposing loan negotiations. International Women’s Day is celebrated annually on March 8 to commemorate the struggle of women around the world in promoting peace, justice, equality, and development. Stefi Hiborang is the wife of a fishing crew from

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

SAFE Seas Project Meningkatkan Akuntabilitas dan Akses Pemulihan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Bersama dengan Pemerintah Indonesia

Menangkap ikan adalah salah satu pekerjaan yang paling berbahaya di dunia, karena awak kapal perikanan (AKP) harus menanggung jam kerja yang panjang dalam kondisi kerja yang intens. Tingkat kecelakaan bahkan sampai kematian dalam penangkapan ikan termasuk tinggi di sebagian negara, termasuk Indonesia. Kesehatan dan keselamatan di sektor perikanan masih kerap terabaikan. Belum lagi, kebanyakan pekerja perikanan berlatar belakang kelompok terpinggirkan dan rentan. Bahaya kesehatan dan keselamatan kerja dapat dikaitkan dengan kerja paksa, jeratan hutang, diskriminasi, dan pelanggaran hak asasi manusia. Bahaya dari risiko ini tetap di abaikan dan tidak tertangani karena kesejangan dalam pengetahuan, pengawasan, dan pencegahan. Dalam menegakan hak

Selengkapnya