Ketahanan Masyarakat dan Respons Kemanusiaan

Berita Dari Kami
Communications Team

Plan Indonesia Lakukan Kaji Cepat Kebutuhan untuk Penyintas Gempa Sulawesi Barat

Sahabat, Indonesia kembali berduka.   Serangkaian gempa telah terjadi di Sulawesi Barat sejak Kamis (14/01) lalu. Salah satu gempa yang terbesar,  dengan magnitudo 6,2 SR terjadi pada Jumat (15/01), meluluhlantakkan fasilitas di daerah setempat. Hingga Senin (18/01), gempa susulan terus mengguncang Sulawesi Barat, dengan dampak yang dirasakan hingga di Kabupaten Majene, Mamuju, Mamasan, dan Polewali Mandar. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (21/01), diperkirakan sebanyak 20.448 jiwa terdampak rangkaian gempa tersebut. Awalnya, hingga lebih dari 27.000 jiwa harus mengungsi akibat gempa yang terjadi pecan lalu. Kini, meski sudah banyak penyintas yang dapat kembali ke rumahnya, sebanyak

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

COVID-19 Pandemic Emergency Response Final Report

The COVID-19 outbreak has occurred globally, including in all regions of Indonesia. Children, especially young women and girls, have been primarily affected by this pandemic. Of 11,708 children suspected to have COVID-19, 318 of them died. Meanwhile, of 3,928 children confirmed to have COVID-19, 59 of them died. Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) conducted a COVID-19 Pandemic Emergency Response from April-December 2020 focusing on the provision of clean water, hygiene and sanitation packages, education for all children, and child protection including from the gender-based violence. We would like to thank all of you who have donated and supported Plan

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Laporan Respons dan Pemulihan Bencana Sulawesi Tengah

Setelah dua tahun memberikan respons emergensi di Sulawesi Tengah, pada 17 Desember 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) secara resmi mengakhiri aktivitasnya di daerah tersebut. Kegiatan ini ditandai ditutupnya Kantor Palu, penyerahan dokumen Ruang Belajar Sementara, juga penyerahan dokumen laporan respons dan pemulihan bencana kepada gubernur Sulawesi Tengah. Awalnya, respons emergensi diberikan setelah terjadinya gempa dengan skala 7,4 SR di Provinsi Sulawesi Tengah pada September 2018. Gempa ini memicu terjadinya tsunami dan likuefaksi, yang disusul dengan gempa-gempa berikutnya. Menanggapi bencana ini, Plan Indonesia melakukan kaji cepat pada 2-5 Oktober 2018. Berdasarkan kaji cepat tersebut, diputuskan bahwa Plan Indonesia akan

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Infografik Respons Tanggap Bencana Pandemik COVID-19

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) telah melakukan respons tanggap bencana pandemik COVID-19 selama periode Maret-November 2020 Respons tanggap bencana ini berfokus pada tiga hal yaitu, pengadaan air bersih, paket kebersihan dan sanitasi; keberlanjutan pendidikan untuk semua anak; dan perlindungan anak. Sekitar 9,5 juta publik juga telah dijangkau melalui berbagai kanal yang mencakup 6 juta pemirsa melalui 336 pemberitaan, lebih dari 50.000 audiens melalui 54 webinar, dan lebih dari 3 juta respons publik terhadap kampanye kami di media sosial. Capaian lainnya mencakup distribusi bantuan dan manfaat bagi ratusan ribu penerima manfaat termasuk 12,9 juta liter air bersih, 120.896 masker untuk

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana Sulawesi Tengah & Nusa Tenggara Barat – After Action Review  Menindaklanjuti gempa yang terjadi pada 2018, mulai Oktober 2019, tim Yayasan Plan International Indonesia bekerja sama dengan UNICEF dalam  program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Program ini dilakukan untuk membangun kembali sekolah dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah-daerah yang terdampak, dengan memperhatikan 3 pilar utama SPAB. Secara total, lebih dari 24.000 anak dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan sekolah menengah atas menjadi target di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.  Setelah setahun pelaksanaan, para pihak yang terlibat pun

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Laporan Respons Tanggap Bencana Pandemik COVID-19

Perkembangan penyebaran COVID-19 masif terjadi di berbagai negara, termasuk di seluruh wilayah Republik Indonesia. Anak-anak, terutama anak perempuan dan perempuan muda, juga terdampak situasi pandemik ini. Dari 11.708 anak suspek COVID-19, 318 di antaranya meninggal dunia. Sementara dari 3.928 anak yang terkonfirmasi positif COVID-19, 59 di antaranya meninggal dunia. Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melakukan Respons Tanggap Bencana Pandemik COVID-19 pada April-Desember 2020 di sektor Pengadaan Air Bersih, Paket Kebersihan dan Sanitasi, Keberlanjutan Pendidikan untuk Semua Anak, dan Perlindungan Anak. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua Sahabat Plan yang telah berdonasi dan mendukung Plan Indonesia memberikan akses air bersih

Selengkapnya

Erupsi Gunung Ili Lewotolok, Anak-anak Lembata Mengungsi

Hampir seminggu berlalu sejak erupsi terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (29/11). Berdasarkan catatan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), erupsi dengan tinggi kolom abu yang mencapai 4.000 meter itu telah memaksa 17.293 orang meninggalkan rumah mereka dan pergi ke tempat yang lebih aman untuk sementara. Di antara para pengungsi, terdapat anak-anak dampingan Plan Indonesia di Lembata, yaitu anak-anak berusia 0-18 tahun yang berasal dari keluarga termarjinalkan. Salah satunya, Riska (16 tahun), yang berusaha menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Meski harus tinggal di pengungsian untuk sementara waktu, Riska berusaha untuk tetap bersemangat. Ketika ditemui

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Dukungan Kemanusiaan yang Aman Bagi Pengungsi Gunung Ili Lewotolok

Sahabat, mari luangkan waktu sejenak untuk membaca pesan ini. Selama beberapa hari terakhir, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, terus mengeluarkan semburan pasir dan abu vulkanik. Kemudian, pada Minggu (29/11), terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu yang mencapai 4.000 meter, membuat masyarakat sekitar harus mengungsi. Kini, status Gunung Ili Lewotolok dinaikkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Sebagai langkah siaga darurat, tim Tanggap Bencana Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) di Kabupaten Lembata sedang melakukan kaji cepat kebutuhan (Rapid Need Assessment/RNA) dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, sembari terus memantau situasi. Berdasarkan informasi terkini, masyarakat maupun wisatawan diarahkan

Selengkapnya