Ketahanan Masyarakat dan Respons Kemanusiaan

Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Infografik Respons Tanggap Bencana Pandemik COVID-19

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) telah melakukan respons tanggap bencana pandemik COVID-19 selama periode Maret-November 2020 Respons tanggap bencana ini berfokus pada tiga hal yaitu, pengadaan air bersih, paket kebersihan dan sanitasi; keberlanjutan pendidikan untuk semua anak; dan perlindungan anak. Sekitar 9,5 juta publik juga telah dijangkau melalui berbagai kanal yang mencakup 6 juta pemirsa melalui 336 pemberitaan, lebih dari 50.000 audiens melalui 54 webinar, dan lebih dari 3 juta respons publik terhadap kampanye kami di media sosial. Capaian lainnya mencakup distribusi bantuan dan manfaat bagi ratusan ribu penerima manfaat termasuk 12,9 juta liter air bersih, 120.896 masker untuk

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana Sulawesi Tengah & Nusa Tenggara Barat – After Action Review  Menindaklanjuti gempa yang terjadi pada 2018, mulai Oktober 2019, tim Yayasan Plan International Indonesia bekerja sama dengan UNICEF dalam  program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Program ini dilakukan untuk membangun kembali sekolah dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah-daerah yang terdampak, dengan memperhatikan 3 pilar utama SPAB. Secara total, lebih dari 24.000 anak dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan sekolah menengah atas menjadi target di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.  Setelah setahun pelaksanaan, para pihak yang terlibat pun

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Laporan Respons Tanggap Bencana Pandemik COVID-19

Perkembangan penyebaran COVID-19 masif terjadi di berbagai negara, termasuk di seluruh wilayah Republik Indonesia. Anak-anak, terutama anak perempuan dan perempuan muda, juga terdampak situasi pandemik ini. Dari 11.708 anak suspek COVID-19, 318 di antaranya meninggal dunia. Sementara dari 3.928 anak yang terkonfirmasi positif COVID-19, 59 di antaranya meninggal dunia. Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) melakukan Respons Tanggap Bencana Pandemik COVID-19 pada April-Desember 2020 di sektor Pengadaan Air Bersih, Paket Kebersihan dan Sanitasi, Keberlanjutan Pendidikan untuk Semua Anak, dan Perlindungan Anak. Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua Sahabat Plan yang telah berdonasi dan mendukung Plan Indonesia memberikan akses air bersih

Selengkapnya

Erupsi Gunung Ili Lewotolok, Anak-anak Lembata Mengungsi

Hampir seminggu berlalu sejak erupsi terjadi di Gunung Ili Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (29/11). Berdasarkan catatan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), erupsi dengan tinggi kolom abu yang mencapai 4.000 meter itu telah memaksa 17.293 orang meninggalkan rumah mereka dan pergi ke tempat yang lebih aman untuk sementara. Di antara para pengungsi, terdapat anak-anak dampingan Plan Indonesia di Lembata, yaitu anak-anak berusia 0-18 tahun yang berasal dari keluarga termarjinalkan. Salah satunya, Riska (16 tahun), yang berusaha menyelamatkan diri ketika bencana terjadi. Meski harus tinggal di pengungsian untuk sementara waktu, Riska berusaha untuk tetap bersemangat. Ketika ditemui

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Dukungan Kemanusiaan yang Aman Bagi Pengungsi Gunung Ili Lewotolok

Sahabat, mari luangkan waktu sejenak untuk membaca pesan ini. Selama beberapa hari terakhir, Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, terus mengeluarkan semburan pasir dan abu vulkanik. Kemudian, pada Minggu (29/11), terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu yang mencapai 4.000 meter, membuat masyarakat sekitar harus mengungsi. Kini, status Gunung Ili Lewotolok dinaikkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). Sebagai langkah siaga darurat, tim Tanggap Bencana Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) di Kabupaten Lembata sedang melakukan kaji cepat kebutuhan (Rapid Need Assessment/RNA) dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat, sembari terus memantau situasi. Berdasarkan informasi terkini, masyarakat maupun wisatawan diarahkan

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

No Internet Access, Radio Schooling Works!

Sari, is a 12 year-old student who lives in South Central Timor District (TTS) of south-east Indonesia. The COVID-19 pandemic has forced many children to study from home, including Sari. Although studying at home allows students to have more time to spend with their families and various other activities, studying at home can be a challenge for many children because the learning materials are provided remotely via digital platforms. The obligation to conduct distance learning via video call, for instance, is not easy. Apart from the fact that students cannot directly ask their teachers if they are confused, another challenge

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Tak Ada Internet, Sekolah lewat Radio pun Jadi!

Sari, anak perempuan berumur 12 tahun merupakan salah satu pelajar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pandemik COVID-19 yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan telah memaksa anak-anak untuk belajar dari rumah termasuk Sari tentunya. Walaupun belajar di rumah memberikan waktu lebih bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya, belajar di rumah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak karena semua materi pembelajaran diberikan dari jarak jauh melalui platform digital. Kewajiban untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui video call sebagai contoh, tidaklah mudah. Selain karena para pelajar tidak bisa secara langsung bertanya kepada guru mereka jika mereka

Selengkapnya
Berita Dari Kami
admin

Kembali ke Sekolah di Tengah Pandemik COVID-19

Setelah ditutup selama 8 bulan, sekolah-sekolah di zona dengan kategori risiko rendah di Indonesia mulai dibuka kembali. Bagi banyak siswa, tinggal di rumah saja tidaklah mudah. “Tidak nyaman belajar dari rumah,” ujar Angelina, anak perempuan berusia 13 tahun. “Aku senang sekali bisa kembali ke sekolah. Perasaannya campur aduk antara gembira dan bahagia.” Dalam rangka mendukung anak-anak kembali ke sekolah di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, yang sejauh ini mencatat kasus satu pasien COVID-19, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pihak sekolah menerapkan langkah-langkah kebersihan untuk memastikan setiap pelajar tetap dalam keadaan sehat dan terlindungi.

Selengkapnya