UPAYA KAMI

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada tahun 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan.

Bersama kelompok dan jejaring kaum muda, kami bekerja untuk memastikan partisipasi kaum muda yang bermakna dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga memobilisasi sumber daya dengan mitra, donor, dan sektor swasta untuk memberikan dampak lebih luas bagi anak-anak Indonesia.

KESEHATAN seksual dan reproduksi remaja

Young Health Programme Tantang Kaum Muda Mulai Hidup Sehat

Plan Indonesia bersama dengan salah satu mitra, yaitu Yayasan Lentera Anak dan Center dalam Young Health Programme (YHP) mengajak kaum muda di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur untuk mengikuti tantangan makanan sehat dan beraktivitas fisik. Kegiatan dilakukan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November 2021 lalu sebagai bentuk upaya pencegahan PTM pada kaum muda.

Mewujudkan Kesetaraan Gender di Dunia Kerja di Masa Pandemik COVID-19

Tantangan atas kesetaraan gender yang memang masih menjadi pekerjaan rumah bahkan sebelum masa pandemi, termasuk di dunia kerja. Indonesia menempati peringkat ke-101 dalam Global Gender Gap Index 2021 oleh World Economic Forum. International Labor Organization (ILO) mencatat pada tahun 2019 sebelum pandemik COVID-19 di Indonesia hanya 52 persen perempuan yang dipekerjakan dibandingkan dengan 72 persen laki-laki. Berangkat dari permasalahan ini, Plan Indonesia mengadakan dialog intergenerasional bertajuk “Dunia Kerja di Masa Pandemik COVID-19: Menapaki Kembali Jalur Kesetaraan Gender di Tempat Kerja” pada Selasa (23/11).

Mengajak Guru dan Tenaga Kesehatan jadi Fasilitator Kesehatan Kaum Muda melalui Young Health Programme

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama dengan mitra, yaitu Yayasan Lentera Anak dan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) bagi 25 orang guru dan tenaga kesehatan di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara selama tiga hari (21-23 Juli 2021). Pelatihan yang dilakukan secara daring ini mengawali langkah pertama proyek Young Health Programme (YHP) fase kedua yang akan berlangsung pada tahun 2021-2025.

Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda

girls leadership academy

Berubah Itu Mudah

Banyak orang bilang mengubah diri sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tapi aku percaya jika ada niat dan kemauan pasti seseorang bisa berubah. Bukanlah hal yang mudah untuk bisa

Diam Bisa jadi Penjara Diri Sendiri

Vika (bukan nama aslinya), nama yang sering bergema di aula sekolah, saat pengumuman Kejuaraan di akhir Semester. Hampir seluruh penghuni Sekolah, kenal Vika. Anak perempuan yang mempesona, ramah, cerdas, dan

RASA PERCAYA DIRIKU PERLAHAN MUNCUL

Mungkin bagi sebagian anak, menjadi percaya diri saat berada di depan banyak orang merupakan hal yang mudah. Namun, bagiku sulit untuk percaya diri. Namaku Damai dan aku berumur 15 tahun.

perlindungan dan tumbuh kembang anak

RUU TPKS Harus Mampu Melindungi Anak Korban Kekerasan Seksual

Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) telah disahkan menjadi RUU usul inisiatif Badan Legislasi (Baleg) DPR RI kemarin (18/01). Menanggapi pengesahan ini, Indonesia Joining Forces (IJF), aliansi enam organisasi hak anak bersama-sama Aliansi PKTA dan Jaringan AKSI hari ini, mengadakan media briefing bertajuk ‘Sejauhmana RUU TPKS Melindungi Anak Korban Kekerasan Seksual’ secara daring untuk menyuarakan upaya kolaborasi dalam mengupayakan RUU PKS yang mengakomodir perlindungan anak.

Konsultasi Publik Penyandang Disabilitas untuk Perencanaan Jangka Menengah Inklusif Kabupaten Sumbawa

Plan Indonesia, melalui proyek Water for Women di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencoba mendorong keterlibatan penyandang disabilitas dalam proses konsultasi publik. Plan Indonesia bahkan mendukung konsultasi publik khusus penyandang disabilitas. Konsultasi publik khusus ini merupakan bagian dari rangkaian konsultasi publik yang didukung oleh Plan Indonesia untuk memastikan WASH GESI terintegrasi dalam lima tahun Perencanaan Jangka Menengah.

Ketahanan Masyarakat dan Respons Kemanusiaan

Klender youth shares innovative tech for the environment at Disaster Risk Management National Conference

Joko was a 22-year-old Urban Nexus participant from the Klender sub-district who joined in the presentation alongside experts from various areas. He spoke alongside resources from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency, the Centre for Volcanology and Disaster Mitigation, and the National Disaster Management Agency. Joko shared his experience, mainly developing the locally-produced flood early warning tools components and its standard operating procedure. He also shared that his team had tested the device during a flood in his village. People from the flood-prone Klender subdistrict can now evacuate as soon as they hear the warning sound from the early warning system.

Reza paves the way to a brighter future through a newly-built resilience

Reza, a 21-year-old in the Krendang sub-district, West Jakarta, is participating in Plan Indonesia’s Urban Nexus programme activities. He then learned a lot of capacity-building knowledge that he could apply. Aside from that, Reza began to promote a healthier lifestyle to his family and surroundings. As part of the youth who joined the Urban Nexus peer educator training, Reza learned more about climate change and the small ways to adopt a sustainable lifestyle.

youth starts menstrual hygiene management AND SUSTAINABLE LIFESTYLE after urban nexus training

Shula, a 19-year-old, is a Klender (East Jakarta) youth representative who joins Plan Indonesia’s Urban Nexus programme activities. In 2021, she joined Urban Nexus’s series of peer educator training, including the Menstrual Hygiene Management (MHM) training. Through the Urban Nexus training, Shula and the other youth participants started discussing menstruation myths and facts. They learned that a woman must keep her body clean and healthy, especially when menstruating.