Tak Ada Internet, Sekolah lewat Radio pun Jadi!

Sari, anak perempuan berumur 12 tahun merupakan salah satu pelajar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Pandemik COVID-19 yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan telah memaksa anak-anak untuk belajar dari rumah termasuk Sari tentunya. Walaupun belajar di rumah memberikan waktu lebih bagi mereka untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan dapat melakukan berbagai aktivitas lainnya, belajar di rumah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi anak-anak karena semua materi pembelajaran diberikan dari jarak jauh melalui platform digital.

Kewajiban untuk melakukan pembelajaran jarak jauh melalui video call sebagai contoh, tidaklah mudah. Selain karena para pelajar tidak bisa secara langsung bertanya kepada guru mereka jika mereka bingung, namun, tantangan lainnya adalah, tidak semua siswa memiliki laptop atau handphone, dan kuota internet juga mahal. Sari sebagai salah satu pelajar kelas 7 SMP merupakan salah satu yang harus menggunakan handphone untuk belajar selama pandemik COVID-19. Kesulitan yang Sari hadapi adalah handphone yang Sari gunakan merupakan handphone milik ayahnya yang juga digunakan untuk Kakak Sari belajar.   

Untuk menjawab tantangan ini, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) membagikan lebih dari 1.000 radio di berbagai wilayah termasuk di Kabupaten TTS. Radio yang didistribusikan oleh Plan Indonesia menjadi solusi bagi anak-anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang minim akses terhadap perangkat digital dan internet. Sari, sebagai salah satu penerima manfaat menyatakan bahwa dia sangat senang bisa belajar dengan radio. Menurutnya, radio memudahkan belajar terutama untuk mata pelajaran yang menurutnya sulit seperti bahasa Inggris.

Melalui radio, Sari dapat mempelajari berbagai mata pelajaran seperti matematika, bahasa inggris, agama dan lain-lainnya. Menurut sari, “Saya lebih gampang belajar dengan radio yang ada. Kakak saya juga sudah menerima radio ini.”

Selain mendapatkan bantuan radio, Sari juga sangat gembira mendapatkan tas, alat tulis, sabun mandi, sikat gigi, dan beberapa buku. Sari mengatakan, “Saya senang mendapatkan buku-buku yang bisa dibaca dari kakak-kakak Plan Indonesia.”

Di tengah pandemik COVID-19 di mana berbagai kegiatan sekolah dibatasi dan dimana Sari tidak bisa berkumpul dengan teman-temannya, Sari merupakan anak yang dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan menenun. Sari diajari cara menenun oleh tantenya dan melalui kelompok tenun di Kabupaten TTS.

Belajar dari rumah selama berbulan-bulan dapat menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat di beberapa wilayah seperti NTT. Sehingga kehadiran radio yang membantu proses pembelajaran anak-anak di wilayah tersebut sangat bermanfaat dan berguna bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik di tengah pandemik COVID-19.