Respon Perubahan Iklim bagi WASH yang inklusif: Studi Kasus di Manggarai, Flores, Indonesia

Perubahan iklim tidak memengaruhi setiap orang secara setara, dan solusi perlu dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang beragam dari kelompok sosial yang bervariasi. Akibat peran perempuan dalam mengelola air dan sanitasi keluarga mereka mungkin terpengaruh secara tidak proporsional dengan tambahan beban dalam merespon dampak perubahan iklim. Di beberapa bagian di pedesaan Manggarai rumah tangga memiliki akses ke sambungan pipa air dan mempunyai jamban keluarga yang berkualitas baik. Layanan air dan sanitasi yang berkualitas tinggi ini mendukung akses air dan sanitasi yang setara.

Namun, jika perubahan iklim menyebabkan kegagalan layanan-layanan ini keluarga mungkin perlu menggunakan titik air umum atau jamban umum yang jauh dari rumah dan hal ini bisa menambah tekanan bagi perempuan dan penyandang disabilitas. Dalam setiap konteks, perempuan dewasa, laki-laki dewasa, anak perempuan, anak laki-laki, penyandang disabilitas, dan kelompok marjinal lainnya akan mempunyai pengalaman terkait perubahan iklim yang berbeda, sehingga solusi perlu dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda Informasi dan analisis dari temuan Studi Kasus ini telah digunakan untuk mengidentifikasi implikasi bagi program dan praktik untuk dipertimbangkan oleh praktisi WASH. Secara khusus, Studi Kasus ini menawarkan rekomendasi yang dapat memberikan informasi bagi Plan Indonesia mengenai bagaimana mengatasi dampak perubahan iklim dalam layanan WASH pada proyek Water for Women.