Request for proposal “IT Demand Assessment for MSMEs Work in Tech – YEE”

No: YEE/2022/04/TOR/179
Lokasi: Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang,Bekasi, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar
Batas Aplikasi: 08 September 2022
Tipe Kontrak: Professional Service/Research
Syarat Bahasa: English dan Bahasa Indonesia (bilingual)
Tanggal dimulai: 19 September 2022
Batas waktu kontrak: 14 Novembr 2022

PLAN INDONESIA
Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (YPII) pada tahun 2017 bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Salah satu programnya, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda (YEE), diimplementasikan dengan tujuan agar kaum muda marginal, terutama perempuan, mendapatkan pekerjaan yang layak melalui pekerjaan formal maupun berwirausaha. Sejak 2016, Program YEE memulai proyek ketenagakerjaan di bidang ICT, dengan fokus kaum muda perempuan, yang bertujuan untuk mendorong akses kaum muda marjinal terhadap kesempatan ekonomi dari sektor yang tumbuh dan menjanjikan di masa depan. Melalui program Kiat Muda, Tech Muda, ICT for Girls, dan saat ini Work in Tech Plan Indonesia memberikan pendampingan dan pelatihan bagi kaum muda untuk bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja.

LATAR BELAKANG
Saat ini, melalui dukungan dari Google.org, serta bermitra dengan INCO, Plan Indonesia melanjutkan komitmennya untuk mendukung partisipasi kaum muda di daerah Jawa Timur dan Jawa Barat di bidang IT Support. Sebanyak 10,000 beasiswa program sertifikasi IT Support Google Professional akan diberikan kepada kaum muda, dengan fokus kepada kaum muda miskin, kaum muda perempuan, kaum muda difabel dan kaum muda yang terdampak secara ekonomi oleh COVID 19. Tujuan proyek ini adalah membekali 10,000 anak muda usia 18-29 tahun di Indonesia dengan keterampilan IT Support, serta menyalurkan para penerima manfaat proyek yang sudah terlatih ini ke peluang kerja yang diharapkan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, maka diperlukan sebuah assessment yang dapat memberikan gambaran terkait kebutuhan penguasaan technical skill, terutama di bidang IT diperlukan oleh private sector dan kelompok usaha kecil menengah (UMKM) di wilayah Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jabodetabek, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar. Dengan tersedianya gambaran kebutuhan penguasaan technical skill, maka diharapkan akan mendukung proses link and match yang akan berujung pada penyerapan tenaga kerja di wilayah terkait.

TUJUAN

  1. Melakukan assessment terkait kebutuhan akan IT kepada dunia industri dan UMKM yang berada di di wilayah Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jabodetabek, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar.
  2. Memberikan informasi yang komprehensif terkait technical skill bidang IT yang dibutuhkan oleh dunia industri dan UMKM.

PERTANYAAN PENELITIAN

  1. Bagaimana kebutuhan private sector dan UMKM terkait dengan technical skill dalam bidang IT di Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jabodetabek, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar?
  2. Bagaimana gambaran kesempatan kerja terkait dengan IT di sektor-sektor potensial?
  3. Bagaimana kebutuhan recruitment kaum muda oleh private sector dan UMKM di Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jabodetabek, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar?
  4. Apakah private sector menerima kaum muda penyandang disabilitas dan kaum muda perempuan untuk bekerja pada bidang IT?
  5. Apakah ada kaum muda penyandang disabilitas dan kaum muda perempuan yang pernah melamar pekerjaan pada bidang IT?
  6. Apakah lokasi private sector ramah terhadap kebutuhan kaum muda disabilitas?
  7. Apakah private sector memiliki aturan-aturan kerja khusus untuk kaum muda perempuan?

METODE PENELITIAN
Assessment ini akan menggunakan dua metodologi, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Metodologi kuantitatif akan digunakan dalam menganalisis kebutuhan private sector dan MSME terkait dengan technical skill, dengan menggunakan survei secara digital yang disebarkan kepada responden dari sampling yang terpilih. Adapun proporsi responden survei perwilayah dari total sampling ditetapkan 25% di Surabaya dan Malang, 25 % di Bandung dan Cirebon, 20 % di Jabodetabek, 10% di Yogyakarta, 10% di Bali (Badung dan Denpasar), dan 10% di Makassar. Metodologi dan hasil perhitungan jumlah sampling akan ditentukan oleh konsultan berdasarkan perhitungan jumlah populasi private sector dan MSME di lokasi penelitian, dengan terlebih dahulu disepakati bersama dengan pihak YPII. Komponen yang akan di analisis menggunakan metode kuantitatif melalui studi dokumen yaitu profil perusahaan, informasi formasi/struktur terkait dengan peran IT. Selain itu, survei kuantitatif dapat dilakukan untuk mengumpulkan data terkait dengan tingkat kebutuhan IT dari sektor perusahaan, jenis kebutuhan, skill yang dibutuhkan, kesempatan yang tersedia dan mekanisme yang dimiliki.
Sementara metode kualitatif akan digunakan untuk mengetahui gambaran kesempatan kerja dan kebutuhan rekrutmen kaum muda oleh private sector dan MSME dengan instrumen wawancara atau key informant interview. Assesment juga akan menggunakan metode kualitatif melalui analisis konten wawancara untuk mendapat informasi terkait dengan kebutuhan IT berdasarkan konteks sektor usaha, penerapan prinsip kesetaraan gender dan inklusi disabilitas, penerapan mekanisme rekrutmen dan kesempatan karir dalam bidang IT.

KELUARAN YANG DIHARAPKAN

  1. Tersedianya gambaran kebutuhan penguasaan technical skill kaum muda terkait dengan IT di mana hal tersebut akan mendukung proses recruitment antara kaum muda dengan private sector dan UMKM.
  2. Tersedianya pemetaan perusahaan dan/atau UMKM di Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar dengan tingkat kebutuhan akan IT untuk mendukung operasional perusahaan
  3. Tersedianya gambaran pemenuhan Sumber Daya Manusia yang dibutuhkan pada dunia industri tersebut
  4. Tersedianya gambaran seberapa besar kesempatan yang dimiliki anak muda perempuan dan kaum disabilitas untuk memasuki dunia kerja tersebut
  5. Tersedianya gambaran terkait mekanisme perekrutan dan pengembangan kapasitas bagi tenaga kerja bidang IT

LINGKUP PEKERJAAN

  1. YPII :
    A. Meninjau mekanisme assessment, terutama yang berkaitan dengan metode penelitian, kriteria responden, penentuan sampling dan jumlah responden
    B. Melakukan evaluasi terhadap hasil laporan assessment
  2. Konsultan :
    A. Menentukan daftar responden (Private sector dan UMKM) di Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jabodetabek, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar.
    B. Menghubungi responden dan melakukan pengambilan serta analisis data
    C. Bersama dengan YPII, melakukan screening data
    D. Melaporkan hasil assessment untuk kemudian dievaluasi oleh YPII
    E. Melaporkan hasil final assessment

WAKTU PELAKSANAAN
Kegiatan IT Demand Assessment for MSMEs akan dilaksanakan pada :

Tanggal : 19 September 2022 hingga 14 November 2022
Lokasi : Bandung, Cirebon, Surabaya, Malang, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Yogyakarta, Bali (Badung dan Denpasar) dan Makassar

KRITERIA VENDOR

1) Memiliki keterampilan dan pengalaman dalam melakukan survei terkait kebutuhan IT dalam perusahaan.
2) Mampu menyediakan sumber daya (tim) yang selaras dengan tujuan kegiatan. survey
3) Mengetahui dengan baik proses survei lapangan.
4) Memiliki keterampilan fasilitasi untuk melakukan survei secara digital (menggunakan form digital).
5) Memiliki pengalaman dalam studi/riset di bidang market/private sector demand
6) Memahami dan mematuhi pedoman kode etik YPII.
7) Berorientasi pada tujuan, kolaboratif, kreatif, dinamis, tech savvy, dan bertanggung jawab.
8) Akan disukai apabila memiliki pengalaman bekerjasama dengan Yayasan, Organisasi Non Profit, Pemerintah, dan Sektor Privat yang fokus pada peningkatan kapasitas kaum muda.

PRINSIP, PENDEKATAN DAN KODE ETIK YPII

Staf dan Konsultan Plan Indonesia harus mematuhi Plan International Child and Youth Safeguarding and Protection. Konsultan harus mengikuti Prinsip Etis untuk melibatkan subjek manusia dalam kegiatan dan mendapatkan persetujuan tertulis atau lisan dari subjek manusia. Apabila kegiatan melibatkan subjek umur anak-anak dibawah 18 tahun, maka izin dari orang tua harus didapatkan. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan atau orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan kegiatan dan manfaatnya.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus sejalan dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan, menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, konsultan diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender,penguatan lembaga perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi perempuan danperempuan, bekerja sama dengan laki-laki

dan laki-laki untuk merangkul kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan laki- laki dalam semua keragaman mereka, danmembina lingkungan yang memungkinkan kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan.

Tabel Hasil/Output

HasilFormatBatas Waktu/ DeadlineDetail
Kontrak yang ditandatangani oleh YPII dan konsultanFormat Kontrak Konsultan YPIIMinggu ke 2 September  2022Kontrak konsultan akan disiapkan dan disediakan oleh bagian procurement YPII
Desain studi dan rencana kerja (Work Plan)Format desain studi dan rencana kerjaMinggu ke 2 September  2022Desain studi dikirimkan kepada WiT PM, MER Specialist dan Procurement
Review desain studi oleh YPII Minggu ke 2 September  2022Review oleh YPII (PM, MER Specialist dan Project Manager)
Revisi desain studi oleh consultant Minggu ke 2 September  2022Konsultan
Review dan approval studi desain oleh YPII Minggu ke 2 September  2022Review oleh YPII (PM, MER Specialist dan Project Manager)
Data collection toolExcel dan form online pengambilan dataMinggu ke 4 September 2022Pengembangan data collection tool oleh konsultan
Uji coba data collection tool Minggu ke 4 September 2022Konsultan
Pengambilan data kuantitatif dan kualitatif Minggu ke 4 September dan 1 Oktober 2022Konsultan
Batas waktu penyelesaian draft report Minggu ke 2 Oktober 2022Konsultan
Review draft Report oleh YPII Minggu ke 4 November  2022Review oleh YPII (PSE, PM, MER Specialist dan Project Manager)
Deadline final report Minggu ke 1 November  2022Konsultant
Laporan Penilaian Akhir termasuk Executive Summary dan Lampiran: Formulir persetujuan responden yang telah diisi; Data kuantitatif responden; Data kualitatif (Transkrip Wawancara) Minggu ke 2 November  2022Laporan penelitian akan disediakan oleh konsultan lengkap dengan Executive Summary dan lampiran (instrumen penelitian, hasil analisis, dan lainnya) dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

PENGIRIMAN APLIKASI
Calon vendor mengirimkan aplikasi ke yayasan.procurement@plan-international.org dengan subjek “Enumerator IT Demands Assessment_Work in Tech_Nama” sebelum 08 September 2022 jam 17.00 WIB dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  1. Surat pernyataan minat, baik dari konsultan ataupun organisasi yang tertarik mengikuti kegiatanini
  2. Proposal kegiatan beserta dengan anggaran yang diusulkan (termasuk pajak progresif). Proposal memuat :
  • Tujuan kegiatan; Target peserta, meliputi perhitungan sampling dari populasi UMKM di Bandung, Cirebon, Surabaya, Jabodetabek, Yogyakarta, Bali dan Makassar; Proporsi sampling 25% di Surabaya dan Malang, 25 % di Bandung dan Cirebon, 20 % di Jabodetabek, 10% di Yogyakarta, 10% di Bali (Badung dan Denpasar) dan 10% di Makassar
  • Deskripsi dan strategi implementasi kegiatan;
  • Identifikasi waktu kegiatan atau timeline;
  • Detil anggaran kegiatan (beserta dengan pajak);
  • Contoh modul atau portofolio yang dilakukan sebelumnya melakukan kegiatan (berupahyper- link yang valid ke sampel modul)
  1. Profil Organisasi dengan informasi tentang :
  • Pekerjaan relevan saat ini dan sebelumnya serta klien atau pengguna (portofolio);
  • CV personel yang terlibat dalam penugasan dan tanggung jawab atau peran utama mereka dalam penugasan tersebut.
  1. Pelamar harus menulis proposal dengan detail perencanaan implementasi dan anggaran keseluruhan untuk kegiatan, dan semua biaya terkait termasuk biaya protokol kesehatan, perjalanan, lokakarya dan pertemuan (jika hal ini berlaku karena pandemik COVID-19).
  2. Setiap proposal yang tidak memasukkan rincian anggaran tidak akan dipertimbangkan. Rincian anggaran termasuk biaya perjalanan dan biaya kegiatan terkait lainnya serta pajak penghasilan yang akan dipotong. Untuk seluruh personel yang terlibat dalam kerangka kegaiatan diatas.
  3. Contoh produk portofolio oleh tim konsultan atau personal dalam bahasa Inggris dan / atau bahasa Indonesia jika tersedia.

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia.

Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara.

“Plan Indonesia mendorong Perempuan Indonesia untuk berpartisipasi dalam bidding ini”