Laporan & Studi

Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Speak Up! Krisis Iklim dan Sampah Plastik

Plastik sekali pakai dapat mencemari tanah, laut, dan juga udara bila dibakar. Semakin banyak sampah plastik, emisi gas rumah kaca yang terbentuk juga makin banyak. Hal ini pun memperparah pemanasan global dan krisis iklim. Mari kurangi dampak buruk dari penggunaan plastik dengan cara sederhana setiap hari dengan membawa tempat makan dan botol minum sendiri saat bepergian, batasi pemakaian produk yang dikemas dengan plastik, dan stop penggunaan sedotan plastik. Yuk, bersama kita lawan krisis iklim dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai bersama Sahabat Bumi! Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Gas Rumah Kaca

Gas rumah kaca telah ada sejak lama dan dibutuhkan di bumi. Namun, beberapa aktivitas manusia membuat keberadaan gas ini menjadi tidak seimbang. Hal ini memicu efek rumah kaca yaitu fenomena ketika panas matahari terperangkap di atmosfer sehingga bumi menjadi semakin panas dan memicu dampak yang berbahaya bagi bumi dan juga manusia. Kita bisa memulai dengan menghemat pemakaian AC bijaksana dalam memakai kendaraan berbahan bakar fosil, lebih banyak berjalan kaki dan bersepeda, menggunakan kendaraan ramah lingkungan, juga menghabiskan makanan agar tidak terbuang percuma menjadi sampah. Lebih dari itu, kita juga bisa bersama-sama memulai inisiatif reboisasi hutan. Mari belajar tentang gas rumah

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Fenomena Krisis Iklim

Krisis iklim telah menyebabkan berbagai efek. Adanya pemutihan karang, mencairnya salju abadi di puncak gunung, kebakaran perkebunan dan lahan gambut, kemarau dan cuaca ekstrem, banjir bandang, hingga gagal panen karena sawah kebanjiran. Fenomena-fenomena ini merupakan dampak nyata dari krisis iklim yang tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda. Fenomena ini juga mengancam masa depan bumi dan umat manusia. Mari bersama-sama berkontribusi untuk melawan krisis iklim! Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Sampah Makanan dan Krisis Iklim

Kebersihan tempat tinggal tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan. Kebersihan tempat tinggal, terutama soal pengaturan sisa makanan, juga penting untuk mengurangi potensi kerusakan lingkungan Oleh karena itu, belanja makanan secara efektif, mengambil makanan seperlunya, dan tidak menyisakan makanan yang akhirnya menjadi sampah dan beban bagi bumi kita. Untuk mempelajari sampah makanan, kesehatan, dan hubungannya dengan krisis alam, simak cerita Gita dan para Sahabat Bumi melalui komik di bawah! Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Sampah Masker dan Bahayanya

Di masa pandemik COVID-19 ini, masker merupakan hal penting yang kita gunakan sebagai usaha perlindungan dari virus.Tapi, limbah masker bisa disalahgunakan dan turut menyumbang peningkatan krisis iklim. Pelajari cara aman untuk membuang sampah masker kita melalui komik di bawah! Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Selengkapnya
Ketahanan Masyarakat dan Respon Kemanusiaan
Communications Team

Krisis Iklim dan Siklon Seroja

Perubahan iklim memiliki berbagai dampak bagi bumi dan manusia seperti suhu bumi yang semakin panas, emisi rumah kaca yang membuat pemanasan global, hingga daerah yang kekeringan atau justru kebanjiran karena cuaca ekstrem. Untuk mengetahui lebih lanjut dampak perubahan iklim di Indonesia seperti siklon seroja yang baru terjadi di Lembata, Nusa Tenggara Timur, simak cerita Kanaga, Niken, Theo dan teman-temannya melalui komik di bawah! Bahasa Indonesia Bahasa Inggris

Selengkapnya
Laporan dan Studi
Communications Team

SURAT TERBUKA – Enam Tindakan Strategis untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Anak

Satu miliar anak di dunia mengalami kekerasan setiap tahunnya. Angka yang mengejutkan itu telah meningkat lebih tinggi selama pandemi COVID-19. Layanan pencegahan dan penanggulangan kekerasan bagi 1,8 miliar anak yang tinggal di lebih dari 100 negara telah terganggu. 1,5 miliar remaja yang terkena dampak penutupan sekolah telah kehilangan perlindungan dan dukungan yang biasanya diberikan oleh sekolah. Langkah-langkah untuk menahan penyebaran virus, bersama dengan kesulitan ekonomi dan tekanan keluarga, telah menjadi satu dan menciptakan kondisi ‘badai sempurna’ bagi anak-anak yang kemudian menjadi rentan untuk menyaksikan atau mengalami kekerasan fisik, emosional dan seksual. Terlepas dari manfaat konektivitas digital, kehidupan menjadi lebih online

Selengkapnya
Laporan dan Studi
Communications Team

Respon Perubahan Iklim bagi WASH yang inklusif: Studi Kasus di Manggarai, Flores, Indonesia

Perubahan iklim tidak memengaruhi setiap orang secara setara, dan solusi perlu dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang beragam dari kelompok sosial yang bervariasi. Akibat peran perempuan dalam mengelola air dan sanitasi keluarga mereka mungkin terpengaruh secara tidak proporsional dengan tambahan beban dalam merespon dampak perubahan iklim. Di beberapa bagian di pedesaan Manggarai rumah tangga memiliki akses ke sambungan pipa air dan mempunyai jamban keluarga yang berkualitas baik. Layanan air dan sanitasi yang berkualitas tinggi ini mendukung akses air dan sanitasi yang setara. Namun, jika perubahan iklim menyebabkan kegagalan layanan-layanan ini keluarga mungkin perlu menggunakan titik air umum atau jamban umum yang

Selengkapnya