KARYA MEREKA

Karya Mereka
Communications Team

Safe Seas Fishing Allience: Perlindungan Pekerja Perikanan Tangkap dari Kerja Paksa dan Perdagangan Orang

Laporan mengenai Safe Fishing Alliance terkait dengan Perlindungan Pekerja Perikanan Tangkap dari Kerja Paksa dan Perdagangan Orang menjelaskan latar belakang dan pendekatan proyek SAFE Seas dan Safe Fishing Alliance dalam melindungi awak kapal perikanan dari kerja paksa dan perdagangan orang di kapal penangkap ikan di Indonesia dan Filipina, serta butiran rekomendasi untuk membangun mekanisme koordinasi antar-lembaga.  Menurut laporan International Labour Organization (ILO) tentang Estimasi Global Tahun 2017 pada Perbudakan Modern, terdapat sekitar 16 juta korban eksploitasi kerja paksa oleh para pelaku sektor swasta di seluruh dunia pada 2016. Dari angka 16 juta ini, kira-kira 11%, atau hampir 2 juta orang

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Time is Hope – A Diary of Wilda

My name is Wilda, the firstborn in our family. I came from a humble family, one that lives just to get by daily. My father works as a farmer and shepherd, while my mother lives as an ordinary housewife. And in the house, we also have Agil, my younger sibling who is currently an elementary student. Upon graduating from high school, I actually wanted to continue studying in the university. However, as we didn’t have enough money, I had to cancel the plan and look for other alternatives. One day, I was informed through an online youth forum organized by

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Vince’s Story: Plan Indonesia’s former Sponsored Child Provide Educational Services for Children in Remote Areas

Amidst the COVID-19 pandemic, the school-aged children and their families are facing many difficulties due to social restrictions and learning-from-home policies. With limited access to the internet network, schools and teachers in the frontier, outermost, and the deepest (remote) areas of Indonesia initiated to manage offline education by regularly visiting groups of students based on the zoning of their residential. One of the young people who is devoted to continuing to provide educational services for children in remote areas is Vince J. Tamonob. This 20-year-old young woman is a former Sponsored child of Plan Indonesia resided in South Central Timor

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

The Story of Munkarramah, B.Ed., the First Grade Teacher Who Teaches Offline

Teaching 1st graders is no easy task for a teacher. Students who, in terms of age, still fall under the preschooler category require extra assistance and continuous stimulation with various approaches to ensure that their motivation to learn is sustained. My name is Munkarramah. I am a contract teacher at SDN 1 Lembahsari, Batu Layar, West Lombok District, West Nusa Tenggara. I currently teach 19 1st grade students.   During the COVID-19 pandemic, teachers implement offline learning by visiting students’ homes because many of the parents still do not have internet access, savviness in using Android based applications, or even

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Kisah Munkarramah, S.Pd, Guru Kelas 1 SD yang Mengajar Luring

Mengajar murid-murid di kelas 1 SD merupakan tugas yang tidak mudah bagi seorang guru. Anak didik yang rentang usianya masih masuk kategori prasekolah ini butuh pendampingan ekstra dan terus distimulasi dengan berbagai pendekatan agar motivasi belajarnya muncul dan terus terjaga. Namaku Munkarramah. Aku guru honorer di SDN 1 Lembahsari, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Aku mengajar murid-murid kelas 1, jumlahnya ada 19 anak.  Di masa wabah COVID-19 ini kami guru-guru melakukan pembelajaran luring dengan berkunjung ke rumah-rumah anak didik karena banyak orangtua murid yang tidak memiliki akses internet, tidak paham menggunakan aplikasi berbasis Android, bahkan tidak

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

The Story of Hendrik Taedeni, SFH Teacher for Special Needs Students

How do we implement learning from home for students with disabilities? Especially if they live in remote areas without sufficient supporting facilities. In the face of the COVID-19 pandemic and difficult condition for everyone, this has become a challenge for me to do my best in assisting my students to learn. My name is Hendrik Taedeni, I teach at SLB (School for Special Needs Students) Kota Raja, Kupang, East Nusa Tenggara. I have served at this school for 16 years. I have students who are deaf or hard-of-hearing, blind, intellectually challenged, physically challenged, and autistic. I apply different approaches to

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Kisah Hendrik Taedeni, Guru BDR Bagi Murid dengan Disabilitas

Belajar dari rumah untuk murid-murid dengan disabilitas, bagaimana caranya? Terlebih jika mereka tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal yang minim berbagai fasilitas. Tapi dalam situasi Pandemik COVID-19 dan kondisi serba sulit seperti sekarang ini, hal itu menjadi tantangan bagi saya untuk menjalankan tugas sebaik mungkin dalam membimbing anak didik. Nama saya Hendrik Taedeni, saya mengajar di Sekolah Luar Biasa di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saya sudah mengabdi di sekolah ini selama 16 tahun. Murid-murid saya antara lain anak-anak tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, dan anak-anak autis. Saya menjalankan pendekatan yang berbeda untuk setiap kategori ketunaan anak didik. Sejak program Belajar

Selengkapnya
Karya Mereka
Communications Team

Kisah Maria Rosalina Agho Owa, Guru yang Berkeliling dengan Papan Tulis

Nama saya Maria Rosalina Agho Owa, atau akrab disapa Ibu Rolin. Saya guru honorer di salah satu SD di Boawae, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Semenjak wabah COVID-19 melanda dunia dan mulai masuk ke Indonesia, pemerintah menerapkan program Belajar dari Rumah (BDR). Tugas kami guru-guru adalah rutin mengunjungi murid-murid yang sudah dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai zonasi tempat tinggalnya. Waktu menunjukkan pukul 8 pagi. Hari ini saya akan pergi ke lokasi belajar pertama di daerah Pisa naik ojek motor. Saya bawa serta papan tulis untuk alat mengajar. Saya memakai sandal beralas karet karena nanti harus berjalan jauh ke lokasi-lokasi belajar lainnya

Selengkapnya