berita dari kami

Berita Dari Kami
Communications Team

Cegah Perkawinan Usia Anak, Plan Indonesia Buka Dialog Multipihak

Plan Indonesia menghadirkan Policy Corner pertama sebagai forum diskusi bagi para pemangku kebijakan dengan topik ‘Perkawinan Usia Anak di Masa Pandemik COVID-19’ yang telah diselanggarakan pada 26 Januari 2021. Policy Corner ini melibatkan berbagai kelompok kepentingan, seperti perwakilan instansi pemerintahan yang merumuskan kebijakan pencegahan perkawinan anak seperti Bappenas danKemendagri. Forum diskusi ini memberikan kesempatan pula kepada para penggiat isu pencegahan perkawinan usia anak, seperti KPAI dan KPAD, serta kaum muda. Dari seluruh materi yang telah dibahas selama diskusi, tantangan mendasar perkawinan usia anak antara lain persepsi masyarakat, budaya, harmonisasi regulasi dan kebijakan, dan keadaan ekonomi, sinergitas dan koordinasi dari berbagai tingkatan pemerintahan akan dirumuskan menjadi sebuah Policy Brief yang akan disampaikan kepada para narasumber dan peserta Policy Corner.

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Plan Indonesia Conducts Rapid Need Assessment to Help the West Sulawesi Earthquake Survivors

Dear Plan Friends, grief has hit Indonesia again. A set of earthquakes has been occurring in the West Sulawesi province since Thursday (14/01). One of the largest earthquakes, with a 6.2 magnitude, struck on Friday (15/01), demolishing buildings and local facilities. Tremors are still being felt today, Monday (18/01), with effects reported in Majene, Mamuju, Mamasa, and Polewali Mandar. According to The National Disaster Mitigation Agency (BNBP), by Thursday (21/01), about 20,488 lives are predicted to be affected by this earthquake. At the beginning, more than 27,000 were predicted to forced to evacuate from their homes. But, according to the newest reports, there are currently 9,390 people leaving their homes for shelters, while 91 people lost

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Plan Indonesia Lakukan Kaji Cepat Kebutuhan untuk Penyintas Gempa Sulawesi Barat

Sahabat, Indonesia kembali berduka.   Serangkaian gempa telah terjadi di Sulawesi Barat sejak Kamis (14/01) lalu. Salah satu gempa yang terbesar,  dengan magnitudo 6,2 SR terjadi pada Jumat (15/01), meluluhlantakkan fasilitas di daerah setempat. Hingga Senin (18/01), gempa susulan terus mengguncang Sulawesi Barat, dengan dampak yang dirasakan hingga di Kabupaten Majene, Mamuju, Mamasan, dan Polewali Mandar. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (21/01), diperkirakan sebanyak 20.448 jiwa terdampak rangkaian gempa tersebut. Awalnya, hingga lebih dari 27.000 jiwa harus mengungsi akibat gempa yang terjadi pecan lalu. Kini, meski sudah banyak penyintas yang dapat kembali ke rumahnya, sebanyak

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

[INSIGHT] Urgent need to tackle youth unemployment in COVID-19 pandemic

The year is coming to an end, but we still see no end to the COVID-19 pandemic despite some recent good news about vaccines. According to Gadjah Mada University researchers, this pandemic might last until early 2022 in Indonesia. This obviously calls for more attention to fighting the pandemic, while at the same time calling for a more serious effort to help citizens navigate it safely. This is so, especially, in case of youth, who are facing the risk of unemployment, as economic challenges continue to take a toll within the country. According to Statistics Indonesia (BPS), the Indonesian youth

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana

Program Satuan Pendidikan Aman Bencana Sulawesi Tengah & Nusa Tenggara Barat – After Action Review  Menindaklanjuti gempa yang terjadi pada 2018, mulai Oktober 2019, tim Yayasan Plan International Indonesia bekerja sama dengan UNICEF dalam  program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Program ini dilakukan untuk membangun kembali sekolah dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana di daerah-daerah yang terdampak, dengan memperhatikan 3 pilar utama SPAB. Secara total, lebih dari 24.000 anak dari jenjang pendidikan anak usia dini sampai dengan sekolah menengah atas menjadi target di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat.  Setelah setahun pelaksanaan, para pihak yang terlibat pun

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Kesehatan lingkungan sekolah berhubungan erat dengan kualitas pendidikan di dalamnya. Semakin bersih lingkungan sekolah, semakin besar pula dukungannya terhadap proses belajar-mengajar di sekolah. Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas lingkungan sekolah adalah perilaku warga sekolah tentang hidup bersih dan sehat serta ketersediaan air bersih dan sanitasinya. Maka untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang berkualitas, perlu diterapkan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yaitu stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan makan dan minum, pengelolaan sampah dan pengelolaan limbah cair. Namun demikian untuk mewujudkan hal tersebut tidak sederhana. Perlu adanya kerjasama lintas sektor dan lintas program. Pada 2020,

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Cegah Stunting Berkat Konsumsi Ikan Cakalang

Lili (27 tahun), orang muda perempuan dari kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) merasa sangat senang bisa mengikuti program Mata Kail (Mari kita kreatif agar ikan Lestari) yang digagas oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) . Setelah mengikuti pelatihan Lili langsung bisa memulai usaha bakso ikan yang hingga kini digelutinya. Tak hanya itu, Lili juga mendapatkan pengetahuan baru terkait pentingnya asupan ikan bagi anak-anak.

Selengkapnya
Berita Dari Kami
Communications Team

Kepiting, Harapan Baru Sulis di Tengah Pandemik COVID-19

Sulis (21 tahun), adalah orang muda perempuan dari Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak Maret 2020, Sulis diberhentikan sementara dari perusahaan tempat ia bekerja. Beruntung, pada Agustus 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) yang bermitra dengan Bengkel APPeK (Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung) dan Kopernik mengimplementasikan program Mata Kail (Mari kita kreatif agar ikan Lestari) di desa tempat Sulis tinggal. Melalui Mata Kail, Sulis menapatkan pelatihan kewirausahaan. Setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan di bulan Agustus, Sulis pun mulai mencoba berjualan kepiting lewat media sosial, seperti Facebook (FB) dan WhatsApp (WA). Bermodalkan Rp 50 ribu hasil berjualan pulsa, ia mulai membeli kepiting dan mempromosikannya lewat FB.

Selengkapnya