Profil Yayasan Plan International Indonesia Program Implementation Area Flores

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Bersama kelompok dan jejaring kaum muda, kami bekerja untuk memastikan partisipasi kaum muda yang bermakna dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Kami juga memobilisasi sumber daya dengan mitra, seperti sektor swasta, lembaga donor, yayasan filantropi, dan donatur individu, untuk memberi dampak lebih luas bagi anak-anak Indonesia.

Plan Indonesia mengimplementasikan aktivitasnya melalui empat program, yaitu Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, serta Ketangguhan dan Kemanusiaan. Kami bekerja di 7 provinsi, termasuk
di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan target untuk memberdayakan 1 juta anak-anak perempuan. Plan Indonesia juga membina 36 ribu anak di Nusa Tenggara Timur. Sejak 2011, Plan Indonesia sudah bekerja di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kini terdapat 44 desa dampingan Plan Indonesia yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Nagekeo, yaitu di Kecamatan Aesesa, Aesesa Selatan, Boawae dan Keo Tengah, dengan jumlah anak dampingan (Sponsored Child/SC) sebanyak 11.739 anak. SC sendiri merupakan duta yang mewakili masyarakat untuk berkomunikasi dengan sponsor. Lewat para anak dampingan, para sponsor bisa mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan situasi anak-anak di Nagekeo.