PANDUAN PEMICUAN DAN PROMOSI CUCI TANGAN PAKAI SABUN

Masa pandemik COVID-19 semakin menunjukkan pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat. Salah satu upaya pencegahan paling mudah adalah praktik Cuci Tangan Pakai Sabun. Terutama saat sebelum dan sesudah makan, sesudah dari toilet, setelah memakaikan popok bayi, dan saat setelah berkebun.

Sejak wabah COVID-19 merebak, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) turut gencar memberikan sosialisasi tentang protokol kesehatan. Jargon 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjauhi kerumunan) tidak hanya disampaikan ke masyarakat melalui berbagai media komunikasi, melainkan juga diterapkan dengan tertib oleh tim Plan Indonesia dalam melalukan kegiatan bersama masyarakat. Selain itu, Plan Indonesia pun turut membagikan APD bagi tenaga kesehatan dan menggaungkan pentingnya penggunaan masker serta tertib protokol kesehatan.

Mengubah perilaku masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat selaku subyek perubahan. Agar perilaku ini terus diterapkan di masyarakat–bahkan setelah masa pandemik COVID-19, maka penerapan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang berkelanjutan perlu terimplementasi dengan baik. Khususnya penerapan pilar kedua STBM yakni Cuci Tangan Pakai Sabun.

Kolaborasi multi pihak menjadi kunci keberhasilan penerapan STBM berkelanjutan. Pemerintah pusat dan daerah, bersama organisasi masyarakat sipil perlu menciptakan lingkungan yang kondusif, mengidentifikasi kebutuhan, dan menyediakan sarana dan prasarana bagi masyarakat. 

Plan Indonesia telah berhasil menjalankan aplikasi STBM di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Beberapa upaya yang telah kami lakukan, di antaranya adalah studi literatur, melakukan asesmen persepsi masyarakat terkait perilaku cuci tangan pakai sabun, dan penyusunan panduan pemicuan perilaku tersebut. Lebih dari itu, kami ingin agar perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun melekat pada seluruh elemen masyarakat, termasuk di rumah dan sekolah. Jika kesadaran untuk menjadi bersih dan sehat berangkat dari subyek perubahan, maka keberlanjutan praktik tersebut akan terjadi dengan sendirinya. 

Sebagai upaya mendorong STBM berkelanjutan, Plan Indonesia menerbitkan dua buku Panduan Pemicuan Cuci Tangan Pakai Sabun. Buku panduan ini tersusun berkat kerja sama dengan Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Kementerian Agama, dan Direktorat Sekolah Dasar, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Buku Panduan Pemicuan Cuci Tangan Pakai Sabun terdiri dari dua seri yaitu: Seri 1 ditujukan untuk masyarakat; dan Seri 2 untuk sekolah. Selain itu panduan ini dapat digunakan oleh sanitarian, Tim STBM di masyarakat, guru dan Promkes di sekolah untuk memudahkan penyampaian materi terkait penerapan Cuci Tangan Pakai Sabun.

Buku panduan ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun bagi anak dan masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat. Semangat ini sejalan dengan prinsip dasar pemicuan adalah memfasilitasi dan memicu individu/masyarakat menyadari permasalahannya dan menemukan solusi untuk mengubah perilakunya (Permenkes No.3/2014 pasal 1 ayat 3), dan dilanjutkan dengan promosi berkelanjutan. 

Plan Indonesia percaya bahwa perubahan tak seharusnya hanya diimpikan, namun diwujudkan. Mari ciptakan lingkungan yang mendorong untuk perubahan perilaku yang berkelanjutan di masyarakat!

BUKU PANDUAN PEMICUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN

  1. DI SEKOLAH DAN MADRASAH
  2. DI MASYARAKAT

BUKU SAKU PEMICUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN

  1. DI SEKOLAH DAN MADRASAH
  2. DI MASYARAKAT

VIDEO PANDUAN PEMICUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN

  1. DI SEKOLAH DAN MADRASAH
  2. DI MASYARAKAT

KARTU DAN POSTER ALUR KONTAMINASI

  1. ALUR PENULARAN PENYAKIT DIARE
  2. ALUR PENULARAN COVID-19
  3. ALUR PENULARAN PENYAKIT MELALUI TANGAN KOTOR

POSTER CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)

  1. WAKTU PENTING CTPS
  2. PAHLAWAN CTPS
  3. TANGAN KOTOR PERLU CTPS
  4. 6 LANGKAH CTPS

STIKER NUDGES

Pemasangan Nudges dilakukan dengan memberikan tanda menuju sarana CTPS dan memasang poster CTPS di sarana CTPS – sebagai upaya untuk mengingatkan secara tidak langsung pembiasaan perilaku CTPS.

  1. STIKER MATA
  2. STIKER TELAPAK KAKI
  3. STIKER TELAPAK TANGAN
  4. LANGKAH-LANGKAH CTPS SEDERHANA

ULAR TANGGA STMB GESI

PANDUAN PELENGKAP

  1. PANDUAN SARANA CTPS YANG INKLUSIF- PLAN INDONESIA
  2. BUKU PANDUAN OPSI SARANA CTPS – KEMENDIKBUD
  3. VIDEO PANDUAN OPSI SARANA CTPS – UNICEF