Opini Aulia: Freedom Online dan Kekerasan Berbasis Gender Online

Aulia, 15 Tahun asal Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara menceritakan pendapatnya tentang Freedom Online dan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Berikut percakapan Aulia bersama Plan Indonesia


Menurut Aulia apa itu Freedom Online?

Freedom online atau kebebasan mengunakan sosial media merupakan kebebasan seseorang dalam mengunakan sosial media pada berbagai bidang atau hal secara bertanggung jawab. Freedom online perlu digunakan dimaknai secara. Contoh dari freedom online yang bernilai positif ialah pembentukan norma-norma global yang baik, keterlibatan sesorang dalam suatu kegiatan positif yang dilakukan secara daring, dan lain sebagainya. Namun, ada juga yang menyalahartikan kebebasan berinternet, di mana penggunanya malah menyebarkan konten negative, hoax atau konten yang mengandung kekerasan.

Apa yang Aulia Ketahui tentang Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO)?

KBGO merupakan bentuk kekerasan berbasis gender yang difasilitasi teknologi, dengan muatan atau maksud untuk melecehkan korban berdasarkan gender atau seksualitas. KBGO bisa berupa, cyberbullying, penyebaran foto atau video tanpa izin, pengambilan data-data pribadi korban, pembuatan akun palsu, dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Mencegah dan Memerangi KBGO?

Menurut saya, kita semua perlu mengetahui apa itu KBGO, bagaimana cara pencegahannya, dan juga ketahui langkah-langkah yang bisa kita ambil jika kita menjadi korban. Dengan mengetahui hal-hal ini, kita bisa terhindar dan ikut mencegah KBGO.

Tidak jarang, KBGO terjadi karena adanya hubungan yang tidak seimbang antara korban dan pelaku atau penyalahgunaan kepercayaan dan kesepakatan, sehingga pelaku memanfaatkan hal ini untuk mengancam korban.

Pendapat saya jika anak perempuan yang menjadi korban KBGO ialah, perlu diberikan dukungan dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan korban, sehingga korban bisa bangkit kembali.

Menurut saya, kampanye dan penyuluhan terkait KBGO ini sangat penting, baik di tingkat nasional, provinsi,daerah dan bahkan yang terpenting adalah pada tingkat Desa. Karena KBGO dapat terjadi karena kurangnya pemahaman atau pengetahuan korban terhadap apa itu KBGO, cara mencegahnya dan cara dalam penyelesaian KBGO. Selain itu perlu dibentuknya Perda/ UU yang mengatur khusus tentang KBGO, juga harus ada pemberian hukuman yang tegas pada pelaku KBGO agar pelaku dapat jera, dan tidak bermunculan pelaku-pelaku baru dari kasus KBGO.

Apa pesan Aulia untuk Anak-Anak Perempuan?

Pesan saya untuk seluruh anak perempuan yang ada di Indonesia, dan terkhususnya anak perempuan yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, ialah kita sebagai anak perempuan harus menjadi tameng untuk diri sendiri dan anak perempuan lain dalam menolak segala tindak kekerasan yang ada dan diberikan kepada kita.

Selain itu pada zaman sekarang tidak ada yang namanya perbedaan status gender, artinya kita dapat menjadi apa pun dan siapa pun tanpa adanya tekanan dan paksaan dari pihak mana pun. Kita harus ingat bukan berarti kita sebagai anak perempuan itu lemah tetapi kita harus tujukan kepada semuanya bahwa kita merupakan anak perempuan yang tangguh, kuat, dan dapat melakukan segala hal yang bernilai positif dan bermanfaat bagi orang di sekitar. Karena kita merupakan kartini-kartini muda dan generasi penerus bangsa Indonesia.