Membayangkan Ulang Pendidikan Iklim dan Kepemimpinan Kaum Muda

Pendapat kaum muda harus diperhatikan dalam menentukan arah pendidikan dan pengambilan kebijakan terkait perubahan iklim.

Beberapa waktu lalu, Plan International mengadakan survei daring secara global untuk mengetahui suara kaum muda. Khususnya, demi mengetahui pendapat mereka tentang pendidikan terkait perubahan iklim, juga keterlibatan kaum muda dalam proses pembuatan kebijakan perubahan iklim.

Survei global ini diikuti oleh kaum muda berusia 15-24 tahun dari 77 negara tempat Plan International bekerja, termasuk di Indonesia. Hasil survei dikemas dalam bentuk laporan bertajuk ‘Reimagining climate education and youth leadership’ (Membayangkan ulang pendidikan iklim dan kepemimpinan kaum muda), juga advocacy brief yang menggambarkan penemuan-penemuan utama, sekaligus rekomendasi yang didasarkan kepada pendapat kaum muda.

Salah satu aspek yang disoroti dalam hasil survei ini adalah adanya hambatan yang membuat kaum muda tak bisa berpartisipasi dalam proses pengambilan kebijakan mengenai perubahan iklim. Padahal, setiap orang muda berhak mendapatkan kesempatan untuk mempelajari mengenai perubahan iklim—peristiwa yang akan terus mengubah hidup mereka hingga bertahun-tahun ke depan. Namun, tidak semua sistem pendidikan mendukung hal tersebut.

Salah satu partisipan survei dari Indonesia mengatakan, “Tidak ada upaya yang dilakukan untuk membuat (isu perubahan iklim) terasa penting. Kurikulum pendidikan yang ada tidak mendorong murid untuk mengambil tindakan. Saya lebih banyak mendapatkan informasi soal perubahan iklim dengan mengikuti (akun) NGO secara daring, (membaca informasi dari) website, atau dengan mengikuti akun media sosial (tertentu).” Lebih lengkapnya, simak laporan dan advocacy brief ‘Reimagining climate education and youth leadership’ melalui tautan berikut (hanya tersedia dalam Bahasa Inggris).