Laporan Respons dan Pemulihan Bencana Sulawesi Tengah

Setelah dua tahun memberikan respons emergensi di Sulawesi Tengah, pada 17 Desember 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) secara resmi mengakhiri aktivitasnya di daerah tersebut. Kegiatan ini ditandai ditutupnya Kantor Palu, penyerahan dokumen Ruang Belajar Sementara, juga penyerahan dokumen laporan respons dan pemulihan bencana kepada gubernur Sulawesi Tengah.

Awalnya, respons emergensi diberikan setelah terjadinya gempa dengan skala 7,4 SR di Provinsi Sulawesi Tengah pada September 2018. Gempa ini memicu terjadinya tsunami dan likuefaksi, yang disusul dengan gempa-gempa berikutnya.

Menanggapi bencana ini, Plan Indonesia melakukan kaji cepat pada 2-5 Oktober 2018. Berdasarkan kaji cepat tersebut, diputuskan bahwa Plan Indonesia akan memberikan bantuang di bidang Hunian Sementara, Perlindungan Anak, Pendidikan Darurat, juga penyediaan air bersih, sanitasi, dan promosi kebersihan (WASH). Adapun wilayah kerrjanya adalah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Donggala, dan Parigi Mountong, Sulawesi Tengah. Sesuai kerangka kerja emergency response, Plan Indonesia juga mendirikan kantor di Palu, yang memiliki masa kerja sepanjang Oktober 2018 hingga Desember 2020.

Dengan dukungan donor dan mitra terkait, selama dua tahun masa kerja, Plan Indonesia telah menyalurkan dukungan dan bantuan kepada 46.257 orang, di antaranya 10.915 anak perempuan.

Sesuai rancangan awal, Plan Indonesia juga membangun 5.026 hunian sementara, 43 ruang ramah anak, 24 satuan pendidikan yang mendapatkan perbaikan pada struktur bangunan, juga 83 ruang belajar semi permanen di sekolah.

Selain itu, Plan Indonesia telah membentuk website rekonstruksi dan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sulawesi Tengah, kemudian melatih fasilitator- fasilitator untuk perlindungan anak, pendidikan dalam situasi darurat, juga Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sulawesi Tengah.

Menyesuaikan dengan situasi pandemi, Plan Indonesia memberikan dukungan pencegahan pandemik COVID-19 kepada 46 sekolah lokal yang sebelumnya telah didampingi oleh Plan Indonesia selama dua tahun.

Tak kalah penting, Plan Indonesia mendorong dibentuknya kebijakan dan sekretariat terkait penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Sigi.

Lebih lengkapnya, Anda dapat menemukan laporan respons dan pemulihan bencana Sulawesi Tengah pada tautan berikut: