Call for Tender : Pelatihan Peningkatan Keahlian IT Support dan Jaringan Penempatan Kerja Kaum Muda di Jawa Timur Pada Proyek “Work in Tech”

LokasiJawa Timur
Batas waktu aplikasi31 Agustus 2022
Jenis kontrakProfessional Service Agreement
Bahasa yang digunakanBahasa Indonesia & Bahasa Inggris
Tanggal mulai kontrak1 Oktober 2022 – 31 Maret 2023
Periode kontrak6 Bulan

LATAR BELAKANG

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (YPII) pada tahun 2017 bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Salah satu programnya, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda (YEE), diimplementasikan dengan tujuan agar kaum muda marginal, terutama perempuan, mendapatkan pekerjaan yang layak melalui pekerjaan formal maupun berwirausaha. Sejak 2016, Program YEE memulai proyek ketenagakerjaan di bidang ICT, dengan fokus kaum muda perempuan, yang bertujuan untuk mendorong akses kaum muda marjinal terhadap kesempatan ekonomi dari sektor yang tumbuh dan menjanjikan di masa depan. Melalui program Kiat Muda, Tech Muda, ICT for Girls, dan saat ini Work in Tech Plan Indonesia memberikan pendampingan dan pelatihan bagi kaum muda untuk bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja.

Sebelum wabah virus Covid-19, International Labour Organization (ILO) pada tahun 2019, menyatakan bahwa 267 juta anak muda di seluruh dunia dalam kondisi tanpa pekerjaan, pendidikan atau pelatihan. Pada konteks di Indonesia, merujuk data Badan Pusat Statistik tahun 2019, angka pengangguran di bawah usia 30 tahun mencapai 50,39 persen. Dari tujuh juta pengangguran di Indonesia, separuhnya adalah anak muda. Dua tantangan besar dialami pekerja muda saat pandemi Covid-19 adalah pekerja usia muda lebih rentan menganggur dan mendapat upah lebih rendah. Di sisi lain, kaum muda harus menghadapi percepatan adopsi teknologi yang berdampak terhadap perubahan pasar tenaga kerja.

Dari laporan itu disebutkan bahwa pekerja pada kelompok usia muda yaitu 15-24 tahun adalah yang paling terdampak pandemi. ILO memperkirakan pandemi menyebabkan 8,7 persen kelompok muda kehilangan pekerjaannya. Sementara pada kelompok pekerja dewasa (lebih dari 25 tahun) terdapat 3,7 persen yang kehilangan pekerjaan. Perhitungan tersebut berdasarkan persentase tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya dibandingkan total tenaga kerja pada permodelan tidak terjadi pandemi1.

PROYEK WORK IN TECH

Saat ini, melalui dukungan dari google.org, serta bermitra dengan INCO, Plan Indonesia melanjutkan komitmennya untuk mendukung partisipasi kaum muda di bidang ICT di daerah Jawa Timur dan Jawa Barat di bidang IT Support. Sebanyak 10,000 beasiswa program sertifikasi IT Support Google Professional akan diberikan kepada kaum muda, dengan fokus kepada kaum muda miskin, kaum muda perempuan, kaum muda difabel dan kaum muda yang terdampak secara ekonomi oleh COVID 19. Tujuan proyek ini adalah membekali 10,000 anak muda usia 18-29 tahun di Indonesia dengan keterampilan IT relevan, serta menyalurkan para penerima manfaat proyek yang sudah terlatih ini ke peluang kerja yang cocok.

Proyek ini juga akan menyediakan fasilitas pendukung bagi kaum muda yang termarjinalkan untuk bisa secara sukses melalui tantangan yang dihadapi, untuk kemudian dapat menyelesaikan program beasiswa sertifikasi yang diberikan dan mendapatkan peluang pekerjaan di bidang IT. Fasilitas pendukung yang diberikan akan cukup bervariasi sesuai kebutuhan unik masing-masing peserta kaum muda, namun yang paling mendasar, selain dibekali oleh pelatihan teknis IT, kaum muda juga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait kesiapan kerja dan pemahaman mengenai kesetaraan gender. Selain daripada itu, Plan Indonesia juga akan melakukan kolaborasi dengan institusi pelatihan teknis IT yang kompeten untuk mendampingi kaum muda dalam mempelajari ketrampilan IT yang diberikan, dan untuk kemudian membantu mengembangkan jejaring mitra, baik UMKM ataupun perusahaan besar yang membuka kesempatan bagi pemagangan ataupun penempatan kaum muda yang telah dilatih dan juga menghubungkan kaum muda kepada berbagai pihak untuk memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ataupun mengoptimalisasi peluang ekonomi yang ada terkait dengan gig economy. Dalam rangka hal tersebut, proyek ini juga akan membuka kerjasama dengan penyedia layanan pelatihan yang memiliki kompetensi di bidang IT Support serta yang memiliki jaringan kerja dengan perusahaan untuk penempatan kerja dari anak muda penerima manfaat, diutamakan di daerah Jawa Barat ataupun Jawa Timur.

TUJUAN PENUGASAN

Adapun tujuan kerjasama ini adalah:

  1. Meningkatkan kapasitas keterampilan teknis 1,700 kaum muda berusia 18 – 29 tahun dengan minimal 60% (1,020 kaum muda) adalah perempuan dan 3% (51 kaum muda) disabilitas di bidang IT Support, dan kursus tambahan seperti Digital Marketing dan Junior Web Programming sesuai dengan kebutuhan pasar kerja saat ini;
  2. Melakukan pendampingan keterampilan teknis dan pengalaman profesional melalui pemagangan yang dibutuhkan kaum muda untuk bisa memasuki dunia kerja di bidang Information and Communication Technology (ICT);
  3. Menyediakan sertifikat mentoring IT Support dan kursus tambahan Digital Marketing dan Junior Web Programming;
  4. Mengembangkan kerjasama dengan berbagai perusahaan untuk penempatan pemaganan atau kerja bagi kaum muda yang telah dilatih;

KELUARAN YANG DIHARAPKAN

Adapun hasil yang diharapkan dari konsultasi untuk menyediakan pelatihan, melakukan pendampingan dan memastikan penempatan Kaum Muda di perusahaan, yakni:

  1. Tersedianya pendampingan teknis minimal satu minggu sekali melalui mentor berpengalaman (baik melalui mentoring kelompok kecil ataupun open class), yang ramah terhadap kaum muda dan juga berbasis kesetaraan gender dan inklusi sosial, untuk mendukung kaum muda menyelesaikan program IT Support melalui platform Cousera, dan juga program pelatihan IT tambahan lainnya yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja seperti Digital Marketing dan Junior Web Programming melalui platform kitakerja.id;
  2. Menyediakan penerjemah Bahasa isyarat dalam suatu pendampingan/mentoring untuk mendukung kaum muda menyelesaikan program IT Support, dan kursus tambahan Digital Marketing dan Junior Web Programming;
  3. Melakukan rekrutmen 1,700 kaum muda untuk kemudian mendampingi dengan mencapai target minimal 75% (1,275 kaum muda) diantaranya menyelesaikan course, dan 50% (638 kaum muda) mendapatkan kesempatan menyelesaikan pemagangan, bekerja, melanjutkan pendidikan dan berwirausaha di bidang IT;
  4. Mendukung proyek dalam membangun jejaring mitra perusahaan, untuk membuat perjanjian pemagangan atau penempatan kerja bagi kaum muda;
  5. Memberikan pendampingan ke peserta yang melakukan mendapatkan kesempatan pemagangan;
  6. Adanya laporan kegiatan secara berkala secara satu minggu terkait pelaksanaan pelatihan/mentoring dan pemaganan kerja, serta kompilasi kontrak magang yang mendapatkan pemagangan atau bekerja di perusahaan.

LINGKUP PEKERJAAN

Vendor bersama dengan YPII akan meninjau mekanisme pelatihan yang dimiliki oleh Plan Indonesia dan juga masing-masing vendor terutama berkaitan dengan aspek Gender Equality and Social Inclusion (GESI) dan Safeguarding. YPII kemudian akan memberikan peningkatan kapasitas terhadap vendor dalam kaitannya dengan implementasi kesetaraan gender dan inklusi sosial, serta praktik perlindungan anak dan kaum muda. Setelah itu, setiap vendor akan melakukan pelatihan bagi kaum muda, serta menyalurkan mereka ke perusahaan yang menjadi mitra dari vendor dalam kurun waktu kurang lebih 3 (tiga) bulan setelah kaum muda menyelesaikan program.

Vendor juga bertanggung jawab untuk melakukan monitoring terhadap perkembangan anak muda yang telah bekerja atau magang di perusahan untuk memastikan anak muda tersebut dapat bekerja dengan baik.

HASIL AKHIR DAN TARGET PELAKSANAAN

Untuk mencapai hal tersebut, penyampaian penugasan dengan estimasi waktu sesuai uraian di bawah ini untuk setiap vendor:

MASA PENUGASAN

Masa penugasan untuk kegiatan ini adalah 6 bulan atau disesuaikan dengan strategi terhitung dari 1 Oktober 2022 hingga 31 Maret 2023.

PERSYARATAN VENDOR

Proyek Work in Tech mencari vendor yang berpengalaman dalam memberikan pelatihan di bidang ICT dalam skala yang besar, dan juga memiliki jejaring yang kuat dengan industri, terutama di daerah Jawa Timur. Vendor akan bekerja dengan tim internal Proyek Work in Tech serta didukung oleh Tim Program Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda YPII, serta berkoordinasi dengan tim Comms YPII.

Persyaratan untuk vendor diantaranya:

  1. Memiliki pengalaman melakukan kegiatan dengan mengutamakan partisipasi kaum muda dan pernah bekerja dengan kaum muda (usia 18-29 tahun), jika memiliki pengalaman bekerja dengan kaum muda marjinal akan lebih baik;
  2. Memiliki pengalaman dalam memberikan pelatihan modul-modul teknis ICT, diutamakan IT Support; Digital Marketing dan juga Junior Web Developer;
  3. Memiliki pengalaman menggunakan platform Coursera dan E-Learning sejenis seperti yang dimiliki Plan Indonesia yaitu kitakerja.id dalam proses pembelajaran;
  4. Memiliki pengalaman untuk membuat pelatihan atau pertemuan secara daring dan tatap muka yang disesuaikan dengan kebutuhan dan metode pelatihan;
  5. Memiliki jaringan serta kolaborasi dengan sektor swasta atau perusahaan yang memiliki potensi untuk menyerap peserta yang sudah lulus pelatihan untuk bekerja di perusahaannya;
  6. Memiliki pengalaman untuk bekerjasama dan membuat perjanjian dengan perusahaan untuk melakukan rekrutmen;
  7. Memiliki pengalaman dan komitmen untuk melakukan program yang inklusif dan mendukung kesetaraan gender;
  8. Memiliki pengalaman bekerjasama dengan Yayasan, Organisasi Non-Profit atau Agensi UN yang fokus pada Proyek Kaum Muda;
  9. Memiliki tim yang fokus pada pekerjaan proyek ini dan sedang tidak melaksanakan proyek lain ditempat berbeda.

PRINSIP, PENDEKATAN DAN KODE ETIK

Vendor Plan Indonesia harus mematuhi Plan International Child and Youth Safeguarding and Protection. Vendor harus mengikuti Prinsip Etis untuk melibatkan subjek manusia dalam penelitian dan mendapatkan persetujuan tertulis / lisan dari subjek manusia. Izin dari orang tua harus dicari jika anak-anak di bawah 18 tahun terlibat sebagai subjek. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan / orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan studi dan penggunaannya. Pelatihan tentang ini akan menjadi bagian dari pelatihan yang disediakan untuk tim.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus sejalan dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan, menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, Vendor diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender, penguatan lembaga perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi perempuan dan perempuan, bekerja sama dengan laki-laki dan laki-laki untuk merangkul kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan laki-laki dalam semua keragaman mereka, dan membina lingkungan yang memungkinkan kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan.

PENGIRIMAN APLIKASI

Calon konsultan mengirimkan aplikasi ke yayasan.procurement@plan-international.org dengan subjek “Konsultan TVET Jawa Timur_[Nama Institusi]” Sebelum 31 Agustus 2022 jam 17.00 WIB dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  1. Surat Pernyataan minat;
  2. Proposal kegiatan beserta dengan anggaran yang diusulkan (termasuk pajak progresif). Proposal memuat tujuan kegiatan, target peserta, deskripsi dan strategi implementasi kegiatan, identifikasi perusahaan yang akan bekerjasama dan anggaran kegiatan (beserta dengan pajak).
  3. Profil Organisasi dengan informasi tentang:
    • pekerjaan relevan saat ini dan sebelumnya serta klien/pengguna (portofolio);
    • CV personel yang terlibat dalam penugasan dan tanggung jawab/peran utama mereka dalam penugasan tersebut.

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia.

Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara.

“Plan Indonesia mendorong Perempuan Indonesia yang memiliki usaha untuk berpartisipasi”