Call for Tender : Consultant Soft Skills & Youth Mentorship for Work in Tech Project Phase 3

LATAR BELAKANG

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (YPII) pada tahun 2017. YPII bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Salah satu programnya adalah Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda/ Youth Economic Empowerment (YEE), yang diimplementasikan dengan tujuan kaum muda marginal, terutama perempuan, mendapatkan pekerjaan yang layak melalui pekerjaan formal maupun berwirausaha. Sejak 2016, Program YEE memulai proyek ketenagakerjaan di bidang IT, dengan fokus kaum muda perempuan, yang bertujuan untuk mendorong akses kaum muda marjinal terhadap kesempatan ekonomi dari sektor yang bertumbuh dan menjanjikan di masa depan. Melalui program Kiat Muda, Tech Muda, ICT for Girls, dan salah satunya adalah Work in Tech   Plan Indonesia memberikan pendampingan dan pelatihan bagi kaum muda untuk bisa beradaptasi dengan  kebutuhan dunia kerja.

Sebelum wabah virus COVID-19, International Labour Organization (ILO) pada tahun 2019, menyatakan bahwa 267 juta anak muda di seluruh dunia dalam kondisi tanpa pekerjaan, pendidikan atau pelatihan. Pada konteks di Indonesia, merujuk data Badan Pusat Statistik tahun 2019, angka pengangguran di bawah usia 30 tahun mencapai 50,39 persen. Dari tujuh juta pengangguran di Indonesia, separuhnya adalah anak muda. Dua tantangan besar dialami pekerja muda saat pandemi COVID-19. Pekerja usia muda lebih rentan menganggur dan mendapat upah lebih rendah. Di sisi lain, kaum muda harus menghadapi percepatan adopsi teknologi di bidang IT yang berdampak terhadap perubahan pasar tenaga kerja. Dari laporan itu disebutkan bahwa pekerja pada kelompok usia muda yaitu 15-24 tahun adalah yang paling terdampak pandemi. ILO memperkirakan pandemi menyebabkan 8,7 persen kelompok muda kehilangan pekerjaannya. Sementara pada kelompok pekerja dewasa (lebih dari 25 tahun) terdapat 3,7 persen yang kehilangan pekerjaan. Perhitungan tersebut berdasarkan persentase tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya dibandingkan total tenaga kerja pada permodelan saat tidak terjadi pandemi1

PROYEK WORK IN TECH

Melihat fenomena kebutuhan pasar tenaga kerja, khususnya di bidang IT dan dihadapkan pada banyaknya kaum muda potensial yang terdampak pandemi Covid-19, Yayasan Plan International Indonesia (YPII) didukung oleh Google.org dan INCO Academy meluncurkan proyek Work in Tech Indonesia. Proyek ini berkomitmen memberikan total 10.000 beasiswa sertifikasi Pelatihan IT Support Google kepada kaum muda, dengan fokus kepada kaum muda miskin, kaum muda perempuan, kaum muda difabel dan kaum muda yang terdampak secara ekonomi oleh COVID-19 di Jawa Barat dan Jawa Timur. Tujuan proyek ini adalah membekali 10,000 anak muda usia 18-29 tahun dengan keterampilan IT yang relevan, serta menyalurkan para penerima manfaat proyek untuk mendapatkan peluang kerja.

Proyek ini juga akan menyediakan fasilitas pendukung (wrap-around support) bagi kaum muda yang termarjinalkan untuk bisa secara sukses melalui tantangan yang dihadapi, untuk kemudian dapat menyelesaikan program beasiswa sertifikasi dan mendapatkan peluang pekerjaan di bidang IT. Fasilitas pendukung yang diberikan akan cukup bervariasi sesuai kebutuhan unik masing-masing peserta  kaum muda, namun yang paling mendasar, selain dibekali oleh pelatihan teknis IT, kaum muda juga akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait kesiapan kerja dan pemahaman mengenai kesetaraan gender. Selanjutnya, Plan Indonesia akan melakukan kolaborasi dengan institusi pelatihan teknis IT yang kompeten untuk mendampingi kaum muda dalam mempelajari ketrampilan IT yang diberikan, dan          untuk kemudian membantu mengembangkan jejaring mitra, baik UMKM ataupun perusahaan besar yang membuka kesempatan bagi pemagangan ataupun penempatan kaum muda yang telah dilatih dan juga menghubungkan kaum muda kepada berbagai pihak untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ataupun mengoptimalisasi peluang ekonomi yang ada melalui kewirausahaan.

Dalam rangka mendukung pengembangan diri kaum muda menghadapi tantangan dan  peluang di dunia kerja, maka proyek Work in Tech akan membuka kerjasama dengan penyedia layanan/ konsultan soft skill pengembangan kapasitas kaum muda yang memiliki kompetensi dalam hal kesiapan kerja, serta memiliki jejaring terhadap  komunitas IT, utamanya di daerah Jawa Barat dan Jawa Timur.

 TUJUAN

  1. Menyediakan pelatihan soft skill, dan pendampingan kesiapan kerja dan pengembangan diri terkait kaum muda penerima manfaat proyek.
  2. Menyediakan sumber daya (tim) yang dikhususkan untuk proyek ini dan yang akan menyediakan dukungan teknis bagi penyelenggaraan pelatihan soft skill maupun pendampingan kaum muda peserta proyek dalam meningkatkan kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja.[NH1] 
  3. Menyediakan pendampingan bagi kaum muda yang mendapatkan kesempatan magang setelah lulus pelatihan teknis IT support Coursera dan pelatihan soft skill.

 KELUARAN YANG DIHARAPKAN

  1. Terpilihnya konsultan (organisasi/komunitas kepemudaan) dengan visi-misi selaras untuk menyediakan pelatihan soft skill dan pendampingan pada kaum muda penerima manfaat selama proyek berlangsung;
  2. Terdapat sumber daya (tim) yang dikhususkan untuk menyediakan dukungan teknis bagi penyelenggaraan pelatihan soft skill maupun pendampingan kaum muda peserta proyek;
  3. Terseleksinya mentor, dengan rasio perbandingan maksimal 1:10 sesuai dengan capaian yang disepakati untuk mengikuti mentor bootcamp dan terfasilitasi tentang program pelatihan soft skill dan pendampingan kaum muda perempuan di bidang IT (termasuk mengenai safeguarding dan kesetaraan gender);
  4. Tercapainya 3,400 kaum muda penerima manfaat yang terlibat dalam rangkaian pelatihan dan mendapatkan pendampingan kesiapan kerja;
  5. Tersedianya data progress capaian soft skill, kesiapan kerja dan pengembangan diri peserta kaum muda yang mengikuti pelatihan dan program pendampingan (diutamakan menggunakan platform pelatihan dan pendampingan yang dimiliki oleh Plan Indonesia).

  LINGKUP KERJA DAN TANGGUNG JAWAB

  1. Berkolaborasi dengan Youth Engagement Officer melalui rapat koordinasi rutin terkait progress dan capaian, platform pelatihan serta pendampingan kaum muda. Dalam platform ini terdapat data peserta, pustaka komunitas yang berisi informasi penting bagi peserta, dan semua informasi/pendataan berkenaan dengan keikutsertaan peserta dari awal hingga akhir;
  2. Menjalin komunikasi dan relasi yang insightful, positif, membangun, dan akrab dengan seluruh penerima manfaat proyek;
  3. Menyediakan instruktur untuk pelatihan soft skill, pendampingan, serta monitoring peserta selama pelatihan hingga penempatan kerja (dari mulai pelatihan soft skill, magang, hingga job matching).
  4. Menjadi buddy/narahubung proyek yang dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman penerima manfaat mengenai proyek dan memfasilitasi/menjawab pertanyaan peserta terkait rangkaian pelatihan maupun topik karier, baik di grup maupun secara personal;
  5. Melakukan rekrutmen buddy/perwakilan kelompok setiap batch yang terekrut dan memberikan penataran kepemimpinan untuk mengoptimalkan kontribusi kaum muda;
  6. Menyediakan pendataan peserta dan laporan narasi berdasarkan tahapan pelatihan yang dijalani oleh peserta (pelatihan soft skill, magang, dan job matching);
  7. Mengembangkan strategi dan menjalankan praktik mentorship untuk menjaga komitmen keterlibatan  peserta hingga akhir pendampingan;
  8. Meningkatkan kesadaran umum terkait proyek dengan turut mempublikasikan info mengenai proyek di media sosial;
  9. Membangun jejaring dengan stakeholders dan pihak-pihak yang memiliki kapasitas dalam optimalisasi peningkatan kompetensi penerima manfaat;
  10. Memastikan kaum muda dampingan terdata dengan baik dalam sistem penelusuran alumni Plan Indonesia, maupun sistem manajemen informasi keanggotaan YPII;
  11. Mengkompilasi progress individual peserta (memastikan data tersegregasi) dalam laporan yang terstruktur dan juga menggunakan platform pendampingan kaum muda Plan Indonesia untuk mendokumentasikan proses kegiatan pendampingan dan progress yang dicapai oleh peserta kegiatan;
  12. Mengembangkan alat ukur dan mengukur progress dari kesiapan kerja peserta untuk bisa dilakukan perbandingan sebelum dan setelah pelatihan dan pendampingan.
  13. Bekerjasama dengan tim proyek dari Plan Indonesia dan juga mitra pelatihan teknis dalam mendukung terlaksananya rangkaian proses proyek Work in Tech
  14. Menyediakan sertifikat penyelesaian soft skill dan menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) di setiap live session atau mentoring. 

KEY DELIVERABLES DAN LEVEL OF EFFORT

TujuanKegiatanDeliverablesEstimated Level of Effort
Memastikan pendampingan dan mentorship bagi penerima manfaat Work in  Tech selama rangkaian pelatihan sesuai tujuan dan capaian yang disepakati1. Kick off dan Refreshment meeting dengan tim Proyek Work in Tech
2. Meeting mingguan untuk evaluasi dan pengembangan strategi
3. Briefing GESI dan Safeguarding dan Comms
4. Briefing MMIS
5. Mengembangkan alat ukur perkembangan kesiapan kerja dan efikasi diri kaum muda di bidang IT Support
– Rekaman meeting
– Notulensi meeting
5 hari
Memastikan instruktur dan mentor yang ikut serta dalam program memahami modul soft skill, modul pendampingan sektor ICT, kesetaraan gender dan juga inklusi1. Merekrut mentor untuk mendampingi kaum muda perempuan penerima manfaat sesuai dengan rasio dan target yang disepakati
2. Memastikan keikutsertaan mentor pada mentorship bootcamp
3. Melaksanakan mentorship bootcamp untuk para mentor.
– Daftar dan Rangkuman Profil Mentor
– Laporan Pelaksanaan Bootcamp
10 hari
Menyediakan pendampingan pada masa pelatihan soft skill1. Mengelompokkan peserta terpilih dalam grup WA
2. Menjalankan initial meeting dengan peserta terpilih secara virtual untuk menjelaskan tentang rangkaian kegiatan
3. Berkomunikasi day to day dengan peserta di grup WA
4. Pengelompokan peserta untuk pelatihan soft skill
5. Perekrutan dan seleksi buddies/perwakilan tiap kelompok soft  skill
6. Persiapan pelaksanaan soft skill (penjadwalan, pengumuman, persiapan pre-post test dan absensi) dan pendataan peserta
7. Pelaksanaan pelatihan soft skill
– Data kelompok peserta
– Skor Pre -Post test Pelatihan Soft Skill
20 hari
Menyediakan pendampingan dan pengarahan menuju penempatan kerja1. Menyediakan pertemuan mingguan rutin dengan peserta secara virtual untuk membahas topik karier
2. Mengadakan workshop dengan nara sumber eksternal yang berkaitan dengan kebutuhan peningkatan job readiness peserta
Menyediakan dukungan pada peluang mentorship dari berbagai pihak
–   Graduation Map Peserta
–        Data Peserta pada platform pendampingan Plan Indonesia
Tracking Progress Peserta
40 hari
Menyediakan dukungan dalam job matching dan monitoring alumni (berkolaborasi erat dengan Youth Engagement Officer dan Private Sector Engagement)1. Meneruskan informasi ketersediaan lowongan kerja dari tim proyek kepada peserta dan menyiapkan form pendaftaran lowongan kerja
2. Turut menyeleksi dan memberikan pertimbangan pada tiap kandidat serta melakukan pendataan
3. Memberikan informasi lowongan kerja eksternal kepada peserta
4. Menyediakan CV dan Interview Clinic sebagai sarana konsultasi peserta terkait CV dan interview kerja
Menyediakan pendataan terkait peserta yang sudah bekerja
–  Data job matching peserta
–  Grup khusus/PIC khusus untuk CV dan interview Clinic
– Informasi lowongan di grup WA dari mitra pelatihan teknis, maupun jejaring Plan Indonesia
40 hari
Memberikan pendampingan kepada kaum muda yang sedang menjalankan magang/ penempatan kerja1. Menyediakan pertemuan online pendampingan bagi peserta seputar kegiatan pemagangan
2. Mengkoordinir kebutuhan peserta magang/ kerja, seperti kaum muda single mother dan kaum muda marjinal
3. Melakukan pendataan dan pelaporan terkait alumni peserta WiT yang berkesempatan magang
– Data peserta yang diterima magang/kerja beserta surat keterangan sebagai Means of Verification (MoV)30 hari
Monitoring dan Evaluasi 1. Melakukan Monitoring dan Evaluasi pada tiap pelaksanaan kegiatan
2. Memberikan pelaporan dua mingguan terkait progress peserta
– Report    dan        Dokumentasi Monitoring dan Evaluasi15 hari

PERSYARATAN KONSULTAN

  1. Merupakan organisasi/komunitas yang memiliki kepedulian terhadap peningkatkan  kompetensi kaum muda;
  2. Memiliki keterampilan dan pengalaman dalam berjejaring dan mengadakan kegiatan yang melibatkan kaum muda maupun yang mengangkat tema positif bagi  pengembangan diri kaum muda, utamanya yang berusia 18-29 tahun;
  3. Mampu menyediakan sumber daya (tim) yang selaras dengan visi dan misi proyek, yaitu untuk meningkatkan kompetensi kaum muda;
  4. Memiliki keterampilan fasilitasi untuk pendampingan dan berbagi pengetahuan karier dan pengembangan diri untuk kaum muda;
  5. Mengetahui dengan baik tentang organisasi/komunitas kaum muda di bidang pendidikan atau ekonomi (karier dan pekerjaan), serta memiliki kapasitas dalam pendekatan khas kaum muda;
  6. Memiliki jejaring dengan komunitas IT;
  7. Memahami dan mematuhi pedoman kode etik Plan Indonesia;
  8. Berkomitmen pada perlindungan anak, partisipasi kaum muda dan transformatif  gender;
  9. Berorientasi pada tujuan, kolaboratif, kreatif, dinamis, tech savvy, dan bertanggung jawab
  10. Memiliki pengalaman dengan Yayasan, Organisasi Non-Profit, Pemerintah, dan Private Sector yang fokus pada peningkatan kapasitas kaum muda bisa menjadi nilai tambah.

PRINSIP, PENDEKATAN DAN KODE ETIK DI YPII

Staf dan Konsultan Plan Indonesia harus mematuhi Plan International Child and Youth Safeguarding and Protection. Konsultan harus mengikuti Prinsip Etis saat melibatkan peserta/kaum muda dalam kegiatan dan mendapatkan persetujuan tertulis atau lisan dari orang tua/ walinya. Apabila kegiatan melibatkan subjek umur anak-anak dibawah 18 tahun, maka izin dari orang tua harus didapatkan. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan atau orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan kegiatan dan manfaatnya.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus sejalan dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, konsultan diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender, penguatan lembaga perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi perempuan, bagaimana bekerja sama dengan kaum laki-laki untuk merangkul kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan laki-laki dalam keragaman mereka, dan membina lingkungan yang memungkinkan kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan.

PENGIRIMAN APLIKASI

Calon konsultan mengirimkan aplikasi ke yayasan.procurement@plan-international.org dengan subjek “Konsultan Pelatihan Soft Skills dan Pendampingan Kaum Muda_Nama Organisasi Konsultan” sebelum 30 September 2022 pukul 17.00 WIB dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  1. Surat pernyataan minat, baik dari konsultan ataupun organisasi yang tertarik mengikuti kegiatan ini;
  2. Proposal kegiatan beserta dengan anggaran yang diusulkan (termasuk pajak progresif). Proposal memuat :
    • Tujuan kegiatan;
    • Target peserta;
    • Deskripsi dan strategi implementasi kegiatan;
    • Identifikasi waktu kegiatan atau timeline;
    • Detail anggaran kegiatan (beserta dengan pajak);
    • Contoh modul atau portofolio yang dilakukan sebelumnya melakukan kegiatan (berupa hyper-link yang valid ke sampel modul)
  3. Profil Organisasi dengan informasi tentang :
  4. Pekerjaan relevan saat ini dan sebelumnya serta klien atau pengguna (portofolio);
  5. CV personil yang terlibat dan tanggung jawab atau peran mereka dalam penugasan ini.
  6. Pelamar harus menulis proposal dengan detail perencanaan implementasi dan anggaran keseluruhan untuk kegiatan, dan semua biaya terkait termasuk biaya protokol kesehatan, perjalanan, lokakarya dan pertemuan (jika hal ini berlaku karena masa pandemi COVID-19);
  7. Setiap proposal yang tidak memasukkan rincian anggaran tidak akan dipertimbangkan. Rincian anggaran sudah meliputi biaya perjalanan dan biaya kegiatan terkait serta pajak penghasilan yang akan dipotong. Untuk seluruh personil yang terlibat dalam kerangka kegiatan diatas;
  8. Contoh produk portofolio oleh tim konsultan atau personal dalam bahasa Inggris dan atau bahasa Indonesia jika tersedia.

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia

Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara. 

Plan Indonesia mendorong Perempuan Indonesia yang memiliki usaha untuk berpartisipasi”