Call for Consultant Module SoftSkill E-Learning Bridges to the Future : ASEAN Youth Employment

No:YEE/2021/06/TOR/076
Lokasi:JABODETABEK
Batas Aplikasi:25 Juli 2021
Tipe Kontrak:Professional Service / Vendor
Syarat Bahasa:                                    English dan Bahasa Indonesia (bilingual)
Tanggal dimulai:25 Juli 2021 
Batas waktu kontrak:30 November 2021  

Latar Belakang

Sejak permulaan merebaknya di awal tahun 2020, pandemi COVID-19 telah menyebabkan krisis ketenagakerjaan yang cukup signifikan bagi angkatan kerja muda di kawasan Asia Tenggara (ASEAN), utamanya bagi kelompok rentan seperti perempuan, migran, korban perdagangan manusia, penyandang disabilitas, etnis minoritas, orang tua tunggal, dan anak yang menjadi pencari nafkah. Krisis ini turut memperburuk pertumbuhan ekonomi global karena menghambat pertumbuhan bisnis lokal (terutama sektor UMKM) dan menyusutkan kesempatan tenaga kerja untuk memperoleh pekerjaan/mata pencaharian, hingga secara simultan meningkatkan jumlah pengangguran dengan begitu drastis.

Yayasan Plan International Indonesia (YPII) adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan Internasional yang berpusat pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Salah satu program YPII adalah program pemberdayaan ekonomi kaum muda yakni program Youth Economic Empowerment (YEE) dengan salah satu proyek Bridges to The Future yang didanai oleh Lembaga nirlaba Google.org , project ini diimplementasikan dengan tujuan mengurangi angka tunakarya kaum muda di Indonesia di masa pandemi COVID-19. Yayasan Plan International Indonesia akan mengimplementasikan berbagai intervensi yang diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kaum muda terhadap peluang kerja, utamanya bagi mereka yang rentan dan termarjinalkan di wilayah Jakarta dan Sekitarnya agar memiliki daya lenting dan tangguh secara finansial serta professional. Proyek ini akan melibatkan kaum muda agar terlibat secara aktif dan partisipatif dalam pekerjaan layak dan aman sesuai yang dengan pilihan mereka dan kebutuhan pasar tenaga kerja.

Terbukanya peluang kerja yang berhubungan dengan teknologi diikuti dengan meningkatnya kebutuhan keterampilan yang dicari pencari kerja. Selain kemampuan teknis, para pencari kerja juga sangat menilai penting keterampilan non-teknis atau soft-skill.[1]  Menurut (Deving, David. 2015), pentingnya kemampuan sosial dalam pasar tenaga kerja diasosiasikan dengan keuntungan ekonomi yang dapat diterima perusahaan. Tenaga kerja yang memiliki kemampuan kognitif dan sosial tinggi lebih memiliki peluang untuk mendapatkan upah lebih tinggi. Di era kolaborasi seperti saat ini, keterampilan sosial membantu mengurangi biaya koordinasi di mana pekerja dengan spesialisasinya dapat bekerja dan berkolaborasi bersama sehingga lebih produktif dan efisien.[2]

Yayasan Plan International Indonesia akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan dukungan bagi para peserta, yang berupa adaptasi kurikulum keterampilan kerja dasar (soft skills), pelatihan kejuruan yang sesuai dengan kebutuhan industri, dukungan mentorship (pendampingan), dukungan psikososial berdasarkan kebutuhan kaum muda, dan bantuan teknis pencarian serta pencocokan kerja (job matching). Hal ini akan terwujud dengan kolaborasi dan kerjasama dengan mitra ahli, yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Sekolah Menengah Atas maupun Kejuruan, lembaga swasta Balai Latihan Kerja (BLK), Career Center Universitas, dan Organisasi Kepemudaan.

Sehubungan dengan intervensi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan soft-skill akan membuat panduan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna  merumuskan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pekerjaan tertentu khususnya untuk Kaum Muda usia 18-29 tahun. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan jangkauan proyek terhadap peserta dalam hal non-teknis dan perusahaan yang terdampak COVID-19 serta meningkatkan kapasitas Kaum Muda secara softskill.

Tujuan

  1. Membuat modul termasuk panduan operasional terkait dengan pelatihan non-teknis (soft-skill) yang dapat dilaksanakan secara daring atau online dan dapat diaplikasikan secara laring atau tatap muka;
  2. Memastikan panduan operasional soft-skill sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta berdasarkan diskusi dan arahan dari Kementrian Tenaga Kerja melalui Yayasan Plan Internatinal Indonesia;
  3. Konsultan mendukung implementasi dan memberikan layanan troubleshoot pada tahap awal implementasi dengan tim YPII dan YesAcademy!

Keluaran yang diharapkan

Adapun hasil yang diharapkan dari pembuatan modul soft-skill dan koordinasi dengan Kementrian terkait yang dilakukan bersama dengan YPII adalah terbentuknya panduan terkait dengan pelatihan non teknis (soft-skill) yang dapat dilaksanakan secara daring atau online dan dapat diaplikasikan secara laring atau tatap muka. Panduan tersebut sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan dengan mendukung implementasi dan memberikan layanan troubleshoot pada tahap awal.

Deskripsi kegiatan dan panduan

Pembuatan modul ini diharapkan menjadi panduan operasional untuk mengadakan pelatihan non-teknis (soft skills) yang akan diikuti oleh penerima manfaat kaum muda usia 18-29 tahun yang berada di Seluruh Indonesia, yang akan mendapatkan dukungan pelatihan di balai latihan kerja, institusi pelatihan dan Pendidikan vokasi lainnya atau mempersiapkan kaum muda untuk magang pada perusahaan. Modul ini disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan akan dijadikan sebagai panduan melaksanakan kegiatan serta tata cara dalam kegiatan pelatihan.

Pengembangan modul ini diharapkan dapat dijadikan sebagai praktik baik untuk dilakukan secara daring yang meliputi desain konten, desain materi dan instruksi soft-skill, serta perumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pekerjaan tertentu khususnya untuk Kaum Muda usia 18-29 tahun. Seluruh kegiatan akan berkoordinasi dekat dengan Kementrian Tenaga Kerja dan Yayasan Plan International Indonesia.

Sebagai konsultan panduan softskill, terdapat hal yang perlu dikoordinasikan untuk pengembangan curriculum design dan konten e-training serta berkoordinasi dengan direktorat-direktorat di Kemnaker dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memperoleh dukungan dalam pengembangan dan pelaksanaan e-training serta berkoordinasi dengan anggota tim untuk pengembangan dan pelaksanaan e-training.

Sehubungan dengan pembuatan kurikulum dan modul, yang diharapkan dari konsultan dapat melakukan review kurikulum, story board dan konten e-training sesuai SKKNI dan kebutuhan pasar kerja untuk memastikan LMS e-Training berfungsi. Konsultan juga akan mengembangkan mekanisme evaluasi siswa/peserta pelatihan dan pengembangan mekanisme sertifikasi peserta. Konsultan akan memastikan data profil peserta untuk data base, monitoring dan evaluasi, juga mengkoordinasi penyediaan anggaran untuk pertemuan pembahasan curriculum desain dan konten e-training.

Secara teknis, konsultan akan melakukan asistensi teknis dengan memfasilitasi FGD dengan instruktur, BLK dan industri untuk identifikasi prioritas program e-training. Selain itu, konsultan akan memfasilitasi dialog pengembangan course design dan story board serta memfasilitasi pengembangan konten dan media (video, infografis, animasi). Konsultan akan memfasilitasi review dan user-aceptance test untuk perbaikan e-training dan mereview perbaikan konten dan LMS e-training

Durasi pekerjaan

Durasi Periode pengerjaan (1) Pembuatan panduan standar operasional pelatihan non teknis (soft-skill) akan dilakukan di bulan Agustus 2021 – November 2021

Durasi dan teknis pelaksanaan pekerjaan

Kegiatan Tahap IJuli 2021Agust 2021Sept 2021Oct 2021Nov 2021
12341234123412341234
Proses InterviewXX
AdvertisingXX
Wawancara dengan KonsultanX
Tanda tangan Kontrak & Proses AdministrasiXX
Kick-off Meeting dengan team ProjectX
Penetapan Program Pelatihan X
Penentuan Unit Kompetensi & MateriX
Pembuatan Silabus E-LearningXX
Tender developer (termasuk pembuatan course)XXXXXXXXXX
Pembuatan StoryLine / StoryBoardX
Produksi materi E-training atau videoXXX
Validasi konten E-trainingXX
Validasi hasil revisi konten e-training UATXX
Finalisasi materi E-trainingXX
MonitoringXXXX

Lingkup kerja dan tanggung jawab

  • Melakukan fasilitasi dalam hal proses co-creation soft skills yang dilakukan secara daring dan dapat diaplikasikan secara laring, berkolaborasi dengan Kementrian Tenaga Kerja, YPII dan mitra organisasi lainnya;
  • Melakukan fasilitasi konsultasi selama modifikasi dan pembuatan modul;
  • Membuat pelatihan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang sesuai dengan spesifikasi dan persyaratan untuk dapat di uploah pada platform YES!Academy;
  • Melakukan inisiasi internal dan eksternal guna memastikan seluruh proses review terdokumentasi dengan baik dan memudahkan dalam mengakomodasi input kegiatan;
  • Melakukan Training of Trainers untuk calon pelatih;
  • Mendukung pelatihan softskill dalam YesAcademy, pelatihan Batch / angkatan selanjutnya dan memastikan pembelajaran dapat diakses oleh mitra organisasi dan kaum muda;
  • Memastikan modul sejalan dengan prinsip Plan’s Child Protection Policy, Youth Safeguarding dan protocol komunikasi;
  • Memastikan perspektif gender dan inklusifitas masu kedalam desain e-learning secaara daring dan laring;
  • Menyimpan seluruh informasi yang disediakan oleh Plan International Indonesia, termasuk dengan temuan, hasil modul dan desain pembelajaran yang bersifat rahasia.

Key deliverables dan level of effort

TujuanKegiatanDeliverablesEstimated level of effort
Pembuatan Desain ModulMemfasilitasi Co-creation dan KonsultasiReport terkait dengan co-creation dan proses konsultasi dalam form kerangka outline1 Hari
Pembuatan StoryboardDokumen Storyboard5 Hari
Review, Revisi dan PersetujuanDokumen Storyboard yang telah di Revisi, Review dan Disetujui 10 Hari
MVP UAT IMVP & UAT Report2 Hari
RevisiRevisi Storyboard2 Hari
Proses Produksi Modul (termasuk dengan Courses)Pembuatan Courses2 Courses Tersubmit dalam Bahasa Indonesia dan Inggris: E-Learning Softskill Modul (20 kompetensi, durasi untuk kisaran 120 jp)10 Hari
Review, Revision and Approval (include UAT II)Documentation of Review Process. Courses Revised17 Hari
RevisiRevisi Course3 Hari
ImplementasiMelakukan ToTReport dan Dokumentasi ToT2 Hari
Memberikan Trouble-Shoot ServicesLog Book pada Kegiatan trouble shoot5 Hari
Melakukan Dokumentasi PembelajaranReport dalam dokumentasi pembelajaran setelah implementasi3 Hari
Monitoring dan EvaluasiMelakukan Monitoring dan EvaluasiReport dalam Dokumentasi Monitoring7 Hari

Persyaratan konsultan

Proyek Bridges to The Future (BTF) mencari konsultan yang dapat membuat panduan terkait dengan soft-skills serta dapat berkoordinasi dengan pihak terkait (Kementrian Tenaga Kerja, Balai Latihan Kerja, Yayasan Plan Interational Indonesia). Konsultan diharapkan dapat desain metode serta panduan untuk kegiatan soft-skills training pada proyek BTF, yang akan bekerja dengan tim internal serta tim komunikasi YPII. Persyaratan untuk konsultan panduan serta pertemuan dengan sektor swasta, diantaranya :

  1. Memiliki pengalaman pada pembuatan modul non-teknis atau soft-skill dan pembelajaran secara daring maupun laring;
  2. Memiliki keahlian dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia (secara oral dan tertulis);   
  3. Memiliki teknik komunikasi yang baik dengan kemampuan yang menjelaskan permasalahan yang kompleks dan penggunaan bahasa yang dimengerti;
  4. Memiliki pengalaman pada pembuatan modul yang fokus pada psikologi perkembangan (termasuk kaum muda usia 18-29 tahun) dan organisasi perusahaan;
  5. Memiliki pengalaman pada partisipasi kaum muda dan pernah bekerja dengan kaum muda;
  6. Mendemonstrasikan dan memiliki pengalaman dan tim yang fokus pada Transformatif Gender dan Infklusifitas;
  7. Memiliki jaringan serta kolaboratif dengan pemerintah, sektor swasta atau perusahaan dan jaringan kepemudaan;
  8. Akan disukai apabila memiliki pengalaman dengan Yayasan, Organisasi Non Profit atau Agensi UN yang fokus pada Proyek Kaum Muda

Termin pembayaran

Pembayaran akan dibagi atas dua termin pembayaran, yakni

  1. Pembayaran Pertama

Pembayaran pertama akan di transfer sebesar 30% berdasarkan total perjanjian:

  • Kontrak
  • Invoice
  • Pembayaran Kedua

Pembayaran Kedua akan di transfer sebesar 30% berdasarkan total perjanjian:

  • Kontrak
  • Draft Pertama Dokumen Panduan Soft-Skills
  • Laporan Quarterly   
  • Invoice
  • Pembayaran (Final)

Pembayaran Ketiga (Final) akan ditransfer sebesar 40% berdasarkan total perjanjian: 

  • Invoice
  • GRN
  • Laporan Quarterly  
  • Modul Panduan Final Soft-Skills 
  • Report Implementasi dan Monitoring

Prinsip, pendekatan dan kode etik di ypii

Staf dan Konsultan Plan Indonesia harus mematuhi Plan International Child and Youth Safeguarding and Protection. Konsultan harus mengikuti Prinsip Etis untuk melibatkan subjek manusia dalam kegiatan dan mendapatkan persetujuan tertulis atau lisan dari subjek manusia. Apabila kegiatan melibatkan subjek umur anak-anak dibawah 18 tahun, maka izin dari orang tua harus didapatkan. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan atau orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan kegiatan dan manfaatnya.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus sejalan dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan, menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, Vendor diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender, penguatan lembaga perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi perempuan dan perempuan, bekerja sama dengan laki-laki dan laki-laki untuk merangkul kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan laki-laki dalam semua keragaman mereka, dan membina lingkungan yang memungkinkan kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan.

Pengiriman aplikasi

Calon konsultan mengirimkan aplikasi ke yayasan.procurement@plan-international.org dengan subjek “Konsultan Modul Softskill BTF_Nama Pelamar” sebelum pukul 17.00, Minggu, 25 Juli 2021 dengan melampirkan dokumen yang dipersyaratkan sebagai berikut:

  1. Surat pernyataan minat baik dari konsultan ataupun firma yang tertarik mengikuti kegiatan ini;

2. Proposal kegiatan beserta dengan anggaran yang diusulkan (termasuk pajak progresif). Proposal memuat :

a) Tujuan kegiatan;

b) Target peserta;

c) Deskripsi dan strategi implementasi kegiatan;

d) Identifikasi waktu kegiatan atau timeline;  

e) Detil anggaran kegiatan (beserta dengan pajak);

f) Contoh modul atau portofolio yang dilakukan sebelumnya  melakukan kegiatan (berupa hyper-link yang valid ke sampel modul)

3. Profil Organisasi dengan informasi tentang :

a)Pekerjaan relevan saat ini dan sebelumnya serta klien atau pengguna (portofolio);

b) CV personel yang terlibat dalam penugasan dan tanggung jawab atau peran utama mereka dalam penugasan tersebut.

4.  Pelamar harus menulis proposal dengan detail perencanaan implementasi dan anggaran keseluruhan untuk kegiatan, dan semua biaya terkait termasuk biaya protokol kesehatan, perjalanan, lokakarya dan pertemuan (jika hal ini berlaku karena pandemik COVID-19).

5.  Setiap proposal yang tidak memasukkan rincian anggaran tidak akan dipertimbangkan. Rincian anggaran termasuk biaya perjalanan dan biaya kegiatan terkait lainnya serta pajak penghasilan yang akan dipotong. Untuk seluruh personel yang terlibat dalam kerangka kegaiatan diatas.

6.  Contoh produk portofolio oleh tim konsultan atau personal dalam bahasa Inggris dan / atau bahasa Indonesia jika tersedia.

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia. Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara.


[1] Sumber : https://interaktif.kompas.id/baca/covid-19-dan-perubahan-pasar-tenaga-kerja-masa-depan/ , diakses pada 18 April 2021

[2] Deming, David J. (2015). The growing importance of social skills in the labour market, NBER Working paper, No. 21473.