Call for Consultant Digital Platform Analyst for Yes Me! Wired for Work Project

A. PROFIL PEKERJAAN

LokasiDKI JAKARTA
Batas waktu aplikasi15 MARET 2021
Jenis kontrakProfessional Service Contract
Bahasa yang digunakanBahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Tanggal mulai kontrak20 Maret – 30 April 2021
Periode kontrak2 Bulan 10 Hari

B. TENTANG ORGANISASI

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Plan Indonesia mengimplementasikan aktivitasnya melalui empat program, yaitu Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan dan Agensi Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, serta Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan. Kami bekerja di 7 provinsi, termasuk di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan target untuk memberdayakan 1 juta anak perempuan. Selain itu, Plan Indonesia juga membina 36.000 anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Salah satu program YPII adalah program pemberdayaan ekonomi kaum muda yakni program Youth Economic Empowerment (YEE) dengan salah satu proyek Wired for Work (W4W!). Program ini diimplementasikan dengan tujuan agar kaum muda marginal, terutama perempuan, mendapatkan pekerjaan yang layak melalui pekerjaan formal maupun berwirausaha. Saat ini, kami sedang mengembangkan sebuah ekosistem digital yang mendukung kaum muda untuk memiliki potensi yang dibutuhkan perusahaan dan mendapatkan pekerjaan, salah satunya dengan memberikan materi pembelajaran online yang dapat diakses oleh semua orang.

Indonesia membutuhkan sekitar 3,2 juta pekerja terampil tambahan per tahun, sementara alokasi anggaran untuk pendidikan non formal (kejuruan) masih terbatas dan menyebabkan sebagian besar kaum muda tidak dapat mengakses pelatihan. Indonesia memiliki populasi penduduk sekitar 257,89 juta orang dan jumlah kaum muda Indonesia adalah sekitar 62,06 juta orang (24,06%). Rasio jenis kelamin (perbandingan antara populasi laki-laki dan perempuan) pada tahun 2016 adalah 102,38. Rasio gender ini menunjukkan bahwa jumlah  kaum  muda  laki-laki  lebih  tinggi dari pada  perempuan dan sekitar 53% kaum muda tinggal di daerah perkotaan.

Pada tahun 2017, terdapat penurunan tingkat pengangguran kaum muda Indonesia, dari 17% pada 2016 menjadi 13%. Namun demikian, persentase perempuan muda yang lebih tinggi masih terlibat dalam pekerjaan yang tidak dibayar (sekitar 24%) untuk membantu  keluarga,  daripada  laki-laki  muda (sekitar 14%). Tingkat partisipasi angkatan kerja kaum muda adalah 52,99%, dengan partisipasi pekerja laki-laki adalah 65,06%, lebih tinggi dari partisipasi pekerja perempuan yang hanya sekitar 40,53%.

Kesenjangan keterampilan atau ketidakcocokan keterampilan masih terjadi di Indonesia. Peningkatan investasi dalam pendidikan menghasilkan banyak kumpulan pekerja yang berpendidikan. Indonesia secara dramatis telah meningkatkan tingkat pendaftaran sekolah dan rata-rata tahun sekolah sejak transisi ke demokrasi, pasokan pekerja yang lebih lama bersekolah dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi meningkat. Namun secara keseluruhan kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin meningkat, sementara pekerja di Indonesia masih didominasi oleh pendidikan dasar dan menengah.

Data menunjukkan bahwa lama rata-rata pendidikan bagi penduduk Indonesia adalah 6,5 tahun. Berdasarkan data Susenas 2016, rata-rata lama sekolah kaum muda adalah 10,21 tahun dan hal ini menunjukkan bahwa kaum muda Indonesia telah menyelesaikan pendidikan sampai kelas 1 sekolah menengah atas atau setara. Namun sayangnya tingkat pendidikan juga tidak menjamin akses ke pekerjaan. Angka pengangguran kaum muda tertinggi berada pada tamatan SMA/sederajat yaitu 17,34%, sedangkan jumlah angka pengangguran kaum muda dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi dan SMP/sederajat menempati urutan kedua dan ketiga, yaitu 11,93% dan 10,70%.

C. TENTANG KONSULTANSI

Proyek Wired for work (W4W!)

Ketenagakerjaan muda Indonesia memiliki banyak tantangan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, khususnya terkait dengan partisipasi perempuan muda dalam angkatan kerja serta ketidak sesuaian antara keterampilan dalam angkatan kerja Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia melaksanakan proyek yang dijalankan sejak Januari 2018, yaitu Wired for Work (W4W!) yang didanai oleh Accenture. Proyek ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendukung penguatan strategi Ketenagakerjaan Muda di Indonesia. W4W! dilaksanakan berdasarkan program ketenagakerjaan yang sudah sukses dilaksanakan di Asia dan Amerika Latin, termasuk program Skill to Succeed yang didukung oleh Accenture. Program ini dilaksanakan untuk melakukan sinergi  antara keterampilan yang diajarkan oleh lembaga pelatihan dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia industri khususnya di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), ritel dan perhotelan yang dilaksanakan bersama-sama dengan pengembangan YES! (Youth Economic Solution) di Plan Regional Office (ARO).

Sejak tahun 2011, kemitraan Plan dan Accenture telah melatih lebih dari 15.000 kaum muda dan lebih dari 12.000 kaum muda mendapatkan pekerjaan layak di Asia dan Amerika Latin. W4W! memberikan perubahan langkah dalam program ketenagakerjaan muda dan memperluas jangkauan, wawasan, efisiensi, aksesibilitas, replikasi, dan penyesuaian pelatihan melalui inovasi. Tujuan proyek ini adalah untuk meningkatkan program ketenagakerjaan muda yang teruji di Indonesia dan Filipina dengan solusi digital yang dibangun di dua negara percontohan untuk memperkuat kapasitas LSM, sektor publik dan swasta dalam menjangkau dan melibatkan kaum muda, terutama perempuan muda, melalui peluang ketenagakerjaan yang baik.

Di Indonesia, W4W! menargetkan kaum muda yang rentan, terutama perempuan yang dilaksanakan di berbagai daerah yakni Jakarta, Semarang dan Lombok. Proyek ini menargetkan sekitar 10.266 anak muda kurang mampu yakni sekitar 75% adalah perempuan akan mendapatkan pelatihan keterampilan soft skills dan pelatihan teknikal skills yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang dapat diakses secara online maupun offline.

Selain itu, proyek W4W! juga akan menyediakan dukungan digital untuk ketenagakerjaan kaum muda dan penggunaan teknologi sebagai enabler untuk mencapai dampak yang lebih luas dan lebih baik bagi kaum muda. W4W! akan meningkatkan alat yang ada dan mengembangkan aset baru untuk mengimplementasikan praktek terbaik dari pemberdayaan ekonomi kaum muda menjadi pendekatan digital, menciptakan ekosistem digital yang melibatkan dan memanfaatkan para pemangku kepentingan. Sistem ini akan terbuka untuk umum dan dapat digunakan oleh siapa saja yang dapat mengambil manfaat dari sistem untuk melakukan perbaikan bagi praktik pemberdayaan kaum muda di Indonesia.

Untuk mendukung pengembangan ekonomi kaum muda dan penyerapan tenaga kerja kaum muda maka W4W! mengembangan kemitraan bersama dengan pemerintah terutama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), lembaga swasta dan Balai Latihan Kerja (BLK). Melalui kemitraan iniliah program W4W! mengembangkan kurikulum soft skills dan technical skills untuk mendukung kesiapan kerja bagi kaum muda marginal di tiga daerah yakni DKI Jakarta, Lombok dan Semarang.

Proyek W4W! juga membantu anak muda yang telah dilatih untuk mengakses kesempatan kerja dengan melakukan pendekatan dan kemitraan melalui pembentukan Perjanjian Kerja Sama (MoU) dengan pihak pemerintah, asosiasi dan lembaga swasta khususnya sektor perhotelan, restoran dan perusahaan yang bergerak di bidang retail dan TIK.

Platform Digital YesMe telah digunakan sejak tahun 2018 telah menyimpan 6000 data beneficiary. Didalam penggunaan selama 2 tahun, terdapat ketidaksesuaian pada laporan penyimpanan dengan perekaman pada bisnis proses yang dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan perubahan parameter juga alur system (Business Process) yang sesuai Best Practice yang mengacu pada kebutuhan Country Office Plan International Indonesia

D. TUJUAN KONSULTANSI

Tujuan penugasan konsultan ini adalah untuk menyesuaikan parameter dan konfigurasi yesme dengan laporan yang dibangun sesuai tujuan Plan International Indonesia (Youth Emploment Enrepreneurshio). Monitoring seluruh beneficiary yang sudah dimasukan kedalam Platform Digital YesMe juga perlu dilakukan dalam proses pekerjaan konsultan.

E. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

YesMe:

  1. Mereview alur system (Business Process) dan memberikan solusi alur system yang sesuai dengan Best Practice.
  2. Mereview parameter laporan yang mengacu pada kebutuhan CO Plan International Indonesia
  3. Memberikan saran dalam pencapaian target CO Plan International Indonesia dalam penggunaan Yesme secara Optimal
  4. Melakukan transfer knowledge penggunaan yesme dan sistem pengelolaannya kepada tim YPII.

F. HASIL KERJA

Adapun hasil kerja yang diharapkan dari calon konsultan dalam periode kontrak tersebut di atas adalah sebagai berikut:

Hasil KerjaAktivitasTingkatan upayaPerkiraan waktu pengerjaan
Review proses bisnis saat ini dengan aplikasi yesmeInterview dan mempelajari dokumen bisnis proses dan aplikasi yesmeAdanya analisis bisnis proses10 hari
Review laporan monitoring dan evaluasi perekaman informasi youthInterview dan mempelajari dokumen laporan dan aplikasi yesmeAdanya analisis laporan Monev10 hari
Memberikan saran aktivitas/tindakan yang perlu dilakukan untuk perubahan pencatatan rekaman informasi youthPembuatan dokumen proses beserta konfigurasi dalam yesmeAdanya saran tindak lanjut10 hari
Melakukan transfer knowledge penggunaan yesme dan sistem pengelolaannyaZoom meeting memperkenalkan DHIS2 secara umum, cara konfigurasi dan cara penarikan reportAdanya zoom meeting transfer knowledge dan dokumentasi10 hari

G. DURASI PEKERJAAN

Durasi periode pengerjaan yakni 2 bulan 10 hari (Maret  – Mei  2021).

H. INPUT TAMBAHAN

Sumberdaya yang digunakan adalah: dokumen tertulis (modul, materi, tools, laporan, website pendukung), aplikasi yesme yang sudah dibangun.

Segala kebutuhan peralatan komputer, internet voucher dll, akan diadakan sendiri oleh konsultan.

I. METODE DAN KETETUAN PEMBAYARAN

Tim atau perusahaan konsultan terpilih akan dibayar sesuai dengan ketentuan di bawah ini:

Hasil KerjaPembayaran (%)
DP I setelah tandatangan kontrak40%
50% hasil dari pekerjaan consultant dan diverifikasi oleh user30%
Telah dinyatakan selesai dan diverifikasi oleh user30%

J. PRINSIP, PENDEKATAN, DAN PERTIMBANGAN ETIS UTAMA

Staf dan konsultan Plan Indonesia harus mematuhi prinsip Child and Youth Safeguarding and Protection milik Plan International. Konsultan harus mengikuti Prinsip Etis dalam keterlibatan subjek manusia dalam penelitian dan mendapatkan persetujuan tertulis/lisan dari subjek yang terlibat. Izin dari orang tua harus dimintakan jika anak-anak di bawah 18 tahun terlibat sebagai subjek. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan/orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan studi dan penggunaannya. Pelatihan tentang topik ini akan menjadi bagian dari pelatihan yang disediakan untuk tim konsultan/ vendor.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus selaras dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan, menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, Konsultan diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender, penguatan agensi anak perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi anak perempuan dan perempuan, bekerja sama dengan anak laki-laki dan laki-laki untuk mengangkat kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan anak laki-laki dalam seluruh keragaman mereka, dan membina lingkungan yang mendukung kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan. 

K. KUALIFIKASI DAN PENGALAMAN

  • Mempunyai minimal 5 (lima) tahun pengalaman dalam membangun aplikasi DHIS2
  • Mengetahui konfigurasi DHIS2 dengan bisnis proses di perusahaan
  • Dapat menghasilkan reporting pada DHIS 2 sesuai dengan kebutuhan busnis proses
  • Mampu bekerja menghadapi tengat waktu yang ketat
  • Berkomitmen pada perlindungan anak dan gender transformative

L. PROSEDUR APLIKASI

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mengundang perusahaan/tim konsultan dengan keahlian dan portofolio yang relevan untuk melamar dengan mengirimkan:

  1. Surat Ketertarikan serta Proposal teknis yang terdiri dari latar belakang organisasi, konsep/ strategi teknis pekerjaan, dan rencana kerja berdasarkan penjelasan tentang proyek di atas.
  2. Proposal finansial
  3. CV/Portofolio dan contoh pekerjaan terdahulu dengan penjelasan singkat serta surat kesanggupan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan

Dokumen di atas dapat dikirim melalui email ke yayasan.procurement@plan-international.org; dengan Subject email PROC_YESME_Modul. Batas akhir pengiriman penawaran selambat-lambatnya pada Senin, 15-Maret-2021 jam 13.00 WIB.

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia.

Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara.