Perkawinan anak merupakan salah satu isu pembangunan yang menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memenuhi pencapaian SDGs (Target 5.3) yakni menghapuskan semua praktik berbahaya seperti perkawinan usia anak, perkawinan dini dan paksa.

Data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) BPS tahun 2017 memperlihatkan bahwa persentase perempuan berusia 20-24 tahun yang sudah pernah kawin dibawah usia 18 tahun sebanyak 25,71%. Studi yang dilakukan oleh Plan Indonesia bersama Koalisi Perempuan Indonesia (2019) menemukan fakta bahwa meskipun Undang Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan telah direvisi, namun praktik perkawinan anak masih terus terjadi, dan jumlahnya yang semakin meningkat di masa pandemik COVID-19.

Dengan melihat kompleksitas isu perkawinan anak di atas, maka pencegahan perkawinan anak menjadi salah satu isu prioritas bagi Plan International baik di tingkat global, regional, Asia Pasifik maupun Indonesia. Perkawinan anak memiliki dampak yang sangat besar bagi kehidupan dan masa depan anak dan kaum muda khususnya perempuan. Sebagai salah satu mitra pembangunan yang fokus bekerja bersama anak dan kaum muda perempuan, Plan Indonesia

Memiliki kapasitas spesifik untuk melakukan riset/kajian advokasi dan kampanye serta pembuatan rekomendasi kebijakan yang berperspektif hak anak. Plan Indonesia senantiasa berkomitmen mendukung kebijakan, strategi pembangunan dan program/kegiatan yang memihak pada hak anak. Untuk itu, kami merasa perlu adanya Buku Saku Pencegahan Perkawinan Anak di Tingkat Desa sebagai upaya membantu anak dan kaum muda khususnya perempuan, memahami resiko perkawinan anak serta memiliki kapasitas untuk mencegah terjadinya perkawinan anak bagi dirinya maupun teman sebayanya.

Penyusunan buku saku ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan agensi anak agar anak mampu dan dapat berpartisipasi secara bermakna dalam pencegahan perkawinan anak (PPA) di tingkat desa atau komunitas mereka. Seperti diketahui, perkawinan anak dua kali lebih banyak terjadi di perdesaan daripada di perkotaan sehingga buku saku ini disusun dan dirancang sedemikian rupa agar berbagai pesan PPA yang ingin disampaikan kepada anak menjadi lebih komunikatif, efektif, interaktif, singkat dan padat (concise), dengan gaya penulisan menyesuaikan bahasa anak muda perdesaan (youth friendly) sehingga mudah dipahami, serta mudah dibawa (handy) agar anak-anak di desa bisa mendiskusikan isi buku di manapun mereka berada.

Buku Saku Pencegahan Perkawinan Anak Di Tingkat Desa ini merupakan hasil kolaborasi antara Plan Indonesia dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk mendukung implementasi Stranas Pencegahan Perkawinan Anak (PPA), khususnya berkontribusi pada tujuan pertama yaitu Optimalisasi Kapasitas Anak. Kami berharap agar buku saku ini dapat digunakan oleh berbagai pihak, termasuk dari Kementerian/Lembaga terkait lainnya, pemerintah daerah, kaum muda, dan masyarakat sebagai media informasi dan sosialisasi kepada forum anak, sekolah, madrasah dan lainnya. Dengan demikian buku saku ini dapat dipergunakan secara efektif dan semakin memberdayakan anak, serta dalam jangka panjang dapat berkontribusi pada penurunan angka perkawinan anak di Indonesia sesuai dengan target pemerintah Indonesia, yaitu 8,74% di 2024 dan 6,94% di 2030.

Secara khusus, Plan Indonesia mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada tim penyusun buku saku ini dan semua pihak atas dedikasi dan komitmennya. Semoga buku saku ini dapat memberikan pencerahan bagi anak-anak di Indonesia untuk memperjuangkan hak dan masa depan mereka yang lebih baik.

Unduh Buku Saku