Buku Foto Yes I Do – Memupuk Asa Melawan Perkawinan Anak

Sejak 2016, Plan Indonesia melalui proyek Yes I Do berupaya mencegah praktik perkawinan usia anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan, terutama di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Lombok Barat. Lebih dari itu, kami mendorong anak dan kaum muda perempuan serta lakilaki untuk lebih berdaya dan mampu untuk bernegosiasi dan memutuskan kapan dan dengan siapa mereka akan menikah dan memiliki anak.

Plan Indonesia berhasil menggagalkan 32 kasus perkawinan usia anak di tiga di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Lombok Barat. Bersama mitra aliansi Lembaga Perlindungan Anak dan Remaja (LPAR), Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), Rutgers WPF Indonesia, dan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), kami mendorong terbentuknya 12 Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD) beranggotakan 302 orang di tiga kabupaten dampingan kami.

Desember 2020 ini merupakan akhir dari program Yes I Do. Selama empat tahun ini, sudah lahir bibit muda baik perempuan maupun laki-laki di pelbagai daerah yang mulai mengangkat harkat mereka dan lingkungan sekitar.

Terdapat lima pilar yang menopang program Yes I Do termasuk, pilar gerakan sosial berbasis komunitas, pelibatan kaum muda dalam berbagai forum atau kegiatan, kemudahan akses anak perempuan kepada informasi dan layanan kesehatan reproduksi dan seksualitas, bagaimana memberikan pilihan kepada para remaja khususnya perempuan lewat pendidikan formal dan non formal, dan terakhir adalah Yes I Do ikut mendorong kebijakan atau advokasi peraturan pemerintah baik di tingkat desa, daerah, maupun pusat.

Temukan informasi lebih lanjut mengenai program Yes I Do melalui buku foto ini.