Sekolah tangguh adalah kemampuan sekolah dan komunitasnya untuk menghadapi berbagai ancaman, baik alam maupun non alam, seperti gempa bumi, banjir, kekerasan, COVID-19 serta pulih dari dampak bencana  secara efektif dan efisien.

Sekolah Tangguh mengajarkan lima tema utama, yakni pengurangan risiko bencana di sekolah, adaptasi perubahan iklim di sekolah, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) – Manajement Kesehatan Menstruasi (MKM) di sekolah, perlindungan anak dan dukungan psikososial awal di sekolah, dan Kesehatan Reproduksi (Kespro).

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada Program Implementasi Area Lembata melakukan rangkaian kegiatan untuk mewujudkan Sekolah Tangguh. Saat ini Sekolah Tangguh telah diimplementasikan di 15 sekolah di 10 Desa.

Adapun kegiatan yang dilakukan bersama Karang Taruna selaku kaum muda di desa adalah sosialisasi tentang bagaimana mewujudkan sekolah tangguh, juga peran serta orang tua wali, komite dan serta  masyarakat. Selain itu, kaum muda juga mendapatkan kesempatan bersama para guru untuk mengikuti pelatihan fasilitator serta pembentukan tim kerja sekolah tangguh yang juga melibatkan orang tua wali murid/komite.

Ke depan, kegiatan ini membutuhkan dukungan bersama dari orang tua wali murid, guru, kepala sekolah, serta kaum muda di desa secara  bersama-sama mewujudkan Sekolah Tangguh demi terciptanya lingkungan sehat, aman dan nyaman untuk warga sekolah!

Yuk! Simak Cerita Teman-Teman dari Lembata

Chelsy, 16 tahun, “Saya senang sekali bisa mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam tim sekolah tangguh, terpilih pada bidang logistik dan perlengkapan. Harapan ke depannya bisa terus belajar dan tahu apa saja peralatan serta perlengkapan yang bisa digunakan bila terjadi bencana  sesuai dengan kebutuhannya,”

Stevania, 15 tahun, “Menjadi bagian dari tim Sekolah Tangguh bidang perlindungan dan partisipasi, saya berharap adanya kerja sama sekolah dengan Kelompok Perlindungan Anak Desa (KPAD), sebagai pengembangan diri dan bisa berpartisipasi dalam segala hal di sekolah dan di desa,”

Isabela, 15 tahun, “Saya senang karena saya dapat mengetahui cara menangani bencana alam dan bisa menambah pengetahuan saya. Kegiatan Sekolah Tangguh sangat penting karena bisa melatih murid tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Harapan saya kegiatan ini bisa jadi mata pelajaran,”

Lidwina,15 tahun, “Pada Sekolah Tangguh ini saya bergabung di bidang kesehatan sekolah. Saya sangat senang bisa diberikan kesempatan untuk belajar tentang Sekolah Tangguh, juga bagaimana menjaga kesehatan pada lingkungan sekolah seperti harapan saya, sekolah ini bisa menjadi sehat dan bersih selalu,”

Petrus, 15 tahun, “Saya bergabung pada bidang kesiapsiagaan sekolah tangguh, bersama teman lainnya serta para guru. Kami belajar tentang kesiapsiagaan sekolah, bagaimana menyiapkan diri, fasilitas dan pengetahuan terhadap ancaman bencana di lingkungan sekolah,”

Tunggu cerita kami selanjutnya!