Adolescent Health and Agency

Adolescent Health and Agency
Communications Team

Studi Perkawinan Bukan Untuk Anak: Potret Perkawinan Anak di 7 Daerah Paska Perubahan UU Perkawinan

Perkawinan anak menjadi salah satu permasalahan sosial yang pelik di Indonesia, kompleks serta multi dimensi. Indonesia menduduki peringkat ke-2 di ASEAN dan peringkat ke-8 di dunia untuk kasus perkawinan anak. Meskipun perubahan Undang-undang Perkawinan telah mengatur batas minimal perkawinan menjadi 19 tahun serta memperketat aturan dispensasi kawin, praktik perkawinan anak masih kerap terjadi. Secara nasional, angka perkawinan anak menurun namun penurunannya belum signifikan. Bahkan, 22 dari 34 propinsi memiliki angka perkawinan anak lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan kebijakan saja belum cukup untuk menekan laju perkawinan anak. Berangkat dari permasalahan ini, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama

Read More
Adolescent Health and Agency
Communications Team

WASH SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention Newsletter – December 2020

In December 2020, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) through WASH SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention (WISE) carried out several activities such as distribution of reusable sanitary napkins along with the usage instructions, bar soap, disinfectant, educational posters for washing hands with soap, and educational comic about Menstrual Hygiene Management (MHM) in West Lombok Regency. Find more stories from the implementation of the WISE project by Plan Indonesia through the WISE newsletter which can be downloaded below.

Read More
Adolescent Health and Agency
Communications Team

Newsletter WASH SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention – Desember 2020

Selama bulan Desember 2020, Yayasan Plan International Indonesia melalui WASH SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention (WISE) melaksanakan beberapa aktivitas seperti pembagian paket pembalut pakai ulang lengkap dengan petunjuk penggunaan, sabun batang, desinfektan, poster edukasi cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan komik edukasi mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di Kabupaten Lombok Barat. Temukan cerita-cerita lainnya dari pelaksanaan proyek WISE oleh Plan Indonesia melalui newsletter WISE yang dapat diunduh di bawah.

Read More
Adolescent Health and Agency
Communications Team

The Launch of Bring Back Equality for Girls “Creating Safe Space For Girls” Collaboration of The Body Shop® Indonesia and Yayasan Plan International Indonesia

Indonesia is in a state of sexual violence emergency. This is reflected in the data of the National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan) which states that in the past 12 years, cases of violence against women in Indonesia have increased by up to 800 percent. Especially when the COVID-19 pandemic hit, cases of Online Gender-Based Violence (KBGO) increased along with the increased activity in the digital world. Fact Sheet and Key Points from Komnas Perempuan’s 2020 Annual Notes show that online gender-based violence has increased from 126 cases in 2019 to 510 cases in 2020. The dominant form

Read More
Adolescent Health and Agency
Communications Team

Launching Bring Back Equality for Girls “Creating Safe Space For Girls” Kolaborasi The Body Shop® Indonesia Bersama Yayasan Plan International Indonesia

The Body Shop® Indonesia bersama Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) menyelenggarakan peluncuran proyek Bring Back Equality For Girls dengan tema “Creating Safe Space For Girls”. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung kesetaraan perempuan khususnya remaja perempuan untuk memperjuangkan haknya agar terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan seksual sekaligus meningkatkan kesadaran publik untuk menghentikan kekerasan seksual terhadap perempuan melalui pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Read More
Adolescent Health and Agency
Communications Team

Policy Brief – Perkawinan Anak di Masa Pandemik COVID-19

Policy brief ini membahas tentang dampak buruk pandemik COVID-19 terhadap isu pencegahan perkawinan anak. Bebagai penyebab masalah seperti minimnya akses pendidikan dan rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat kini semakin memburuk sehingga mengakibatkan meningkatnya kasus perkawinan anak, salah satunya ditandai dengan meningkatnya angka permohonan dispensasi. Rekomendasi dalam policy brief ini mencakup untuk mengawal implementasi Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA), mengintegrasikan Stranas PPA dalam perencanaan dan pembangunan daerah, serta sinergi berbagai pihak termasuk mengambil pembelajaran dari berbagai praktik baik di daerah adalah beberapa upaya krusial untuk menghapus perkawinan anak di Indonesia.

Read More
Adolescent Health and Agency
Communications Team

Yes I Do Photobook – Nurturing Hopes, Fighting Against Child Marriage

Sejak 2016, Plan Indonesia melalui proyek Yes I Do berupaya mencegah praktik perkawinan usia anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan, terutama di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Lombok Barat. Lebih dari itu, kami mendorong anak dan kaum muda perempuan serta lakilaki untuk lebih berdaya dan mampu untuk bernegosiasi dan memutuskan kapan dan dengan siapa mereka akan menikah dan memiliki anak. Plan Indonesia berhasil menggagalkan 32 kasus perkawinan usia anak di tiga di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Lombok Barat. Bersama mitra aliansi Lembaga Perlindungan Anak dan Remaja (LPAR), Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), Rutgers WPF Indonesia, dan

Read More
Their Work
Communications Team

Serafina Bete: Being The Voice of People with Disabilities

Serafina Bete, known as Mama Fina, is a WASH activist, specializing in advocating for people with disabilities. She is currently the Coordinator of PERSANI (Persatuan Tuna Daksa Kristiani/Christian Disability Society) in East Nusa Tenggara, Indonesia. For years, she has been the voice for people with disabilities in many sectors. Mama Fina has been actively campaigning for inclusive access Sanitation and Hygiene facilities for people with disabilities in East Nusa Tenggara through PERSANI. Mama Fina believes that sanitation facilities such as toilets should be made accessible to everyone, including wheelchair users, pregnant women, and elderly people. Serafina encouraged every stakeholder, including

Read More