siaran pers

Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja
Communications Team

Civil Society Movement for the Elimination of Child Marriage Affirms that Aisha Wedding’s Child Marriage is a Crime Against Children and Women

Recently, flyers, websites and social media accounts from Aisha Weddings, a wedding organizer, have been circulating which advertises marriage services that promote the marriage of children who are as young as 12 years old, as well as displayed photos of young girls. In response, the Civil Society Movement for the Elimination of Child Marriage held a press conference on Thursday (11/2) and issued a statement that the promotion of child marriage is a crime against children and women and is an act that violates Indonesian law. The statement of principle has received public support from at least 128 institutions and 305 individuals in less than 18 hours. The statement of principle from the Civil Society Movement includes 6 urgencies to various stakeholders

Selengkapnya
Publikasi
Communications Team

PESAN-PESAN KEBIJAKAN – KONTROVERSI IKLAN PERKAWINAN ANAK, PERKAWINAN SIRI DAN POLIGAMI OLEH AISHA WEDDINGS

10 FEBRUARI 2021 Gerakan Bersama untuk Penghapusan Kekerasan pada Anak di Indonesia (Indonesia Joining Forces to End Violence Against Children atau IJF EVAC) menyayangkan dan menentang tindakan Aisha Weddings sebagai pelaku usaha yang mempromosikan perkawinan yang melibatkan usia anak melalui flyer dan spanduk. Perkawinan anak adalah bentuk kekerasan terhadap anak. Kami ingin menekankan lagi kepada pelaku usaha, orangtua, dan seluruh elemen masyarakat bahwa isu ini bukan hanya soal perkawinan, tetapi perampasan hak-hak anak akan kelangsungan hidup, tumbuh kembang, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Hampir semua

Selengkapnya
Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja
Communications Team

STATEMENT OF PRINCIPLE SOCIETY MOVEMENT FOR THE ELIMINATION OF CHILD MARRIAGE “CHILD MARRIAGE PROMOTION IS A CRIME AGAINST CHILDREN AND GIRLS”

We, the Civil Society Movement for the Elimination of Child Marriage believe that the act from Aisha Wedding on its official website, www.aishaweddings.com, and several other social media accounts on Facebook and Twitter which promoted the ideal age of marriage being between 12-21 years old, provides matchmaking services for parents who aim to marry off their children, provide services for arranging serect weddings (sirri), and matchmaking services for polygamy are against the law. We believe that the actions of the owners, creators, and managers of www.aishaweddings.com can be suspected of constituting a criminal act which substantively violates the Child Protection

Selengkapnya
Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja
Communications Team

PERNYATAAN SIKAP GERAKAN MASYARAKAT UNTUK PENGHAPUSAN PERKAWINAN ANAK “PROMOSI PERKAWINAN ANAK ADALAH KEJAHATAN TERHADAP ANAK DAN PEREMPUAN “

Kami, Gerakan Masyarakat Sipil Untuk Penghapusan Perkawinan Anak, meyakini bahwa tindakan Aisha Wedding dalam situs resminya di www.aishaweddings.com dan beberapa akun media sosialnya di Facebook, Twitter, yang mempromosikan usia ideal bagi perempuan untuk kawin yaitu di usia 12-21 tahun, menyediakan jasa pencarian jodoh bagi orang tua yang akan mengawinkan anak-anaknya, menyediakan jasa penyelenggaraan perkawinan secara sirri dan jasa layanan pencarian jodoh untuk poligami adalah tindakan melawan hukum. Kami meyakini bahwa tindakan pemilik, pembuat, dan pengelola www.aishaweddings.com dapat diduga merupakan perbuatan pidana yang secara substantif melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak) dan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Selain itu,

Selengkapnya
Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja
Communications Team

Plan Indonesia Involving Youth from Mataram and North Lombok to Reduce Child Marriage and Teenage Pregnancy Rates

Plan Indonesia launched Let’s Talk program in West Nusa Tenggara (NTB) including Mataram from Tuesday (26/1) and in North Lombok from Thursday (28/1) to address the limited access to sexual and reproductive health information and facilities leads to child marriage and teenage pregnancy. More than two thousands cases of pregnancy in teenagers aged between 15-19 years old were recorded in Mataram and North Lombok in 2018-2019.

Selengkapnya
Kesehatan Seksual dan Reproduksi Remaja
Communications Team

Plan Indonesia Libatkan Remaja Mataram dan Lombok Utara

Plan Indonesia luncurkan program Let’s Talk di Nusa Tenggara Barat yakni di Mataram pada Selasa (26/1) dan di Kabupaten Lombok Utara pada Kamis (28/1) untuk menjembatani kesenjangan informasi dan akses layanan kesehatan seksual dan reproduksi bagi kaum muda. Lebih dari dua ribu kasus kehamilan di usia remaja 15-19 tahun terjadi di Mataram dan Lombok Utara pada 2018-2019. Minimnya akses terhadap informasi dan fasilitas kesehatan seksual dan reproduksi mendorong munculnya perkawinan usia anak dan kehamilan remaja.

Selengkapnya
Pemberdayaan Ekonomi dan Kesempatan Bekerja Kaum Muda
Communications Team

Plan Indonesia and the EU Empower Youth in Fish Processing Sector

On 28 January 2021, the Mata Kail (Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari) programme, funded by the European Union, highlighted results of efforts to empower young people in sustainable business during a virtual closing event. The Mata Kali programme has been working to encourage almost 2,000 young people in Sikka, Lembata, and Nagekeo to start their own businesses in the sustainable fish processing sector. As a result of this initiative, over 1,137 young women and 860 young men in the 15-29 age range were trained in the fish processing sector.

Selengkapnya
Pemberdayaan Ekonomi dan Kesempatan Bekerja Kaum Muda
Communications Team

Lewat Program Mata Kail, Plan Indonesia Bina Kaum Muda Kelola Pengolahan Ikan

Pada 28 Januari, program Mata Kail (Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari) yang didanai oleh Uni Eropa menyorot hasil dari upaya pemberdayaan kaum muda dalam kewirausahaan yang berkelanjutan pada acara penutupan program. Program Mata Kail telah mendorong hampir 2.000 kaum muda di Kabupaten Sikka, Lembata, dan Nagekeo, untuk memulai usaha di bidang pengolahan ikan tangkap yang berkelanjutan. Sebagai hasil dari program ini, sedikitnya 1.137 perempuan muda dan 860 orang muda laki-laki usia 15-29 tahun telah menerima pelatihan wirausaha di sektor pengolahan ikan.

Selengkapnya