Policy brief ini membahas tentang dampak buruk pandemik COVID-19 terhadap isu pencegahan perkawinan anak. Bebagai penyebab masalah seperti minimnya akses pendidikan dan rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat kini semakin memburuk sehingga mengakibatkan meningkatnya kasus perkawinan anak, salah satunya ditandai dengan meningkatnya angka permohonan dispensasi. Rekomendasi dalam policy brief ini mencakup untuk mengawal implementasi Strategi Nasional Pencegahan Perkawinan Anak (Stranas PPA), mengintegrasikan Stranas PPA dalam perencanaan dan pembangunan daerah, serta sinergi berbagai pihak termasuk mengambil pembelajaran dari berbagai praktik baik di daerah adalah beberapa upaya krusial untuk menghapus perkawinan anak di Indonesia.