Call for Consultant of Youth Training Modules Urban Nexus Project

A. Profil Pekerjaan

LokasiDKI Jakarta
Batas waktu aplikasi29 January 2021
Jenis kontrak[Professional Service Contract]
Bahasa yang digunakan[Bahasa Indonesia dan Inggris]
Tanggal mulai kontrak1 February 2021
Periode kontrak3 months

B. TENTANG ORGANISASI

Plan International telah bekerja di Indonesia sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Kami bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Plan Indonesia mengimplementasikan aktivitasnya melalui empat program, yaitu Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan dan Agensi Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, serta Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan. Kami bekerja di 7 provinsi, termasuk di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan target untuk memberdayakan 1 juta anak perempuan. Selain itu, Plan Indonesia juga membina 36.000 anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

C. TENTANG KONSULTANSI

Jakarta memiliki 1.476.283 kaum muda berusia 15-24 tahun yang merupakan 13,98% dari total penduduk. Banyaknya kaum muda dapat dilihat dari dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, kaum muda dianggap sebagai aset pertumbuhan ekonomi dan berperan penting untuk berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan Jakarta. Di sisi lain, sulit untuk memastikan kaum muda memiliki akses yang sama ke pendidikan berkualitas, keterampilan untuk pekerjaan dan kewirausahaan. Laporan UNFPA 2018 menyatakan kota-kota harus berusaha untuk mengadvokasi dan mendukung penguatan kapasitas lembaga nasional dan lokal untuk keterlibatan pemuda dalam pengambilan keputusan selama fase kesiapsiagaan, sebelum, saat dan setelah bencana. Namun, penting untuk dicatat bahwa hidup dengan ancaman bencana dan krisis iklim yang terus menerus menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi kaum muda. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kurangnya infrastruktur bagi kaum muda untuk berpartisipasi dengan baik dan aman dalam kehidupan publik, serta mengungsi saat bencana. Ada juga keprihatinan khusus tentang keselamatan penyandang disabilitas muda.

Kerangka Kerja Ketahanan Perkotaan yang Berpusat pada Anak (The Child Centred Urban Resilience Framework/CCURF) yang dirancang oleh Arup dan Plan International, mencatat risiko perkotaan dapat membahayakan hak-hak anak, seperti kelangsungan hidup dan perkembangan, partisipasi, kepentingan terbaik, dan non-diskriminasi. Semua anak, remaja, perempuan dan laki-laki memiliki hak hukum yang sama untuk dilindungi, dan untuk mengakses jalur dan dukungan jika hak-hak mereka dilanggar. Selain itu, mereka perlu didukung oleh pendidikan dan kesempatan yang berkualitas. Berdasarkan temuan tahun pertama dari tinjauan pustaka latar belakang Urban Nexus, Jakarta secara khusus membatasi partisipasi anak dan remaja dalam perencanaan dan tindakan kesiapsiagaan bencana, meskipun Jakarta sangat rawan bencana. Laporan Bappenas tahun 2017 tentang Indeks Pembangunan Pemuda, menunjukkan Jakarta memiliki skor partisipasi dan kepemimpinan pemuda yang lebih rendah (36,67) daripada indeks nasional (46,67). Suara pemuda dalam musyawarah desa telah didorong, namun hak dan suara pemuda yang terbatas diintegrasikan ke dalam kegiatan perencanaan pembangunan desa di bidang ketahanan, perubahan iklim dan, partisipasi.

Sebuah studi gender di desa proyek di Jakarta yang ditugaskan oleh Plan Indonesia pada tahun 2018, menemukan bahwa anak perempuan memiliki keterlibatan yang terbatas dalam organisasi dan partisipasi dalam kegiatan masyarakat karena orang tua memiliki perhatian yang lebih tinggi tentang keselamatan anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. Norma gender yang telah dipraktikkan di masyarakat selama berabad-abad masih menempatkan anak perempuan terutama di dalam rumah, membantu kegiatan rumah tangga, sementara anak laki-laki menikmati kebebasan untuk keluar dan berpartisipasi dalam komunitas mereka. Hal ini menyebabkan anak perempuan kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam menyuarakan keprihatinan mereka melalui organisasi masyarakat atau proses pemerintahan. Karang Taruna (organisasi pemuda binaan pemerintah Jakarta), identik dengan kelompok laki-laki sebagai pengambil keputusan, di mana hanya sedikit perempuan yang terlibat dalam kelompok, dan mereka yang memegang peran inferior.

Plan Indonesia melalui project Y-Act in Urban Nexus, yang didanai oleh ANCP – DFAT dan Plan Australia memiliki tujuan menciptakan kota yang aman dan tangguh melalui pemberdayaan dan kepemimpinan kaum muda (perempuan dan laki-laki). Project ini dilakukan periode September 2020 – Juni 2021 di 2 Kelurahan, yaitu Krendang (Jakarta Barat) dan Klender (Jakarta Timur). Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan rangkaian pelatihan untuk kaum muda (6 topik). Adapun pelatihan-pelatihan tersebut adalah Literasi Digital, Pemberdayaan Ekonomi Mikro, Literasi Keuangan, Ketrampilan Komunikasi, Pengenalan Digitalisasi dan Kepemimpinan. Saat ini beberapa pelatihan sudah berjalan, dimulai  sejak bulan September 2020 secara online.

Kegiatan ini dilakukan dengan kerjasama dan dukungan dari Kelurahan dan Karang Taruna. Harapannya, pelatihan-pelatihan ini juga bisa dilakukan secara mandiri oleh Karang Taruna. Untuk itu dibutuhkan modul yang bisa digunakan oleh karang taruna senior untuk memberikan pelatihan kepada kaum muda di kelurahannya secara mandiri. Jadi sebisa mungkin modul tersebut dibuat sederhana, menarik dan aplikatif.

D. TUJUAN KONSULTANSI

Tujuan penugasan konsultan ini adalah untuk membuat buku bahan belajar/modul penerapan pelatihan untuk kaum muda dengan 6 topik materi (Literasi Digital, Pemberdayaan Ekonomi Mikro, Literasi Keuangan, Ketrampilan Komunikasi, Pengenalan Digitalisasi dan Kepemimpinan) yang dapat digunakan oleh Karang Taruna.

E. Tugas dan tanggung jawab

Berdasarkan tujuan diatas, ruang lingkup kerja konsultan:

  1. Melakukan desk review modul-modul terkait topik-topik yang ada yang sudah dimiliki Plan International maupun Yayasan Plan International Indonesia
  2. Melakukan desk review dan observasi pelatihan-pelatihan yang sudah ataupun yang sedang berjalan.
  3. Mengajukan template modul
  4. Membuat modul yang berisi 6 topik pelatihan dengan memadukan modul yang ada di Plan International/ Yayaysan Plan Indonesia dengan materi-materi yang digunakan di pelatihan-pelatihan pada proyek Y-Act Urban Nexus.
  5. Melakukan uji coba modul
  6. Mempublikasikan modul
  7. Membuat modul dalam versi Bahasa inggris

F. Hasil Kerja

Adapun hasil kerja yang diharapkan dari calon konsultan dalam periode kontrak tersebut di atas adalah sebagai berikut:

Hasil KerjaAktivitasTingkatan upayaPerkiraan waktu pengerjaan
Pembuatan konsep Modul Pelatihan bagi Kaum MudaMembuat draft konsep Modul Pelatihan  bagi Kaum MudaAdanya konsep dan template Modul Pelatihan  bagi Kaum Muda yang disepakati2 minggu
Pembuatan Modul Pelatihan  Kaum MudaMembuat modul pelatihan  bagi Kaum MudaAdanya modul Pelatihan  bagi Kaum Muda sudah direview dan disetujui Plan Indonesia6 minggu
Uji Coba ModulMelakukan uji coba penggunaan modul bagi anggota karang taruna seniorAdanya ujicoba penggunaan modul Pealtihan Bagi Kaum Muda2 minggu
Penyebarluasan Modul Pelatihan  bagi Kaum MudaMenyebarluaskan  modul melalui  karang taruna di DKI Jakarta, komunitas maupun media-media kaum mudaAdanya publikasi modul pelatihan  bagi Kaum Muda  di Karang Taruna DKI Jakarta, komunitas maupun media-media kaum muda1 minggu
Mebuat Modul dalam versi Bahasa InggrisMenterjemahkan modul dalam versi Bahasa InggrisAdanya modul versi Bahasa Inggris1 minggu

G. DURASI PEKERJAAN

Durasi periode pengerjaan yakni 3 bulan (1 Februari – 30 April 2021).

H. INPUT TAMBAHAN

Sumberdaya yang gunakan adalah: dokumen tertulis (modul, materi, tools, laporan kegiatan pelatihan, rekaman pelatihan, dsb), serta foto-foto pendukung kegiatan pelatihan untuk kaum muda wilayah Kelurahan Klender dan Kelurahan Krendang.

I. METODE DAN KETETUAN PEMBAYARAN

Tim atau perusahaan konsultan terpilih akan dibayar sesuai dengan ketentuan di bawah ini:

Hasil KerjaPembayaran (%)
DP pertama setelah tandatangan kontrak40%
Telah dinyatakan selesai dan diverifikasi oleh user60%

J. Prinsip, pendekatan, dan pertimbangan etis utama

Staf dan konsultan Plan Indonesia harus mematuhi prinsip Child and Youth Safeguarding and Protection milik Plan International. Konsultan harus mengikuti Prinsip Etis dalam keterlibatan subjek manusia dalam penelitian dan mendapatkan persetujuan tertulis/lisan dari subjek yang terlibat. Izin dari orang tua harus dimintakan jika anak-anak di bawah 18 tahun terlibat sebagai subjek. Persetujuan yang ditandatangani oleh setiap anak dan/orang tuanya perlu dilakukan setelah menjelaskan tujuan studi dan penggunaannya. Pelatihan tentang topik ini akan menjadi bagian dari pelatihan yang disediakan untuk tim konsultan/ vendor.

Semua proyek yang dikelola oleh Plan Indonesia dan para mitranya, juga harus selaras dengan ambisi global Plan International untuk menjangkau 100 juta anak perempuan, menggunakan pendekatan transformatif gender dalam melaksanakan tugasnya. Dalam penugasan ini, Konsultan diharapkan dapat menerapkan pendekatan transformatif gender melalui penyampaian norma gender, penguatan agensi anak perempuan dan perempuan muda, memajukan kondisi dan posisi anak perempuan dan perempuan, bekerja sama dengan anak laki-laki dan laki-laki untuk mengangkat kesetaraan gender, menjawab kebutuhan dan minat anak perempuan dan anak laki-laki dalam seluruh keragaman mereka, dan membina lingkungan yang mendukung kesetaraan gender dan hak-hak anak perempuan. 

K. KUALIFIKASI DAN PENGALAMAN

  1. Surat ketertarikan dalam melakukan aktivitas yang disebutkan diatas
  2. CV/resume serta Surat Kesanggupan untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditentukan
  3. Kartu identitas
  4. Contoh hasil modul yang pernah dibuat
  5. Rencana Kerja dan Strategi Kerja

L. PROSEDUR APLIKASI

Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mengundang perusahaan/tim konsultan dengan keahlian dan portofolio yang relevan untuk melamar dengan mengirimkan:

  1. Proposal teknis yang terdiri dari latar belakang organisasi dan konsep teknis pekerjaan berdasarkan penjelasan tentang proyek di atas.
  2. Proposal finansial
  3. Portofolio dan contoh pekerjaan terdahulu dengan penjelasan singkat]
  4. Rencana Kerja & Strategi Kerja

Dokumen di atas dapat dikirim melalui email ke yayasan.procurement@plan-international.org; dengan Subject email PROC_URBANNEXUS_Modul. Batas akhir pengiriman penawaran selambat-lambatnya pada tanggal 29, Jan-2021

Seluruh penawaran yang diterima akan diperlakukan secara rahasia. Hanya kandidat terpilih yang akan menerima pemberitahuan lebih lanjut dan diundang untuk wawancara.