COVID-19: Six Months on Report

Lebih dari enam bulan setelah World Health Organization (WHO) secara resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemik global, jumlah kasus COVID-19 telah meningkat secara signifikan di berbagai bagian di kawasan Asia Pasifik. Meskipun di beberapa negara kondisi telah membaik, namun, krisis global dan regional yang sedang terjadi membutuhkan respon serta langkah-langkah pencegahan untuk menghindari dan mengurangi dampak dari pandemik COVID-19.

Dengan hadirnya kebijakan lockdown di berbagai negara, pandemik COVID-19 telah menjadi tantangan yang signifikan bagi anak dan kaum muda perempuan di kawasan Asia Pasifik. Bukan hanya dari segi kesehatan, anak perempuan memiliki risiko yang lebih besar terhadap perkawinan usia anak dan kawin paksa, kekerasan seksual, kekerasan berbasis gender, perdagangan seks dan ancaman-ancaman lainnya.

Hal-hal ini menjadi perhatian khusus dalam laporan COVID-19: Six Months on Report yang diluncurkan oleh Plan International, dimana laporan ini memberikan analisis terhadap situasi terkini anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan lainnya sejak pandemik COVID-19 berawal lebih dari enam bulan lalu di kawasan Asia Pasifik. Laporan ini membahas respons Plan International beserta hasil dan dampak program-program kami selama periode ini, baik upaya bantuan langsung, maupun upaya jangka panjang yang bertujuan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi oleh anak perempuan, anak laki-laki, dan kelompok rentan lainnya.

Selain itu, laporan COVID-19: Six Months on Report juga membahas dampak tidak langsung COVID-19 serta kesenjangan pendanaan dan kebutuhan prioritas untuk tindakan di masa depan. Laporan ini mengumpulkan informasi dari seluruh kawasan Asia Pasifik dan memberikan pandangan luas mengenai perubahan, tantangan dan kemajuan yang diamati selama enam bulan terakhir untuk menentukan langkah selanjutnya yang diperlukan dalam menaggapi pandemik COVID-19 secara lebih efektif.

Beberapa dampak bagi kaum muda perempuan yang menjadi perhatian dalam laporan ini mencakup sulitnya akses perempuan terhadap layanan kesehatan seksual, serta fasilitas manajemen kebersihan menstruasi. Selain itu, isolasi di rumah membuat anak perempuan serta perempuan dewasa lebih berisiko terhadap kekerasan dari anggota keluarga, tetangga maupun pelaku kekerasan berbasis gender online (KBGO) ditambah beban ganda di area domestik. Laporan ini juga memperkirakan bahwa pandemik COVID-19 dapat berkontribusi terhadap 13 juta perkawinan usia anak  di dunia.

Oleh karena itu, untuk mengatasi ancaman-ancaman yang telah disebutkan, selama pandemik COVID-19, Plan International berfokus terhadap lima area utama yaitu perlindungan anak perempuan dari kekerasan, mengembalikan anak-anak perempuan ke sekolah, memperkuat keamanan ekonomi dan perlindungan sosial anak perempuan, melindungi kesehatan dan hak seksual serta reproduksi anak perempuan, dan mendukung agensi dan suara anak perempuan.

Dengan fokus terhadap lima area ini, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengimplementasikan berbagai program untuk memastikan pemenuhan hak anak-anak dan anak perempuan seperti Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan serta budaya mencuci tangan. Sebagai hasilnya dari 52,015 rumah tangga yang dijangkau, 92 persen diantaranya telah mencuci tangan.

Untuk informasi dan data yang lengkap, laporan COVID-19: Six Months on Report dapat diakses melalui link berikut ini.