Bulqia: Pelajar Disabilitas Rungu yang Aktif Menyuarakan Kebersihan Menstruasi

Bulqia (15 tahun) adalah pelajar asal Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Mataram dengan disabilitas rungu. Pada Februari 2020, Bulqia dipilih oleh sekolahnya untuk menjadi pendidik sebaya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat-Manajemen Kebersihan Menstruasi (STBM-MKM) dan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia). Ia dipilih karena motivasinya yang kuat dan daya kreativitasnya yang tinggi terlepas dari keterbatasan yang dimiliki.

Sejak pemerintah mengeluarkan peraturan untuk meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah pada Maret 2020, seluruh pelajar di Indonesia, salah satunya Bulqia, terpaksa harus belajar di rumah. Namun, kondisi seperti ini justru mengasah kreativitas dan tidak mematahkan semangat Bulqia untuk terus berkreasi. Bulqia membuat video kampanye secara mandiri tentang pencegahan pandemik COVID-19. Selain itu, dia juga aktif berkampanye tentang pentingnya keterlibatan laki-laki dalam kampanye menstruasi di saat pandemi. Selain memproduksi video kampanye sendiri, Bulqia juga aktif menyebarkan video hasil karyanya ke jejaringnya di Whatsapp Groups dan di media sosial yang dimilikinya. Sahabat juga bisa menonton video yang Bulqia buat di sini.

Gambar 1: Bulqia dalam videonya tentang laki-laki dan menstruasi

“Sebagai laki-laki kita tidak boleh mengejek perempuan yang sedang menstruasi. Jika kita melihat perempuan sedang menstruasi, kita harus membantunya. Misalnya dengan membawanya ke Unit Kesehatan Sekolah, atau mengantar mereka pulang ke rumah jika mereka merasakan sakit saat menstruasi.” ujar Bulqia dalam videonya.

Keaktifan Bulqia dalam berkampanye membuat ia beberapa kali dilibatkan menjadi pembicara dalam kegiatan Webinar Kebersihan dan Kesehatan Menstruasi oleh Plan Indonesia. Dalam kegiatan tersebut Bulqia menyampaikan pesan bahwa laki-laki memiliki keterlibatan yang penting dalam kampanye kebersihan menstruasi, khususnya di tengah masa pandemik COVID-19. Sahabat bisa menonton video testimoni Bulqia di sini.

Selain diakui oleh pihak sekolah dan Plan Indonesia, keaktifan Bulqia dalam mengedukasi sebayanya juga mendapatkan penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pada 22 Juli 2020, Bulqia menjadi salah satu penerima Anugerah KPAI 2020.

Gambar 2: Bulqia menerima Anugerah KPAI 2020

Plan Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Pusat dan Daerah untuk memastikan perlindungan hak bagi anak dan kaum muda. Plan Indonesia juga terus berupaya untuk mendorong keterlibatan bermakna anak dan kaum muda, terutama anak dan kaum muda perempuan dan kelompok disabilitas, seperti Bulqia, agar mendapatkan kesempatan untuk bersuara dan didengar oleh pemegang keputusan. (Plan Indonesia/Hanna Vanya)