Buktikan Cinta kepada Istri, Pak Ramalang Membuat Jamban di Daerah yang Penuh Tantangan

Namanya Pak Ramalang, salah satu warga Desa Labuan Ijuk Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sudah berhasil keluar dari perilaku buang air besar sembarangan. Sebelumnya Pak Ramalang tidak memiliki jamban, sehingga beliau dan keluarganya buang air besar di sekitar pantai dekat rumahnya. Tidak hanya keluarga Pak Ramalang, warga di sekitar rumahnya juga belum ada yang memiliki jamban. Salah satu penyebabnya adalah kendala teknis terkait pembangunan sarana buang air besar di daerah pesisir. Warga kesulitan saat menggali atau membuat lubang septik tank karena biasanya air laut akan mudah masuk ke lubang tersebut.

Pak Ramlang dan Istri

Kisah perubahan ini berawal saat Pak Ramalang diundang untuk mengikuti kegiatan pemicuan dari Desa Labuan Ijuk, hasil kerjasama dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada bulan November 2019. Saat proses pemicuan, Pak Ramalang tergerak untuk berhenti buang air besar sembarangan, meskipun kondisi tanah di sekitar rumahnya tidak memungkinkan untuk melakukan penggalian dan membangun jamban. Didorong oleh keinginan untuk mengubah gaya hidup serta rasa malu jika ia dan istrinya terus buang air besar di pinggir pantai, Pak Ramalang akhirnya membulatkan tekad untuk membangun jamban sendiri. Lelaki yang memiliki keterampilan sebagai tukang batu ini punya strategi tersendiri, yaitu menggali lubang septik tank saat air sedang surut.

“Membuat jamban dengan kondisi dekat pantai seperti ini memang menjadi tantangan. Harus ada keinginan dan kemauan yang kuat untuk berubah ke arah yang lebih sehat. Masalah biaya sebenarnya bukan halangan. Meskipun tetangga di sebelah (saya) ekonominya lebih bagus dari saya, tapi mungkin mereka belum ada kemauan yang kuat untuk berubah,” tutur Pak Ramalang singkat saat diwawancarai tim Plan Indonesia.

Pak Ramalang mengatakan bahwa jika tidak ada desakan dari istri serta anak-anaknya, jamban di rumahnya tidak akan ada. Jamban yang dibangun ini dipersembahan kepada istri dan anak-anaknya yang sangat ia cintai. (Plan Indonesia/Irwansyah)