Bela Merajut Asa di Tengah Pandemik COVID-19

Bela namanya, ia berumur 11 tahun, ia pandai menenun, dan ia juga pandai memanfaatkan setiap detik waktu luangnya. Situasi pandemik COVID-19 yang sudah berlangsung selam kurang lebih sembilan bulan ini, tidak membuat ia patah semangat untuk berkreasi. Berbekal keterampilan menenun yang diajarkan oleh mamanya, ia memanfaatkan waktu belajar dari rumah untuk menenun. Bela merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara dengan seorang mama yang bernama lengkap Orance Taek dan seorang bapa yang bernama Melkias Liu.

Peningkatan angka penyebaran COVID-19 di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengharuskan pemerintah untuk mengambil kebijakan dengan mengeluarkan surat edaran agar semua sekolah ditutup dan anak-anak melakukan belajar secara mandiri dari rumah.

Selain secara mandiri, khusus untuk wilayah kabupaten TTS, anak-anak diberikan kesempatan untuk boleh mengikuti pembelajaran lewat radio yang disiarkan langsung melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD). Program ini juga masih terus berlangsung hingga saat ini.

Bela mulai belajar menenun dari mamanya sejak kelas 4 Sekolah Dasar (SD) dan ketika itu ia baru saja berumur 10 tahun. Bela yang merupakan salah satu Sponsored Child (SC) atau anak sponsor Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sejak saat itu terus belajar menenun. “Saya mulai belajar menenun sejak kelas 4 SD,” kata Bela.

Dengan menenun di situasi pandemik COVID-19 saat ini, ia terus berupaya mengisi waktu luangnya, sebagai contoh, setelah belajar mandiri satu sampai dua jam di pagi hari, siang hingga sorenya ia mulai menenun dua sampai tiga jam. “Saat ini kami masih belajar dari rumah sehingga banyak sekali waktu luang yang dapat digunakan untuk menenun,” lanjut Bela sambil merapihkan tenunannya. Selama pandemik COVID-19, Bela sudah menenun dan menghasilkan 3 lembar selendang dengan harga setiap selendang yang dihargai sebesar Rp100.000,00. Hingga saat ini ia sudah menyelesaikan 6 lembar selendang yang bermotif daerah TTS. 

Bela juga menyempatkan diri untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Plan Indonesia, yang terus berupaya membantu SC dan keluarga yang ada di seluruh wilayah dampingan. “Terima kasih untuk Plan Indonesia yang sudah banyak membantu kami saat ini. Banyak sekali bantuan yang kami dapatkan, mulai dari peralatan kebersihan, alat tulis, tas sekolah, dan juga bantuan-bantuan lainnya di desa kami,” pungkas Bela. Walaupun banyak hal negatif yang kita hadapi selama pandemik COVID-19, namun banyak juga hal-hal positif yang terselip seperti, polusi udara berkurang, hubungan dalam keluarga semakin erat karena waktu lebih banyak di rumah, demikian juga untuk anak-anak yang pandai memanfaatkan waktu, akan banyak hal-hal kreatifitas yang dapat dihasilkan.

Agus Haru / Moudy Alfiana