INISIASI WISATA LEMBATA BERBASIS MASYARAKAT YANG DIKELOLA OLEH KAUM MUDA

Kabupaten Lembata yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur ternyata menyimpan sejumlah potensi wisata yang menarik. Tidak hanya pemburuan paus di Desa Lamalera yang sudah menjadi destinasi wisata mancanegara, namun ada juga kawasan Geopark Gunung Ile Lewotolok dan keindahan bawah laut Lamawolo yang potensial untuk menjadi tujuan wisata. Secara geografis, Lembata juga terhubung dengan atraksi wisata di Labuan Bajo dengan maskot Komodo, Mbay dengan maskot pulau pasir putih Ri’I Ta’a, dan Larantuka dengan atraksi Ritual Perayaan Paskah umat katolik di laut. Semuanya merupakan berkah bagi pariwisata Lembata di mana bila dikembangkan dengan baik, pariwisata Lembata dapat mendatangkan kesejahteraan bagi Masyarakat Lembata.

Berkah lain bagi Lembata adalah tersedianya sumber daya manusia muda (kaum muda) yang terdidik, terbuka, dan sangat ramah terhadap pendatang sehingga dapat dijadikan sebagai motor penggerak pariwisata. Dengan melihat potensi wisata dan kaum muda di Lembata, Yayasan Plan International Indonesia (YPII) berinisiatif untuk mendorong kegiatan pariwisata di Lembata berbasis kaum muda. Inisiatif ini diawali dengan mengadakan workshop pariwisata berbasis masyarakat di beberapa desa di Lembata. Workshop ini bertujuan untuk memetakan potensi wisata di Lembata dan mendefinisikan bentuk bisnis di sektor pariwisata berbasis orang muda, dalam hal ini adalah Karang Taruna.

Workshop ini diadakan selama 2 hari pada tanggal 12-13 Desember 2018 dengan metode Live in di Desa Jontona, salah satu desa wisata yang akan dikembangkan. Pada kegiatan ini, kami mengundang Karang Taruna dan Aparat Desa di 5 desa di Kecamatan Ile Ape dan melibatkan pelaku wisata seperti pemandu wisata dan operator selam, serta komunitas dan Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata. 5 Desa untuk piloting awal inisiatif ini adalah Jontona, Napasabok, Hadakewa, Lamawolo, serta Kolontobo yang masing-masingnya memiliki keunikannya sendiri.

Workshop ini menghasilkan beberapa catatan penting sebagai berikut.


DESA NAPASABOK


Potensi destinasi wisata :

  1. Wisata Alam : saat ini, Desa Napasabok sedang membangun infrastruktur di Pantai Eler untuk menjadikan destinasi ini sebagai spot foto
  2. Wisata Budaya

- Diadakannya pesta kacang pada bulan Juli-November. Pesta kacang ini diadakan satu kali setiap tahun dimana semua orang dari desa ini pulang kampung untuk berkumpul dan mengucapkan syukur. Dalam acara ini, diadakan berbagai pentas budaya dan upacara adat.

- Festival Tenun setiap bulan Mei dimana warga desa menjajakan hasil tenunannya untuk dijual kepada pendatang.


DESA HADAKEWA


Potensi destinasi wisata :

  1. Wisata Budaya : Gua peninggalan Jepang
  2. Eco-tourism

            - Pengalaman menangkap ikan teri menggunakan petromaks lalu dikeringkan dan dikemas.

            - Pengalaman memancing tanpa menggunakan umpan

        3. Oleh-oleh : Ikan teri tawar yang sudah dikeringkan dan dikemas


DESA KOLONTOBO


Potensi destinasi wisata :

  1. Wisata Alam

- Pantai Epo : infrastruktur seperti pos masuk dan tempat bersantai di pantai sudah ada namun tidak memadai

- Trekking panjang ke gunung Ile Lewotolok. Untuk penggiat trekkting jalur panjang, ada rumah IKIPLI untuk pos mendaki pertama dan sebelum sampai puncak ada rest area yang memiliki pemandangan anak gunung dan sunset yang indah.


DESA JONTONA

Potensi destinasi wisata :

1. Wisata Budaya

- Pesta Kacang yang diadakan sekali setahun setiap bulan Oktober, mirip dengan pesta kacang yang diadakan oleh Desa Napasabok

- Proses pembuatan kain tenun khas desa Jontona

2. Wisata Alam

- Salah satu pintu masuk untuk trekking ke Gunung Ile Lewotolok jarak dekat

- Keindahan laut Pantai Lewolein yang memiliki taman bawah laut

- Pantai Lamariang yang memiliki pasir merah dan pasir hisap di area tertentu


DESA LAMAWOLO 

Potensi destinasi wisata : 

  1. Wisata Budaya:

- Pesta Makan Jagung yang diadakan sekali setahun. Agak berbeda dengan beberapa desa lain karena jagung merupakan komoditas yang paling banyak dihasilkan oleh Desa Lamawolo.

- Kuliner khas : jagung bose dan blawar

- Menyediakan oleh-oleh khas seperti gantungan kunci dari kain

- Proses penggembalaan kambing yang digiring dari atas bukit menuju kandangnya

2. . Wisata Alam:

- Sumber air panas Kedek di tepi pantai yang dapat dinikmati ketika air sedang surut dan air belerang di Kampung lama

- Keindahan bawah laut Pantai Lamawolo yang dapat dinikmati dengan snorkeling maupun diving. Desa ini adalah satu-satunya yang memiliki dive operator dan penginapan bernama Rumah Bambu.

- Salah satu tempat penyeberangan ke Tanjung Nuhanera, salah satu destinasi Lembata yang sudah terkenal hingga dibuat festivalnya oleh pemerintah 

Setelah mengetahui potensi pariwisata di masing-masing Desa, kami akan melakukan monitoring untuk menindaklanjuti hasil workshop dan mempersiapkan masyarakat, terutama Karang Taruna masing-masing desa untuk membuat sistem pariwisata berbasis masyarakat untuk menerima tamu. Sebagai rencana tindak lanjut, kami akan mengadakan kegiatan lanjutan berupa pelatihan langsung dengan mendatangkan berbagai stakeholders dan pihak yang terkait untuk mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat di Lembata yang digerakkan oleh kaum muda

Share artikel ini :

BA
CK