APINDO dan YPII Berkolaborasi Dukung Ketenagakerjaan Kaum Muda di Indonesia

Yayasan Plan International Indonesia (YPII) bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menandatangani kesepakatan kemitraan terkait ketenagakerjaan kaum muda yang dilakukan di Jakarta, Kamis (22/11). Hal ini didorong dengan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia terkait dengan permasalahan ketenagakerjaan kaum muda.

 

Kebutuhan akan tenaga kerja terampil yang meningkat setiap tahunnya, yaitu rata-rata 3,2 juta pekerja pertahun, sementara pekerja masih didominasi oleh pendidikan dasar dan menengah. Lebih spesifik lagi, masih terdapat kesenjangan pada tingkat pengangguran perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, yaitu 8,7 juta perempuan dan 6,1 juta laki-laki. Melalui kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan solusi atas permasalahan pemberdayaan ekonomi kaum muda, terutama perempuan muda serta mendukung pencapaian target pembangunan sesuai dengan target SDGs no 4 yaitu Pendidikan yang Berkualitas, SDGs no 5 terkait Kesetaraan Gender, dan SDGs no 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

 

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia mengungkapkan bahwa saat ini Yayasan Plan International Indonesia berupaya untuk memberikan kesempatan yang setara bagi anak perempuan dan perempuan muda untuk mendapatkan pekerjaan layak. Upaya tersebut diwujudkan dalam program besar LEARN atau Mau Belajar dengan meningkatkan akses kaum muda, khususnya perempuan, terhadap peluang wirausaha dan keterampilan kerja dengan menggunakan model pelatihan kejurusan yang dibutuhkan industri kerja dan sistem informasi digital. “Kerjasama ini diinisiasi melalui proyek Wired for Work yang ada di Porgram Mau Belajar Yayasan Plan International Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam mendukung ketenagakerjaan kaum muda di Indonesia untuk memberikan kesempatan bagi kaum muda mendapatkan pekerjaan yang layak.” ujar Dini yang hadir pada saat acara.

 

Proyek Wired for Work diadaptasi dari kesuksesan program ketenagakerjaan kaum muda Plan International di Asia dan Amerika Latin yang diarahkan oleh Regional Plan Asia dan Accenture. Proyek ini akan memberikan bukti konsep Ekosistem Digital YES! (Youth Employment Solution) yang sepenuhnya mengintegrasikan aset digitalnya ke dalam jalur kerja kaum muda Plan (Ketenagakerjaan, Kewirausahaan, dan Pemberdayaan Kaum Muda).  Di Indonesia Proyek ini akan diimplementasikan di area Jakarta, Semarang, dan Lombok yang menargetkan lebih dari 10,000 kaum muda mendapatkan pelatihan dan 3,000 diantaranya mendapatkan pekerjaan yang layak.

 

Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani yang hadir dalam penandatangan perjanjian kerjasama mengungkapkak apresiasinya atas kemitraan yang dilakukan dan APINDO terus mendorong anggotanya untuk memiliki komitmen dan konsistensi dalam penerapan prinsip kesetaraan gender di tempat kerja, “Kerjasama ini merupakan dukungan dunia usaha untuk memberikan kesempatan kerja kaum muda dan perlindungan pekerja perempuan dan harapan kami akan ada lebih banyak lagi kaum muda yang terlibat dalam dunia usaha.” Sebagai bentuk promosi kesetaraan gender di tempat kerja, APINDO telah menerbitkan buku panduan bagi para pengusaha tentang pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di tempat kerja dan buku Saku Penerapan Kesetaraan Gender di Tempat Kerja. APINDO juga berpartisipasi aktif mendukung upaya pemerintah dalam pengembangan keterampilan bagi angkatan kerja kaum muda.

 

Melalui penandatanganan kerjasama ini, diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran kaum muda, khususnya perempuan dan mendukung terciptanya angkatan kerja Indonesia yang siap untuk bekerja. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan vokasi yang bekerjasama antara pemerintah dan industri dapat memperkuat kesesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri.

 

Sejalan dengan berbagai tuntutan tenaga kerja diindustri, kemitraan ini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan dalam hal ketersediaan tenaga kerja yang kompeten dan efisiensi sistem perekrutan dan pelatihan tenaga kerja. Di sisi lain, sistem digital yang digunakan dapat mendukung proses pemberdayaan ekonomi kaum muda melalui sistem digital yang dapat digunakan untuk memperluas jangkauan dan memberikan dampak yang lebih besar untuk peningkatan keterampilan dan pemberian kesempatan ekonomi bagi kaum muda di Indonesia.  


Klik di sini dan di sini untuk baca artikel mengenai ketenagakerjaan kaum muda.

Share artikel ini :

BA
CK