Fahima : Disabilitas Bukan Halangan untuk Beraktivitas

Bercita-cita menjadi seorang spesialis inklusi, Fahima ingin selalu meningkatkan kemampuannya dengan pengalaman-pengalaman baru agar dapat membantu teman-teman disabilitas untuk aktif di masyarakat. Semangat sosialnya yang tinggi terinspirasi dari Ratu Rania dari Yordania yang aktif dalam memperjuangkan isu-isu pendidikan, pemberdayaan kaum muda, dan hak perempuan. Memiliki jiwa filantropis serupa, Fahima aktif dalam Gerkatin DPC Jakarta Timur dan mendapatkan penghargaan sebagai perwakilan komunitas akar terfavorit dan KSR Relawan Universitas Brawijaya.

 

Walaupun telah lulus dari Universitas Brawijaya dengan gelar S.AP, perempuan kelahiran 30 Juni 1990 ini tetap berkeinginan untuk belajar dan menambah wawasannya. Fahima mengikuti salah satu program yang diadakan oleh Plan International Indonesia bekerjasama dengan BLK Bekasi untuk meningkatkan kesiapan dan peluang kerja kaum muda dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Ketekunan dan semangat belajarnya yang tinggi membuat Fahima terpilih menjadi salah satu kaum muda yang turut berpartisipasi dalam acara Asian Youth Forum 2018 di Korea.

 

Fahima menjadi peserta disabilitas tuli pertama di BLK Bekasi yang berhasil memberikan dampak positif dengan menjadikan lingkungan sekitarnya ramah disabilitas dengan mengenalkan budaya yang inklusif. Terdapat berbagai perubahan metode pengajaran yang dilakukan di BLK Bekasi dari instruktur. Proses penyampaian materi disesuaikan dengan adanya interpreter yang harus menerjemahkannya terlebih dahulu agar dapat dimengerti. Tak jarang, interpreter tidak tersedia  sehingga para instruktur juga belajar untuk membuat materi yang dapat dipahami, seperti mempersiapkannya dalam versi PPT agar dapat dibaca. Selain itu, Fahima juga mengajak para instruktur untuk belajar bahasa isyarat sehingga dapat berkomunikasi dengan lebih baik.


Share artikel ini :

BA
CK