Yuk, Sukseskan Program #KembaliCeriakanLombok bersama Yayasan Plan International Indonesia!

Demi pulihnya kondisi di Lombok, mari kita bersama-sama membantu mensukseskan program ini. Ikutlah berdonasi melalui rekening program atau melalui tautan kitabisa.com/ceriakanlombok, serta sebarkan informasi ini ke teman-teman dan masyarakat luas.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, pada pekan pertama Agustus lalu terbang langsung ke Lombok dan bergabung dengan staf-staf YPII yang sudah giat di lapangan membantu masyarakat yang terdampak. Gempa Lombok yang terus-menerus sejak Juli 2018 dan sempat mencapai magnitude 7 skala Richter tersebut tak hanya menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan material, namun juga luka psikis bagi masyarakat Lombok, tak terkecuali anak-anak. Oleh karena itu, YPII menginisiasi program donasi bertagar #KembaliCeriakanLombok yang berfokus pada program Shelter, WASH, Child Protection, dan Education in Emergency. Ditargetkan sebanyak 10.000 keluarga, atau sekitar 40.000 orang, termasuk anak perempuan dan laki-laki, menjadi penerima manfaat program yang berlangsung selama enamlan di 6 desa di Lombok Utara dan Barat (Sambik Elen, Laloan, Senaru, Batu Rakit, Sukadana, dan Karang Bajo) tersebut.

Yayasan Plan International Indonesia (YPII) sebagai salah satu organisasi kemanusiaan nasional Indonesia telah melakukan respons cepat atas bencana gempa bumi yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tercatat per 27 Agustus lalu Emergency Response Team (ERT) YPII yang bermitra dengan Yakkum Emergency Unit (YEU) dan Gagas berhasil mendistribusikan 1.681 peralatan naungan sementara (shelter kits) kepada 6.363 warga yang terdampak, termasuk di antaranya 1.170 anak perempuan dan 1.244 anak laki-laki. Sebuah Ruang Belajar Sementara (RBS) juga sedang dibangun dan akan mengakomodir sekitar 164 anak perempuan, anak laki-laki, dan para guru serta para sukarelawan untuk melakukan kegiatan pendidikan dan psikososial. Saat ini sedang disiapkan pendistribusian 1.000 peralatan sekolah bagi 1.000 anak-anak di lima sekolah yang terdampak bencana.

Share artikel ini :

BA
CK