Pekerjaan yang Mengembalikan Semangat dan Senyuman | World Humanitarian Day 2019

Sebagai warga asli Lombok Tengah, Irwan merasa gempa yang terjadi satu tahun lalu benar-benar luar biasa dampaknya.  Saat Irwan menjadi bagian dari tim Emergency Response di Lombok pasca gempa, ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berkontribusi memberikan dampak. Segala upaya maksimal dalam menjalankan tugasnya ia lakukan agar warga, terutama anak-anak merasakan dampak bantuan yang bermakna.

“Saya gabung bersama Yayasan Plan International Indonesia mulai dari satu bulan pasca gempa, mulai Agustus 2018 sampai Maret 2019. Tugas saya sebagai driver, mengantarkan teman-teman tim Pendidikan/ Education in Emergency (EiE) ke lokasi-lokasi kerja nya di area Lombok.” Ujar Irwan.

Baru kali ini, Irwan tersadar luasnya area Lombok. Saat menjalankan tugasnya untuk melakukan kaji/assessment lokasi sekolah yang akan menerima bantuan, Irwan dan tim EiE pergi sampai ke pelosok-pelosok, menyusuri lereng bukit Rinjani, menemukan berbagai rintangan.

Pasca gempa yang terjadi di Lombok, salah satu yang hal yang paling penting, yaitu pendidikan untuk anak, harus disegerakan. Irwan bersyukur bisa menjadi bagian dari tim Emergency Response, karenanya ia bisa berkontribusi untuk membantu warga yang terdampak, terutama anak-anak untuk kembali mendapatkan haknya kembali belajar dan mendapatkan akses pendidikan layak. Ia juga bangga, bahwa ia bisa bekerja di yayasan yang bergerak di bidang kemanusaan yang benar-benar membantu masyarakat terdampak di lokasi tempat ia tinggal.

Irwanpun menyampaikan kesannya selama beberapa bulan membantu tim Education in Emergency di Lombok. Menurutnya, bekerja di Yayasan Plan International Indonesia itu sangat nyaman, namun juga dinamis. Bagaimana dalam kerja, mereka harus memikirkan banyak aspek, salah satunya adalah bencana susulan yang masih terjadi di tengah-tengah respons dan intervensi. Namun, mereka tahu bahwa bantuan harus diterima anak-anak tepat waktu, apapun itu, bersama Ika (Education in Emergency Officer) Irwan dan tim EiE mengutamakan keselamatan dan tetap berusaha menemukan sekolah-sekolah yang memang layak untuk dibantu, juga eksekusi distribusi bantuan.

Saat berbincang, Irwan tidak bisa menyimpan rasa bahagianya. Menurut Irwan yang paling menyenangkan bekerja di Plan adalah ketika datang ke sekolah-sekolah dampingan. Irwan bisa melihat anak-anak sudah bisa kembali tersenyum, sudah ada tempat yang layak untuk belajar. Rasa haru bahagia timbul saat melihat sekolah yang ia kembali datangi sekarang sudah berdiri ruang kelas semantara. Hadir juga rasa bangga, karena anak-anak Lombok sudah kembali ceria dan bisa belajar seperti biasa. “Sungguh pengalaman yang luar biasa buat saya, walaupun hanya seorang driver, tapi saya bisa merasakan kebahagiaan anak-anak yang terbantu. Setiap datang ke sekolah, ia menyalami saya, tersenyum, dan menyapa saya. Terima kasih Yayasan Plan International Indonesia yang sudah memberikan saya kesempatan”

Irwan tidak akan menyerah untuk mereka. Segala upaya dan kerja keras Irwan adalah untuk memenuhi hak anak-anak Lombok yang terdampak. “Kepada anak-anak Lombok, khususnya anak-anak yang terdampak, tetap semangat ya. Jangan sampai putus asa. Pesan saya tetap rajin belajar dan raih mimpimu.” ujarnya

Share artikel ini :

BA
CK