Pelatihan STBM GESI bagi Pokja AMPL dan Tim STBM Kecamatan Kabupaten Manggarai


Dengan semangat SDGs dalam tujuan ke-6 yakni Sanitasi Untuk Semua dan target pemerintah Indonesia untuk universal access sanitasi, Yayasan Plan International Indonesia (YPII) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Proyek Water for Women (WfW) berupaya untuk menjamin akses sanitasi yang setara dan berkelanjutan bagi semua pihak. Keberpihakan bagi seluruh kelompok marginal adalah pesan utama dalam SDGs tujuan ke 6 sebagai bahan pembelajaran dari MDGs. Harapannya, upaya peningkatan akses sanitasi ini juga akan memberikan sumbangsih terhadap upaya pemerintah dalam mengurangi angka stunting atau masalah gagal tumbuh anak. Selain itu, hal ini juga sesuai dengan mandat SDGs tujuan ke 3, yakni memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia.

Salah satu upaya untuk menjamin pelaksanaan sanitasi yang inklusif adalah dengan pelaksanaan Program Sanitasi Total yang Berbasis Masyarakat yang Berkesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (STBM GESI). Untuk memulai pelaksanaan STBM GESI di Kabupaten Manggarai, YPII mengadakan pelatihan STBM GESI bagi Pokja AMPL dan Tim STBM Kecamatan Kabupaten Manggarai. Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari, dimulai dari hari Senin, 8 April 2019 hingga hari Jumat, 12 April 2019. Pada saat membuka pelatihan tersebut, Empang Adil Adrianus, Kepala BAPELITBANG, menegaskan pentingnya partisipasi dan komitmen dari seluruh peserta yang hadir.

Pelatihan ini dipimpin oleh Ibu Juliani Talan yang merupakan Trainer STBM Nasional yang juga merupakan Provincial Coordinator Proyek Water for Women, didampingi oleh Novika Noerdayanti sebagai GESI Spesialist di YPII dan Agustini Raiuntung sebagai konsultan penyusun module STBM GESI.

Pelatihan ini dilaksanakan bukan hanya dengan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dengan praktek lapangan. Adapun materi dalam pelatihan in di bagi dalam dua komponen besar yaitu oreantasi GESI dan STBM GESI. Oreantasi GESI diberikan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai kesetaraan gender dan inklsui sosial (GESI) bagi peserta, sebelum mereka mempelajari tentang pelaksanaan STBM GESI di lapangan.

“Besar harapan kami bahwa ToT STBM GESI dapat menjadi bekal bagi pelaku sanitasi di kabupaten manggarai untuk menjamin pembangunan sanitasi yang lebih inklusif,” terang Juliani.

 

 

Share artikel ini :

BA
CK