GENERASI Z BERKREASI: Dengarkan Kebutuhan Anak Untuk Berkreasi di Dunia Maya


Permasalahan kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap anak melalui media daring selalu menjadi perbincangan serius, seakan tiada hari tanpa ada anak yang menjadi korban. Hal ini terlihat dari pemberitaan media, baik media elektronik maupun media cetak.  Kekerasan dan eksploitasi seksual daring terhadap anak bisa terjadi kepada siapa saja dan di mana saja seperti lingkungan rumah/keluarga, lingkungan kerja, lingkungan masyarakat, maupun di sekolah ataupun satuan pendidikan. Bahkan, tidak jarang pelakunya adalah orang terdekat anak. hal ini seperti menunjukkan bahwa anak tidak lagi memiliki tempat aman untuk beraktifitas.

Internet telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja di Indonesia. Atas dasar itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Yayasan Plan International Indonesia, Yayasan Bandungwangi dan Siberkreasi menginisiasi kegiatan Safer Internet Day. Di era digital, penting memprioritaskan hak-hak anak. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta keterampilan agar anak menggunakan internet dengan aman. 

Melalui forum diskusi bertajuk #GenZBerkreasi: Internet Asyik Bareng Generasi Z yang diadakan pada tanggal 9 Maret 2019 di Jakarta Aquarium, Yayasan Plan International Indonesia dan KemenPPPA berusaha memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan suara dan pendapat terkait perlindungan yang mereka butuhkan di dunia online dengan mengundang sebanyak 350 anak yang berasal dari 5 wilayah di Jakarta. Melalui forum diskusi seperti ini, YPII berharap agar pemerintah dan masyarakat dapat membuat kampanye-kampanye dengan pesan kunci yang tepat untuk anak, terutama dalam hal pendidikan literasi digital guna menciptakan internet yang aman untuk anak. Kegiatan #GenzBerkreasi diisi dengan berbagai agenda, seperti art performance, kuis, dan sesi tanya jawab. Yang unik dari kegiatan ini adalah anak tidak hanya dilibatkan sebagai peserta, melainkan juga sebagai panitia, pembicara kunci, serta penampil. Sebagai upaya mendukung program Pemerintah dalam mengampanyekan kegiatan berinternet secara aman, Yayasan Plan International Indonesia berusaha untuk mengajak anak-anak supaya terlibat dalam proses perencanaan kegiatan-kegiatan yang akan dirancang oleh Pemerintah yang nantinya akan berdampak kepada anak.

 

“Acara seperti ini diselenggarakan agar anak dan anak muda dapat berkreasi, dan mencari informasi dengan aman di dunia maya. Sebagai organisasi yang bekerja untuk anak perempuan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami adalah memberi edukasi dan mencegah Kekerasan terhadap anak, seperti yang dilakukan melalui project DTZ.” Ujar Dini Widiastuti selaku Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia.

Sebagai upaya mendukung program Pemerintah dalam mengampanyekan kegiatan berinternet secara aman, Yayasan Plan International Indonesia berusaha untuk mengajak anak-anak supaya terlibat dalam proses perencanaan kegiatan-kegiatan yang akan dirancang oleh Pemerintah yang nantinya akan berdampak kepada anak.Yayasan Plan International Indonesia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk peduli dan mendorong kesetaraan hak anak. Berikan kesempatan yang setara untuk anak-anak dapat menyuarakan hak-haknya dan maju ikut terlibat dalam perubahan. 

Share artikel ini :

BA
CK