Kegiatan Emergency Response Yayasan Plan International Indonesia Sulawesi Tengah dalam Lensa

34 murid sekolah dasar di Donggala, belajar menumpang di halaman parkir sekolah lainnya sejak sekolah mereka rusak berat akibat gempa di Sulawesi Tengah pada akhir Oktober 2018 lalu. Mereka tampak ceria saat dihibur oleh staf Yayasan Plan International Indonesia (YPII) yang datang untuk membagikan penyaring air untuk mereka pakai di sekolah. Sehari-hari, mereka langsung meminum air sungai untuk kebutuhan minum dan lainnya. Untuk itu, penyaring air ini sangat bermanfaat bagi mereka untuk mengurangi risiko anak terkena penyakit.

Dengan dukungan dari DFAT, YPII secara keseluruhan sudah membagi 1500 penyaring air untuk kepala keluarga yang terkena dampak bencana di kota Palu, Sigi dan Donggala. 



Warga di kota Palu sedang menurunkan sumbangan Shelter dan Hygiene Kit yang diberikan untuk keluarga yang memiliki bayi dan balita.

Dengan bantuan dana dari masyarakat Irlandia, YPII telah membagikan 1700 Shelter Kit dan 1200 Hygiene Kit untuk korban gempa dan tsunami di Palu.


  

(Gambar kiri) Tiga orang murid SDN2 kota Palu sedang memasukkan saran di kotak saran setelah mereka menerima bantuan School Kit dari YPII. Sementara itu, Seorang Ibu di pengungsian sedang mengisi mengisi kuisioner mekanisme umpan balik setelah mendapatkan bantuan Shelter Kit dan Hygiene Kit dari YPII.

Dalam setiap kegiatan pemberian bantuan, YPII menanyakan pendapat para penerima manfaat terhadap kualitas barang atau jasa yang diberikan melalui kotak saran atau pengisian kuisioner untuk memastikan terlaksananya akuntabilitas dari setiap bantuan yang diberikan.  Mekanisme umpan balik dengan melibatkan masyarakat ini juga bagian dari proses akuntabilitas dari program tanggap darurat bencana di Palu.



Sambil memegang tas yang baru saja didapatnya dari YPII, salah satu murid SD Negeri Palu, tampak senang saat melintasi para pekerja yang sedang membangun pondasi sekolah yang juga diinisiasikan oleh YPII.

Selain sumbangan perlengkapan sekolah, YPII juga sedang membangun Ruang Belajar Sementara di 23 sekolah yang terkena dampak gempa dan tsunami di Palu yang didanai oleh DEC, SHO, CCK dan BEH.



Murid-murid di salah satu SD kota Palu, sedang mengangkat tangan mereka dalam satu permainan edukasi yang dipandu oleh Unsiyah, staf perlindungan anak YPII (Senin, 27/2019). Mereka tampak bahagia dalam kegiatan rekreasi keliling yang dibuat oleh YPII untuk melindungi mereka dari hal-hal yang tidak diingin, sementara proses distribusi bantuan dilaksanakan bersama para orangtua. Kegiatan rekreasi keliling juga bertujuan untuk memulihkan kondisi psikososial anak-anak di sekolah tersebut pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akhir Oktober 2018 lalu.

Selain kegiatan perlindungan anak, YPII juga sudah membagikan 2238 Perlengkapan Sekolah di 22 sekolah yang berbeda dan akan membangun Ruang Kelas Sementara di 23 sekolah. Proyek pembangunan ini ditargetkan akan selesai pada akhir Maret 2019 nanti, sehingga mereka bisa belajar dengan kondisi yang lebih nyaman lagi. 



Oleh: Yunita Ningsih & Raisha Fatya

Share artikel ini :

BA
CK